indogambler.com

Senin, Desember 15, 2008

Lia eden lia aminudin

Foto Lia Aminudin Lia Eden


Lia Aminuddin atau lebih dikenal sebagai Lia Eden (lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 21 Agustus 1947) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Kaum Eden yang kontroversial. Ibunya bernama Zainab, dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhutbah Islam aliran Muhammadiyah. Pada umur 19 tahun, Lia menikah dengan Aminuddin Day, seorang dosen di Universitas Indonesia dan dikaruniai empat orang anak.

Pada awalnya dia adalah seorang ibu rumah tangga yang menempuh pendidikan hanya sampai jenjang SMA dan sebelumnya mempunyai profesi sebagai perangkai bunga bahkan pernah mempunyai acara tampilan khusus mengenai merangkai bunga di TVRI.

Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dia juga telah mengarang lagu, syair dan juga buku sebanyak 232 halaman berjudul, "Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir" yang ditulis dalam waktu 29 hari.

Pada 1998, Lia menyebut dirinya Imam Mahdi yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga memanggil dirinya Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah Yesus Kristus.

Agama yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka semua dibaptis sebagai pengikut agama Salamullah. Karena Lia merupakan seorang penulis dan pendakwah yang handal, maka ia bisa meyakinkan orang mengenai kebenaran dakwahnya.

Pada bulan Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Kumpulan ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.

Kumpulan Salamullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan masyarakat Jawa, mengenai mitos Nyi Roro Kidul yang didewakan sebagai Ratu Laut Selatan. Pada tahun 2000, agama Salamullah ini diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai sebuah agama baru. Agama Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Kwan Im, dewi pembawa rahmat yang disembah orang Tionghoa, akan muncul kembali di dunia.

Sejak 2003, kumpulan Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar adanya. Kumpulan yang diketuai Lia Eden ini kini dikenal sebagai Kaum Eden.

Apologetics Index (2006). Lia treads a hazardous path from dried flower arrangement to Eden


Kemampuan Lia Eden

Bagai seperti Yesus Kristus, Kwan Im, dan Tuhan cinta kasih lainnya Lia Eden mengajarkan cinta kasih dan lebih hebatnya lagi dia mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan orang

Di tengah perilaku nyeleneh-nya, Lia menurut Zaenabur juga mendapat kemampuan untuk mengobati orang sakit. Sebagai tetangga dekat, dia pun pernah merasakan kehebatan Lia.

"Saya dulu sakit macam-macam, penyakit dalam begitu. Lalu diobati Bu Lia, jadi sembuh kata dokter. Sudah begitu membayarnya terserah kita. Masukkan saja uang seikhlas kita ke dalam kotak," ucapnya.

Lama-lama perilaku Lia menjadi semakin aneh, sehingga membuat resah suami dan anak-anaknya. Sepengetahuan Zaenabur hanya satu anak Lia yang sepaham, sementara suami dan ketiga anaknya memilih berpisah. Yang menarik, di sisi lain pengikut Lia malah bertambah banyak. Mereka mengenakan pakaian serba putih seperti pakaian ihram.

Selain itu, Lia mengubah rumahnya dengan menulis God's Kingdom - Eden atau Kerajaan Tuhan - Eden di lantai dua rumahnya. Menurut Zaenabur, baru dua tahun ini Lia mulai mencampuradukkan agama. Ini terlihat dari dibangunnya bangunan semacam pura dirumahnya, serta perubahan atribut yang dipakainya.

"Saya lihat dia malah digundul rambutnya seperti bhiksu. Jadi nggak pernah pakai jilbab lagi, pengikutnya juga begitu. Dan itu selalu berubah-ubah, nggak jelas jadinya," paparnya.

Jadi seperti Siwa, Budha, Yesus, Kwan Im, dll. Lia Eden manusia yang menjadi Tuhan seperti manusia yang dulu menjadi Tuhan dulu juga dihujat seperti Lia Eden. Sekarang memang lagi jamannya manusia memang menjadi Tuhan sejak jaman adam, Adam ditawari untuk memakan buat terlarang dan di bilang Iblis dia bisa menjadi Tuhan jika memakan buah terlarang. Pada akhirnya Adam memakan buah, nah cara itu memang mujarab sepanjang masa dan terbukti beberapa manusia berhasil menjadi Tuhan.

Lebih gila lagi di India dan sekarang telah sampai di Indonesia yaitu Sai Baba bisa melakukan banyak keajaiban dan dia bilang bahwa dia Tuhan.

 Andai Kutahu

Saat ku tak melihat bulan
Atau pun matahari
Seperti di lorong yang penuh debu
Ada maling di sekitarku
Juga koruptor KPU

Sayang, aku di sini sendiri
Tak ada tempat untuk menangis
Setitik air mata tak kuperoleh
Entah kenapa aku tersenyum
Melihat nyamuk-nyamuk yang tak menggigitku
Padahal aku takut terserang DBD selagi di tahanan ini
Rasanya tak seperti di Surga lagi

Ketika para tahanan lain tersenyum ramah kepadaku
Saatnya aku melihat keberingasan ulama
Tak sama dengan keramahan para tahanan di sini
Telah terbalikkah dunia?
Kaum kriminal jadi ramah, ulama dan aktivis masjid
jadi pemberang

Aku tersenyum kala melihat langit sekejap
Aku menjemur kesetku di ruang tengah
Kulihat Hercules menatapku ramah
Oh, dia yang namanya Hercules?
Aku ingat dia yang menyerang kantor Indo Pos
Para penyerang masuk tahanan
Tapi penyerangku bahkan menuntutku dan aku yang ditahan

Apalagi ini? Dunia benar-benar terbalik
Ah, aku melamunkan dunia yang sedang terbalik
Keyakinan dan kejahatan disamakan
Sama-sama dibui

He, he, he… Aku dibui karena keyakinanku
Jati diriku sebagai utusan Tuhan yang tak dipercaya
Harus dibasuh melalui tekanan
Lebih-lebih lagi Surgaku dan Kerajaanku
Jangan memicingkan mata,
sebelum aku selesai mengajarimu menilai Neraka dan Surga

He, he, he… Surgaku kini di Polda Metro Jaya
Ada AC di sana, polisinya pun ramah
Barangkali supaya Jibril melihat mereka ramah padaku,
Atau entahlah…

Pokoknya mereka semua ramah kepadaku
Andai kutahu, polisi-polisi itu ternyata santun
Ramah dan tak minta apa-apa padaku
Tentu aku tak perlu takut kepada polisi
Tak satu pun yang mencoba memerasku
pungli untuk jam bezuk pun juga tak mengenaiku
Syukurlah… aku sungguh bersyukur
Keteraniayaanku hanya seperti aromanya saja
Di dalam sini penuh senyum
Aku bahagia di sisi Tuhanku yang tercinta
Aku bahagia, Jibril mengajariku menyanyi

Kini aku menyanyi lagu lama sekali
Katanya itu lagu Vogues 1968

Ini lagunya:
My Special Angel
You are my special angel,
Sent up from above
The Lord smiled down on me
And sent an angel to love
You are my special angel
Right from paradise
I know that you're an angel
Heaven is in your eyes
A smile from your lips
Brings the summer sunshine
The tears from your eyes
Brings the rain
I feel your touch
Your warm embrace
And I'm in heaven again
You are my special Angel
Through eternity
I'll have my special angel
Here to watch over me
You are my special Angel
Through eternity
I'll have my special angel
Here to watch over me
Here to watch over me
angel, angel, angel…

Terima kasih Tuhan,
ada lagu lama yang menghibur hatiku

Thank's God

Jakarta, 11 Januari 2006

Rumah Tahanan Polda Metro Jaya

Lia Eden


Sumber:
http://mafiaindonesia.blogspot.com
Read rest of entry

Ordo Templar dan Perang Salib

LASKAR SALIB


Akar Masonry dapat ditelusuri hingga ke Perang Salib melawan Muslim yang dimulai oleh Paus Urban II.

Umumnya ahli sejarah beranggapan bahwa Freemasonry berawal mula dari Perang Salib. Meskipun Masonry baru terbentuk dan diakui secara res-mi di Inggris pada awal abad ke-18, sebenarnya organisasi tersebut mengakar jauh hingga ke Perang Salib di abad ke-12. Di pusat kisah yang umum dikenal ini terdapat suatu ordo tentara salib yang dinamakan Ksatria Templar atau para Templar.

Betapapun banyaknya yang bersikeras bahwa Perang Salib adalah ekspedisi militer yang dilakukan atas nama iman Kristiani, pada dasarnya keuntungan materilah yang menjadi tujuannya. Pada periode Eropa dilanda kemiskinan dan kesengsaraan yang berat, kemakmuran dan kekayaan bangsa Timur, terutama bangsa Muslim di Timur Tengah, menarik perhatian bangsa Eropa. Walaupun menggunakan wajah agama, dan dihiasi dengan simbol-simbol Kristiani, gagasan Perang Salib sebenarnya lahir dari hasrat akan keuntungan duniawi. Inilah yang menyebabkan perubahan tiba-tiba dari kebijakan cinta damai sebelumnya di kalangan Kristen Eropa pada periode awal sejarah mereka, kepada agresi militer.


Pejuang-pejuang salib membawa malapetaka ke Yerusalem. Lukisan abad pertengahan di atas menggambarkan beberapa adegan mengerikan yang terjadi.

Pengagas Perang Salib adalah Paus Urban II. Pada tahun 1095, ia menyelenggarakan Konsili Clermont, di mana doktrin Kristen sebelumnya yang cinta damai ditinggalkan. Perang suci diserukan, dengan tujuan untuk merebut tanah suci dari tangan bangsa Muslim. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan konsili, dibentuklah pasukan Pejuang Salib yang amat besar, terdiri dari para tentara, dan puluhan ribu rakyat biasa.

Para ahli sejarah percaya bahwa upaya Urban II didorong oleh keinginannya untuk merintangi pencalonan seorang pesaingnya dalam kepausan. Sedangkan di balik sambutan penuh semangat dari para raja, pangeran, dan bangsawan Eropa atas seruan Paus, tujuan mereka pada dasarnya bersifat keduniaan. Sebagaimana diungkapkan oleh Donald Queller dari Universitas Illinois, “Ksatria-ksatria Prancis menginginkan lebih banyak tanah. Pedagang-pedagang Italia berharap untuk mengembangkan perdagangan di pelabuhan-pelabuhan Timur Tengah.... Sejumlah besar orang miskin bergabung dengan ekspedisi sekadar untuk melarikan diri dari kerasnya kehidupan sehari-hari mereka.” 1 Sepanjang jalan, massa yang serakah ini membantai banyak orang Muslim, dan bahkan Yahudi, dengan harapan untuk menemukan emas dan permata. Pejuang-pejuang salib bahkan membelah perut korban-korban mereka untuk menemukan emas dan batu-batu berharga yang mungkin telah mereka telan sebelum mati. Begitu besarnya keserakahan para pejuang salib akan harta, sehingga tanpa sesal mereka merampok kota Kristen Konstantinopel (Istanbul) pada Perang Salib IV, dan melucuti daun-daun emas dari lukisan-lukisan dinding Kristiani di Hagia Sophia.


Pejuang-pejuang salib menebas semua yang hidup di tanah yang mereka taklukkan.

Setelah perjalanan yang panjang dan sulit, serta begitu banyak perampasan dan pembantaian orang-orang Muslim, gerombolan campur aduk yang disebut Pejuang Salib ini mencapai Yerusalem di tahun 1099. Ketika akhirnya kota itu jatuh, setelah pengepungan selama hampir lima minggu, para Pejuang Salib masuk. Mereka melakukan kebuasan hingga tingkatan yang jarang disaksikan dunia. Semua orang Muslim dan Yahudi di kota itu mati di ujung pedang. Dalam narasi seorang ahli sejarah, “Mereka membunuh semua orang Saraken dan Turki yang mereka temukan… baik lelaki maupun wanita.”2 Salah seorang Pejuang Salib, Raymond of Aguiles, menyombongkan kekejaman ini:

Tampaklah pemandangan yang menakjubkan. Sebagian orang-orang kami (dan ini lebih murah hati) memenggal kepala-kepala musuh; yang lainnya memanah mereka, sehingga berjatuhan dari menara-menara; yang lain lagi menyiksa lebih lama dengan melemparkan mereka ke dalam api. Gundukan kepala, tangan, dan kaki tampak di jalan-jalan kota. Orang harus mencari jalan di antara mayat-mayat manusia dan kuda. Tetapi ini belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang terjadi di Kuil Sulaiman, tempat kebaktian keagamaan biasanya dinyanyikan… di dalam Kuil dan serambi Sulaiman, orang-orang berkuda berkubang darah hingga ke lutut dan tali kekang mereka. 3

Selama dua hari, pasukan Pejuang Salib membunuh sekitar 40.000 Muslim dengan cara yang sangat biadab. 4 Pejuang salib kemudian menjadikan Yerusalem ibukota mereka, dan membangun Kerajaan Latin yang membentang dari perbatasan Palestina hingga ke Antioch (Antakia).

Selanjutnya, para pejuang salib mulai berupaya untuk memperjuangkan posisinya di Timur Tengah. Untuk mempertahankan apa yang telah mereka bangun, mereka perlu mengorganisirnya. Untuk itu mereka membentuk ordo-ordo militer, dalam bentuk yang belum pernah ada sebelumnya. Anggota ordo-ordo ini datang dari Eropa ke Palestina, dan tinggal di semacam biara, di mana mereka menerima latihan militer untuk memerangi orang Muslim.

Secara khusus, salah satu dari ordo-ordo ini berbeda dengan yang lainnya. Ia mengalami transformasi yang akan memengaruhi jalannya sejarah. Namanya: Ordo Templar.


ORDO TEMPLAR


Ksatria templar mengembangkan kepercayaan pagan dengan kedok Kristiani.

Para Templar, atau lengkapnya, Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman, dibentuk pada tahun 1118, dua puluh tahun setelah tentara salib merebut Yerusalem. Pendiri ordo ini adalah dua ksatria Prancis, Hugh de Payens dan Godfrey de St. Omer. Berawal dari sembilan anggota, ordo ini terus berkembang. Nama kuil Sulaiman dipakai karena mereka membangun basis di gunung kuil, yakni lokasi reruntuhan kuil tersebut. Di sini pula berdiri Dome of the Rock (Qubah As-Sakhrah) .

Para Templar menyebut dirinya “tentara miskin”, tetapi dalam waktu singkat mereka menjadi sangat makmur. Mereka mengontrol penuh para peziarah Kristen yang berdatangan dari Eropa ke Palestina, dan menjadi sangat kaya dari uang para peziarah tersebut. Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang berbasis bunga. 5

Para Templar inilah yang paling bertanggung jawab atas serangan-serangan pejuang salib dan pembantaian bangsa Muslim. Karena itulah, komandan besar Islam Saladin (Shalahuddin Al Ayyubi), yang mengalahkan pasukan salib pada tahun 1187 pada Pertempuran Hattin, dan kemudian membebaskan Yerusalem, menghukum mati para Templar karena pembunuhan yang mereka lakukan, walaupun sebenarnya ia mengampuni banyak sekali orang Kristen. Namun, sekalipun kehilangan Yerusalem dan mengalami kekalahan besar, para Templar terus bertahan. Dan walaupun bangsa Kristen terus menyusut di Palestina, mereka meningkatkan kekuatan di Eropa dan, pertama di Prancis, kemudian di negara-negara lain, menjadi negara dalam negara.

Tidak diragukan lagi bahwa kekuatan politik mereka menyusahkan raja-raja Eropa. Tetapi ada segi lain dari para Templar yang segera mengganggu kalangan kependetaan: ordo tersebut sedikit demi sedikit telah menyeleweng dari iman Kristen, dan sewaktu di Yerusalem telah mengambil sejumlah doktrin mistik yang asing. Berkembang juga desas-desus bahwa mereka menyelenggarakan ritus-ritus aneh untuk memberi bentuk pada doktrin mereka.


Ksatria templar yang melarikan diri dari Gereja diberi perlindungan oleh Raja Skot, Robert the Bruce.

Akhirnya, pada tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel memutuskan untuk menangkap anggota-anggota ordo ini. Sebagiannya berhasil melarikan diri tetapi kebanyakan mereka tertangkap. Paus Clement V juga bergabung dalam pembersihan ini. Setelah periode panjang interogasi dan pengadilan, banyak anggota Templar mengakui keyakinan 'bidah' mereka, bahwa mereka menolak iman Kristiani dan menghina Yesus dalam misa mereka. Akhirnya, para pemimpin Templar, yang dinamai “Imam Besar (Grand Master)”, mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, dan ordo tersebut tumpas dan secara resmi menghilang.

Segolongan ahli sejarah cenderung melukiskan sidang pengadilan para Templar sebagai konspirasi dari Raja Prancis, dan menggambarkan para ksatria itu tak bersalah atas segala dakwaan. Tetapi, cara interpretasi ini keliru dalam beberapa segi. Nesta H. Webster, ahli sejarah Inggris terkenal dengan begitu banyak mengetahui sejarah okultisme, menganalisis berbagai aspek ini dalam bukunya, Secret Societies And Subversive Movements. Menurut Webster, kecenderungan untuk melepaskan para Templar dari bidah yang mereka akui dalam masa pengadilan tidak tepat. Pertama, selama interogasi, walau secara umum terjadi, tidak semua Templar disiksa:

Lagipula, apakah pengakuan mereka tampak seperti hasil imajinasi murni orang-orang yang disiksa? Tentunya sukar dipercaya bahwa cerita tentang upacara pembaiatan — yang disampaikan dengan rinci oleh orang-orang di berbagai negara, dituturkan dalam kalimat yang berbeda, namun semuanya saling menyerupai — merupakan karangan semata-mata. Jika para korban dipaksa untuk mengarang-ngarang, cerita mereka tentu akan saling bertentangan; segala macam ritus liar dan fantastis diteriakkan dengan penuh kesakitan untuk memenuhi tuntutan interogator mereka. Tetapi sebaliknya, masing-masing tampak seperti mendeskripsikan upacara yang sama, baik lengkap maupun tidak, dengan sentuhan personal si pembicara, dan pada dasarnya semua cerita tersebut cocok. 6

Bagaimanapun juga, sidang pengadilan para Templar berakhir dengan tumpasnya ordo tersebut. Tetapi, walaupun sudah dibubarkan “secara resmi”, ia tidak benar-benar musnah. Selama penangkapan tiba-tiba pada tahun 1307, beberapa Templar lolos, dan berhasil menutupi jejak mereka. Menurut tesis yang berdasarkan pada berbagai dokumen sejarah, sejumlah besar mereka berlindung di satu-satunya kerajaan di Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat belas, yaitu Skotlandia. Di sana, mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia, Robert the Bruce. Tak lama kemudian, mereka menemukan penyamaran yang tepat untuk melanjutkan gerakan rahasia mereka: mereka menyusup ke dalam gilda (serikat sekerja) terpenting di Kepulauan Inggris abad pertengahan — loge (pemondokan) para tukang batu, dan segera, mereka menguasai loge-loge ini sepenuhnya. 7

Loge para tukang batu berganti nama pada awal era modern, dengan “Loge masonik”. Ritus Skot merupakan cabang Masonry tertua, dan berasal mula di awal abad keempat belas, dari para Templar yang berlindung di Skotlandia. Dan, nama-nama yang diberikan kepada tingkat tertinggi dalam Ritus Skot adalah gelar-gelar yang diberikan kepada para ksatria dalam ordo Templar berabad-abad sebelumnya.

Pendeknya, para Templar tidak tertumpas, sebaliknya filsafat serta berbagai kepercayaan dan upacara mereka tetap berlangsung di balik samaran Freemasonry. Tesis ini didukung oleh banyak bukti sejarah, dan diterima saat ini oleh banyak ahli sejarah Barat, baik mereka anggota Freemasonry ataupun tidak. Dalam buku kami, Ordo Masonik Baru, bukti ini dikaji secara terperinci.


Para Pejuang dan Para Bankir: sebuah buku tentang Ksatria Templar.

Tesis yang mengusut akar Masonry ke Ordo Templar seringkali dirujuk di dalam majalah-majalah yang diterbitkan oleh para Mason untuk kalangannya sendiri. Para Mason sangat menerima pendapat ini. Salah satu majalah ini bernama Mimar Sinan (terbitan Freemason Turki), yang menggambarkan hubungan antara Ordo Templar dengan Freemasonry dalam kata-kata berikut ini:

Di tahun 1312, ketika Raja Prancis, di bawah tekanan Gereja, membubarkan Ordo Templar dan memberikan hak-hak mereka kepada para Ksatria St. John di Yerusalem, aktivitas para Templar tidak berhenti. Sebagian besar Templar berlindung di berbagai loge Freemason yang beroperasi di Eropa pada saat itu. Pemimpin para Templar, Mabeignac, bersama beberapa anggota lainnya, mendapatkan perlindungan di Skotlandia dengan menyamar sebagai seorang tukang batu bernama Mac Benach. Raja Skot, Robert the Bruce, menyambut mereka dan mengizinkan mereka mengembangkan pengaruh besar terhadap loge-loge Mason di Skotlandia. Sebagai hasilnya, loge-loge Skot meraih peran penting dari sisi keahlian dan ide-ide mereka.

Freemason masa kini menggunakan nama Mac Benach dengan penuh hormat. Para Mason Skot, yang mewarisi pusaka para Templar, mengembalikannya ke Prancis bertahun-tahun kemudian dan membangun dasar bagi ritus yang dikenal sebagai Ritus Skot di sana. 8


Majalah Mimar Sinan, publikasi Masonik Turki yang ditujukan untuk anggotanya sendiri.

Sekali lagi, Mimar Sinan memberikan banyak informasi tentang hubungan antara Templar dan Freemasonry. Di dalam sebuah artikel berjudul “Templar dan Freemason” dinyatakan bahwa “ritual-ritual upacara pembaiatan Ordo Templar menyerupai Freemasonry masa kini.” 9 Menurut artikel yang sama, sebagaimana di dalam Masonry, para anggota Ordo Templar saling memanggil “saudara”. 10 Pada bagian akhir artikel tersebut, tercantum:

Ordo Templar dan organisasi Mason saling memengaruhi dengan sangat mencolok. Bahkan ritual-ritual dari berbagai lembaga begitu mirip sehingga bagaikan disalin dari para Templar. Dalam hal ini, para Mason telah mengidentifikasi diri mereka kepada para Templar begitu jauh dan dapat dikatakan bahwa apa yang dipandang sebagai esoterisme (kerahasiaan) asli Masonik sampai tingkatan yang penting merupakan warisan dari para Templar. Ringkasnya, sebagaimana kami sebutkan pada judul esei ini, kita dapat katakan bahwa titik berangkat dari seni megah Freemansory dan garis esoteris—awalnya milik para Templar dan ujung panahnya milik para Freemason.11

Akhirnya, kami katakan, jelas bahwa Freemasonry mengakar hingga ke Ordo Templar, dan bahwa para Mason telah mengadopsi filsafat ordo ini. Para Mason sendiri menerimanya. Tetapi sudah tentu, hal penting bagi pembahasan kita adalah sifat dasar dari filsafat ini. Apa yang membawa mereka ke situ? Mengapa mereka mengalami perubahan seperti itu di Yerusalem? Apa dampak dari filsafat yang diadopsi para Templar ini, melalui perantaraan Masonry, kepada dunia?


PARA TEMPLAR DAN KABBALAH

Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, yang berjudul the Hiram Key mengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar Freemasonry. Menurut para penulis ini, jelas sekali bahwa Masonry adalah kesinambungan dari para Templar. Namun, selain itu para penulis juga mengkaji asal usul para Templar.

KAPEL ROSSLYN: SEBUAH KUIL TEMPLAR-MASON

Gereja yang dikenal sebagai "Kapel Rosslyn" di dekat Edinburgh, Skotlandia, diketahui sebagai suatu simbol kepercayaan bidah pagan para Templar. Untuk merekonstruksi bangunan ini, dipekerjakan para Mason dan Rosicrucian, penerus para Templar, dan mereka mendekor seluruh kapel dengan simbol-simbol yang merepresentasikan filsafat pagan mereka.

Dalam terbitan Masonry Turki, majalah Mimar Sinan, asal usul Masonik dan berbagai elemen pagan pada kapel itu diungkapkan sebagai berikut:

Bukti paling meyakinkan tentang kesatuan Templar dan Mason di Skotlandia adalah benteng dan kapel di desa Rosslyn, 10 km di Selatan Edinburg dan 15 km dari pusat Templar kuno di Balantrodoch. Para Templar hidup di daerah ini dan khususnya di benteng ini setelah tahun 1312 di bawah perlindungan para Baron St. Clair.

...Kapel tersebut dibangun antara tahun 1446-48 oleh Sir William St. Clair yang merupakan salah satu bangsawan utama di Skotlandia dan bahkan di Eropa saat itu. Para Mason dan Rosicrucian melakukan pembangunan. Arsitek kepala dari pembangunan ini adalah Imam Besar Templar, Sir William St. Clair yang membawa para arsitek dan tukang batu mason yang hidup berkelana dari setiap bagian Eropa. Rumah-rumah baru dibangun di desa terdekat dari Rosslyn dan sebuah perkampungan dibuka….


Kapel Rosslyn saat ini dan contoh simbol pagannya.

Perencanaan dan dekorasi kapel ini sungguh unik. Tidak ada contoh semacam itu di Skotlandia atau bahkan di Eropa. Kapel ini dengan sangat tepat menangkap atmosfer kuil Herod dan setiap bagiannya didekor dengan simbol-simbol Masonik. Di antara simbol itu adalah relief di dinding-dinding dan lengkungan-lengkungan yang menggambarkan kepala Hiram dan pembunuhnya, sebuah relief dari suatu upacara pembaiatan, dasar-dasar dari lengkungan, dan kompas-kompas. Selain dari fakta bahwa kapel ini dikonstruksi dalam suatu gaya pagan yang nyata, dengan berbagai elemen arsitektur Mesir, Yahudi, Gothik, Norman, Celtik, Skandinavia, Templar, dan Masonik, serta bahwa ia mengandung contoh kerajinan batu yang sangat kaya, salah satu aspek paling menarik darinya adalah bahwa puncak-puncak tiang didekor dengan motif kaktus dan jagung, di samping bermacam-macam bentuk tanaman lainnya….

Terdapat sangat banyak elemen dekoratif pagan di dalam kapel ini sehingga seorang pendeta, yang menuliskan kisah tentang pembabtisan yang dilakukan oleh Baron Rosslyn di tahun 1589 mengeluhkan, “karena kapel dipenuhi oleh patung-patung pagan, tidak ada tempat yang sesuai untuk menyelenggarakan Sakramen”. Pada tanggal 31 Agustus 1592, berkat tekanan yang dilakukan terhadap Baron Oliver St. Claire dari Rosslyn, altar kapel yang bergaya pagan dihancurkan. (Tamer Ayan, "Ordo Royal Skot; Lembaga Masonik Tertua yang Diketahui" Mimar Sinan, 1998, No. 110, hlm. 18-19)

Menurut tesis mereka, para Templar mengalami perubahan besar ketika mereka berada di Yerusalem. Di tempat asal agama Kristen ini, mereka justru mengadopsi doktrin-doktrin lain. Pada akarnya terdapat sebuah rahasia yang mereka temukan di dalam kuil Sulaiman di Yerusalem, yang reruntuhannya mereka selidiki. Para penulis menjelaskan bahwa para Templar berdalih dengan peranan mereka yang diakui sebagai pelindung peziarah Kristen yang mengunjungi Palestina, tetapi tujuan mereka yang sebenarnya sangat berbeda:

Tidak ada bukti bahwa para Templar pendiri ini pernah memberi perlindungan kepada peziarah, tetapi sementara itu kita segera menemukan bahwa terdapat bukti yang meyakinkan bahwa mereka memang melakukan penggalian yang intensif di bawah reruntuhan Kuil Herod….12

Para penulis Kunci Hiram bukanlah satu-satunya yang menemukan bukti tentang ini. Sejarawan Prancis, Gaetan Delaforge membuat pernyataan yang sama:

Tugas sebenarnya dari sembilan ksatria itu adalah melakukan penyelidikan di daerah tersebut untuk mendapatkan berbagai barang peninggalan dan naskah yang berisi intisari dari tradisi-tradisi rahasia Yahudi dan Mesir kuno.13


Kunci Hiram: Fir'aun, Freemason, dan Penemuan Perkamen Rahasia Yesus.

Pada akhir abad kesembilan belas, Charles Wilson dari Royal Engineers mulai melakukan riset arkeologis di Yerusalem. Dia sampai kepada pendapat bahwa para Templar telah mendatangi Yerusalem untuk mempelajari reruntuhan kuil tersebut. Wilson menemukan jejak-jejak penggalian dan ekskavasi di bawah pondasi kuil tersebut, dan menyimpulkan bahwa hal ini dilakukan dengan peralatan milik para Templar. Barang-barang ini masih ada di dalam koleksi Robert Brydon, yang memunyai arsip yang sangat luas tentang informasi mengenai para Templar.14

Para penulis The Hiram Key berpendapat bahwa penggalian-penggalian para Templar ini bukannya tanpa hasil; karena di Yerusalem ordo tersebut menemukan berbagai peninggalan tertentu yang mengubah cara mereka memandang dunia. Selain itu, banyak peneliti berpendapat serupa. Mestilah ada sesuatu yang menuntun para Templar, walau pada faktanya mereka sebelumnya adalah pengikut Kristen dan datang dari bagian dunia Kristen, untuk mengadopsi suatu sistem keimanan dan filsafat yang sepenuhnya berbeda dari agama Kristen, merayakan misa-misa bidah, dan melakukan berbagai upacara sihir.

Menurut pandangan umum dari banyak peneliti, “sesuatu” itu adalah Kabbalah (Qabbala).

Arti kata Kaballah adalah “tradisi lisan”. Berbagai ensiklopedia dan kamus mendefinisikannya sebagai suatu cabang mistik agama Yahudi dan hanya dipahami sedikit orang. Menurut definisi ini, Kabbalah mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah agama Yahudi. Tetapi, ketika kita mengkaji masalah ini lebih dekat, kita menemukan berbagai faktanya adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Fakta-fakta ini membawa kita kepada kesimpulan bahwa Kabbalah adalah suatu sistem yang berakar kepada penyembahan dan pemujaan berhala; bahwa ia ada sebelum Taurat, dan menjadi tersebar luas bersama agama Yahudi setelah Taurat diturunkan.

Fakta yang menarik tentang Kabbalah ini dijelaskan oleh sumber yang sama menariknya. Murat Ozgen, seorang Freemason Turki, menulis sebagai berikut ini di dalam bukunya, Masonluk Nedir ver Nasildir? (Apa dan Seperti Apa Freemasonry Itu?):

Kita tidak mengetahui dengan jelas dari mana Kabbalah datang atau bagaimana ia berkembang. Ia adalah nama umum untuk sebuah filsafat yang unik, berbentuk metafisik, esoterik, dan mistik, yang terutama berhubungan dengan agama Yahudi. Ia diterima sebagai ilmu kebatinan Yahudi, tetapi sebagian elemen yang dikandungnya menunjukkan bahwa ia terbentuk jauh lebih dahulu dari Taurat.15

Ahli sejarah Prancis, Gougenot des Mousseaux, menjelaskan bahwa Kabbalah memang jauh lebih tua daripada agama Yahudi.16


Walaupun berkembang dengan agama Yahudi, Kabbalah tergantung pada sumber-sumber dari luarnya. Kabbalah muncul dari kepercayaan pagan dari Mesir Kuno dan Mesopotamia.

Ahli sejarah Yahudi, Theodore Reinach, mengatakan bahwa Kabbalah merupakan “suatu racun teramat halus yang menyusupi dan memenuhi nadi agama Yahudi.” 17 Solomon Reinach mendefinisikan Kabbalah sebagai “salah satu penyimpangan pikiran manusia yang terburuk”.18

Alasan Reinach menyatakan Kabbalah sebagai “salah satu penyimpangan pikiran manusia yang terburuk” adalah karena doktrinnya sebagian besar berhubungan dengan ilmu sihir. Selama ribuan tahun, Kabbalah telah menjadi salah satu batu pondasi bagi setiap jenis upacara sihir. Para rabbi yang mempelajari Kabbalah dipercaya memiliki kekuatan gaib yang besar. Juga, banyak non-Yahudi yang telah terpengaruh dengan Kabbalah, dan mencoba memraktikkan ilmu sihir dengan menggunakan doktrin-doktrinnya. Kecenderungan esoterik yang terjadi di Eropa selama akhir Abad Pertengahan, khususnya sebagaimana yang dipraktikkan oleh para ahli alkimia, sangat banyak yang berakar dari Kabbalah.

Hal ini sungguh aneh, jika kita memandang Yahudi sebagai sebuah agama Monoteistik, yang diawali dengan turunnya Taurat kepada Musa a.s. Kenyataannya, di dalam agama ini ada sebentuk sistem yang disebut Kabbalah, yang mengadopsi praktik-praktik dasar sihir yang dilarang oleh agama. Hal ini memperkuat apa yang telah disebutkan sebelumnya, dan menunjukkan bahwa Kabbalah sebenarnya merupakan elemen yang menyusup ke dalam agama Yahudi dari luar.

Tetapi, apa sumber dari elemen ini?

Ahli sejarah Yahudi Fabre d'Olivet menyebutkan bahwa Kabbalah berasal dari Mesir Kuno. Menurut penulis ini, Kabbalah mengakar hingga ke Mesir Kuno. Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.19

Karena itulah, kita harus menengok ke Mesir Kuno untuk menemukan sumber utama dari rantai Kabbalah-Templar- Freemasonry ini.

DUNIA GELAP KABBALAH

Ahli sejarah Yahudi, Theodore Reinach, menggambarkan Kabbalah sebagai "suatu racun teramat halus yang menyusupi dan memenuhi nadi agama Yahudi." Solomon Reinach mendefinisikan Kabbalah sebagai "salah satu penyimpangan pikiran manusia yang terburuk". Gambar-gambar karya pengikut Kabbalah modern ini merefleksikan dunia gelap Kabbalah.


AHLI-AHLI SIHIR MESIR KUNO

Mesir Kuno dengan para fir'aunnya adalah salah satu peradaban tertua di dunia; juga yang paling penindas. Monumen-monumen megah yang masih tersisa dari Mesir Kuno — berbagai piramid, sphinx, dan obelisk — dibangun oleh ratusan ribu budak, yang bekerja hingga hampir mati, di bawah lecutan cambuk dan ancaman kelaparan. Para Fir'aun, penguasa absolut di Mesir, ingin direpresentasikan sebagai dewa dan disembah oleh manusia.

Salah satu sumber pengetahuan tentang Mesir Kuno adalah berbagai prasasti mereka. Prasasti-prasasti ini ditemukan di abad kesembilan belas dan setelah kerja keras, abjad Mesir dapat diuraikan, memperjelas begitu banyak informasi tentang negeri ini. Namun, karena ditulis oleh ahli sejarah resmi negara, berbagai prasasti ini penuh dengan cerita-cerita yang bias yang dimaksudkan untuk memuja-muja negara.

Bagi kita, tentu saja, sumber pengetahuan terbaik tentang masalah ini adalah Bible.

Di dalam Alkitab, di dalam kisah Musa, kita memperoleh informasi penting tentang sistem di Mesir. Ayat-ayat tersebut mengungkapkan bahwa terdapat dua titik fokus kekuatan di Mesir: Fir’aun dan dewan pembesarnya. Dewan ini memiliki pengaruh penting terhadap Fir’aun. Fir’aun sering berkonsultasi dengan mereka dan senantiasa mengikuti anjuran mereka. Ayat yang dikutip di bawah menunjukkan pengaruh dewan ini terhadap Fir’aun:

“Dan Musa berkata: "Hai Fir’aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam, wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Israel (pergi) bersama aku".

Fir’aun menjawab: "Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar".

Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.

Pemuka-pemuka kaum Fir’aun berkata: "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu". (Fir’aun berkata): "Maka apakah yang kamu anjurkan?"

Pemuka-pemuka itu menjawab: "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir), supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai".


Sebuah naskah tulisan Mesir Kuno

Patut diperhatikan bahwa perkataan tersebut diutarakan oleh suatu dewan yang menasihati Fir’aun, yang menghasutnya melawan Musa, dan merekomendasikan kepadanya metode-metode tertentu. Jika kita amati catatan sejarah Mesir, kita melihat bahwa dua komponen utama dewan ini adalah tentara dan pendeta.

Tidak perlu dijelaskan lagi pentingnya tentara; ia merupakan kekuatan militer utama dari rezim Fir'aun. Tetapi, kita mesti mengamati lebih dekat lagi peranan para pendeta. Para pendeta Mesir Kuno merupakan golongan yang disebutkan di dalam Alkitab sebagai ahli-ahli sihir. Mereka merepresentasikan sekte yang mendukung rezim. Mereka dipercayai memiliki kekuatan khusus dan menguasai pengetahuan rahasia. Dengan otoritas ini mereka memengaruhi rakyat Mesir, dan mengukuhkan posisi mereka di dalam pemerintahan Fir'aun. Golongan ini, yang diketahui dari catatan sejarah Mesir sebagai “Para Pendeta Amon”, memusatkan perhatian mereka untuk memraktikkan ilmu sihir dan memimpin sekte pagan mereka; selain itu, mereka juga mempelajari beragam ilmu pengetahuan seperti astronomi, matematika, dan geometri.


Pendukung terpenting rezim Fir'aun di Mesir Kuno adalah golongan pendeta (tukang sihir). Kepercayaan mereka di kemudian hari membentuk akar dari Kabbalah dan dari situ berpindah ke Masonry.

Golongan pendeta ini adalah sebuah ordo tertutup yang memiliki (begitu yang mereka anggap) pengetahuan khusus. Ordo semacam ini biasanya dikenal sebagai organisasi esoterik. Di dalam majalah bernama Mason Dergisi (Jurnal Masonik), terbitan yang tersebar di antara pengikut, secara khusus disebutkan tentang pendeta-pendeta Mesir Kuno.

Bersamaan dengan berkembangnya pemikiran pada manusia, ilmu pengetahuan mengalami kemajuan dan bersama itu, jumlah rahasia pun meningkat di dalam pengetahuan pada sistem esoterik. Dalam perkembangan ini, kegiatan esoterik, yang pertama muncul di Timur, di Cina dan Tibet, dan kemudian menyebar ke India, Mesopotamia, dan Mesir, membentuk basis pengetahuan kependetaan yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun dan membentuk basis kekuatan pendeta di Mesir.20

Bagaimana terjadinya hubungan antara filsafat esoterik para pendeta Mesir Kuno dan Freemason saat ini? Mesir Kuno suatu contoh klasik di dalam Alkitab tentang sistem politik tanpa tuhan musnah ribuan tahun yang lalu. Mungkinkah ia memunyai pengaruh sekarang ini?

Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, kita harus mencermati berbagai kepercayaan para pendeta Mesir Kuno yang berhubungan dengan asal usul alam semesta dan kehidupan.


KEPERCAYAAN MESIR KUNO DALAM EVOLUSI KAUM MATERIALIS

Di dalam buku mereka, The Hiram Key, penulis Mason berkebangsaan Inggris, Christopher Knight dan Robert Lomas, berpendapat bahwa Mesir Kuno memiliki posisi penting dipandang dari segi asal usul Masonry. Menurut kedua penulis ini, gagasan terpenting yang telah mencapai Masonry modern dari Mesir Kuno adalah tentang alam semesta yang ada oleh dan dari dirinya sendiri, lalu berkembang melalui kebetulan. Mereka menjelaskan gagasan yang menarik ini dengan kata-kata berikut:

Orang Mesir percaya bahwa materi selalu ada; mereka menganggap tidak logis pendapat tentang sebentuk tuhan yang membuat sesuatu dari ketiadaan mutlak. Mereka berpandangan bahwa permulaan dunia adalah ketika keteraturan muncul dari kekacauan, dan semenjak itu terjadi pertarungan antara kekuatan pengaturan dan kekacauan… keadaan kacau ini dinamai Nun, dan seperti penggambaran orang Sumeria…, yang ada hanyalah adalah sebuah jurang dalam, berair, gelap tanpa cahaya matahari yang padanya terdapat suatu kekuatan, daya penciptaan yang memerintahkan keteraturan bermula. Kekuatan laten di dalam zat kekacauan ini tidak mengetahui keberadaan dirinya; ia adalah suatu kemungkinan, sebuah potensi yang berjalin di dalam acaknya ketidakteraturan. 21

Akan teramati bahwa kepercayaan yang dideskripsi di atas selaras dengan apa yang menjadi pendirian materialis masa kini, yang didukung oleh agenda komunitas ilmiah dengan berbagai istilah seperti “teori evolusi”, “teori chaos”, dan “pengaturan esensial dari materi”. Knight dan Lomas meneruskan pembahasan terdahulu dengan mengutarakan:

Yang menakjubkan, penggambaran tentang penciptaan ini dengan sempurna mendeskripsikan pandangan yang dipegang oleh sains modern, terutama “teori chaos” yang telah menunjukkan berbagai desain ruwet yang berkembang dan berulang secara matematis di dalam peristiwa-peristiwa sama sekali tak terstruktur. 22


"Pandangan-dunia" dari Mesir Kuno tidak terkubur dengan patung-patung ini, tetapi dibawa hingga ke masa kini oleh masyarakat rahasia yang menganggap diri mereka sebagai pewaris Mesir Kuno…

Knight dan Lomas mengklaim bahwa terdapat keselarasan antara kepercayaan Mesir Kuno dengan sains modern, tetapi apa yang mereka maksudkan dengan sains modern, sebagaimana telah kami tekankan, adalah konsep-konsep materialis seperti teori evolusi dan teori chaos. Walau pada kenyataannya teori-teori ini tidak memiliki dasar ilmiah, mereka telah dipaksakan pada bidang sains selama dua abad lalu, dan ditampilkan seakan memiliki kelayakan ilmiah. (Pada bagian berikut kita akan mengkaji siapa yang telah memaksakan teori-teori ini pada dunia ilmiah.)

Sekarang, kita sampai ke poin penting dari tahapan buku ini. Mari kita ringkaskan apa yang telah kita temukan sejauh ini.

1. Kita memulai pembahasan dengan membicarakan Ordo Templar yang dianggap sebagai asal muasal Freemasonry. Kita telah melihat bahwa, walaupun didirikan sebagai sebuah ordo Kristen, Templar dipengaruhi oleh doktrin-doktrin rahasia yang mereka temukan di Yerusalem, lalu meninggalkan sepenuhnya agama Kristen dan menjadi organisasi antiagama yang memraktikkan ritus-ritus bidah.

2. Ketika kita mempertanyakan doktrin apa ini yang memengaruhi Templar, kita temukan bahwa ia pada dasarnya adalah Kabbalah.

3. Ketika kita mengkaji Kabbalah, kita menemukan bukti bahwa, betapapun banyaknya ia mungkin menyerupai mistisisme Yahudi, ia adalah sebuah doktrin pagan yang lebih tua dari agama Yahudi, yang kemudian menyusupinya, dan bahwa akarnya yang sebenarnya ditemukan di Mesir Kuno.

4. Mesir Kuno diperintah oleh sistem pagan Fir'aun, dan di sana kita temukan sebuah gagasan yang membentuk dasar dari filsafat ateistis modern: bahwa alam semesta ada dengan sendirinya, dan berkembang oleh kebetulan.

Semua ini jelas melukis sebuah gambar yang menarik. Apakah dengan kebetulan belaka filsafat para pendeta dari Mesir Kuno masih tumbuh pesat, dan bahwa terdapat jejak rantai (Kabbalah-Templar-Masonry) yang bertanggung jawab meneruskan supremasi filsafat ini ke masa kini?

Mungkinkah para Mason, yang telah membuat jejak mereka di sejarah dunia semenjak abad kedelapan belas, dengan menimbulkan berbagai revolusi, mengemukakan sistem-sistem filsafat dan politis, merupakan pewaris dari para ahli sihir di Mesir Kuno?

Untuk memperjelas jawaban dari pertanyaan itu, pertama kali kita harus mengkaji lebih dekat lagi berbagai peristiwa sejarah yang hingga sekarang hanya kita uraikan dengan singkat.



1 World Book Encyclopedia, "Crusades," Contributor: Donald E. Queller, Ph.D., Prof. of History, Univ. of Illinois, Urbana-Champaign, World Book Inc., 1998
2 Geste Francorum, or the Deeds of the Franks and the Other Pilgrims to Jerusalem, trans. Rosalind Hill, London, 1962, hal.91, (penekanan ditambahkan)
3 August C. Krey, The First Crusade: The Accounts of Eye-Witnesses and Participants, Princeton & London, 1921, hal.261, (penekanan ditambahkan)
4 August C. Krey, The First Crusade: The Accounts of Eye-Witnesses and Participants, Princeton & London, 1921, hal.262
5 Michael Baigent, Richard Leigh, The Temple and the Lodge, London, Corgi Books, 1990, hal. 78-81
6 Nesta H. Webster, Secret Societies And Subversive Movements, Boswell Publishing Co., Ltd., London, 1924, Chapter 3
7 For this thesis about Freemasonry, see. John J. Robinson, Born in Blood: The Lost Secrets of Freemasonry, New York, M. Evans & Company, 1989
8 Ender Arkun, "Masonlarin Dusunce Evrimine Katkisina Kisa Bir Bakis" (A Short Look at the Contribution of Freemasonry to the Evolution of Thought), Mimar Sinan, 1990, No. 77, hal.68, (penekanan ditambahkan)
9 Teoman Biyikoglu, "Tampliyeler ve Hurmasonlar" (Templars and Freemasons), Mimar Sinan, 1997, No.106, hal.11, (penekanan ditambahkan)
10 Teoman Biyikoglu, "Tampliyeler ve Hurmasonlar" (Templars and Freemasons), Mimar Sinan, 1997, No.106, hal.9, (penekanan ditambahkan)
11 Teoman Biyikoglu, "Tampliyeler ve Hurmasonlar" (Templars and Freemasons), Mimar Sinan, 1997, No.106, hal.19, (penekanan ditambahkan)
12 Christopher Knight and Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, 1997, hal.37
13 G. Delaforge, The Templar Tradition in the Age of Aquarius; Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, hal.37, (penekanan ditambahkan)
14 C. Wilson, The Excavation of Jerusalem, Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, hal.38
15 Murat Ozgen Ayfer, Masonluk Nedir ve Nasildir? (What is Freemasonry and What is it Like?), Istanbul 1992, hal.298-299, (penekanan ditambahkan)
16 Gougenot des Mousseaux in Le Juif, La Judaïsme et la Judaïsation des Peuples Chrétiens, 2nd edition, 1886, hal. 499
17 Nesta H. Webster, Secret Societies And Subversive Movements, Boswell Publishing Co., Ltd., London, 1924; hal.9
18 Theodore Reinach, Histoire des Israélites, hal.221, and Salomon Reinach, Orpheus, hal. 299, (penekanan ditambahkan)
19 Fabre d'Olivet, La Langue Hébraïque, 1815, hal.28, (penekanan ditambahkan)
20 Mason Dergisi (The Journal of Freemasonry), No. 48-49, hal.67, (penekanan ditambahkan)
21 Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, London, 1997, hal. 131, (penekanan ditambahkan)
22 Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, London, 1997, hal. 131
Read rest of entry

Rabu, Desember 03, 2008

Adam Malik CIA penghianat bangsa

adam-malik Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa. Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, Ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.

Sang wartawan, politisi, dan diplomat kawakan, putera bangsa berdarah Batak bermarga Batubara, ini juga dikenal sebagai salah satu pelaku dan pengubah sejarah yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia hingga proses pengisian kemerdekaan dalam dua rezim pemerintahan Soekarno dan Soeharto.

Seperti diketahui, setelah orde lama tumbang dan digantikan dengan orde baru, semua orang orde lama sudah tidak di pakai oleh Soeharto bahkan cenderung di buang dan di tangkap. Tapi kenapa Adam Malik tidak? karena seperti Soeharto dia dekat dengan Amerika CIA yang anti komunis. Seperti kita ketahui Soekarno tidak membubarkan komunis seperti yang di minta Amerika. Karena Amerika waktu itu terlibat perang dingin antara komunis dan kapitalis. Maka dari itu Amerika melalui Soeharto dan Adam Malik melakukan kudeta terhadap Soekarno dan menghancurkan komunis di Indonesia. Untuk lebih lengkap silahkan baca cerita Mafia Berkeley Indonesia dan Pembunuhan Massal.

Pria cerdik berpostur kecil yang dijuluki ‘’si kancil” ini dilahirkan di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917 dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Semenjak kecil ia gemar menonton film koboi, membaca, dan fotografi. Setelah lulus HIS, sang ayah menyuruhnya memimpin toko ‘Murah’, di seberang bioskop Deli. Di sela-sela kesibukan barunya itu, ia banyak membaca berbagai buku yang memperkaya pengetahuan dan wawasannya.

Buku “Legacy Of Ashes The History Of CIA” yang ditulis seorang wartawan The New York Times, Tim Weiner menyebut, Adam Malik merupakan seorang agen CIA, badan intelijen AS. Sebenarnya berita itu sudah rahasia umum. Namun beberapa buku yang sebelumnya mengulas tentang itu memang tenggelam di pasaran tidak seperti buku Legacy of Ashes, the History of CIA (Membongkar Kegagalan CIA)?

Sebagaimana diketahui, Weiner yang juga wartawan koran The New York Times tersebut menulis tentang peran agen itu berdasar wawancaranya dengan perwira CIA, Clyde McAvoy, pada 2005. Kepada Weiner, McAvoy mengklaim bertemu Adam Malik pada 1964 dan merekrutnya sebagai agen CIA. Bahkan, guna mendukung peran Adam Malik sebagai agen, CIA menyerahkan uang tunai 10.000 dolar AS untuk membiayai pembasmian Gestapu (hal 332 edisi Indonesia).

Sebagian besar publik kita langsung menolak tulisan Weiner. ''Saya tidak percaya Pak Adam Malik menjadi apa yang ditulis itu (agen CIA). Sebab, garis politik Pak Adam Malik tidak sesuai dengan pandangan politik Amerika,'' katanya. ''Beliau pendiri Partai Murba, lebih condong ke pemikiran sosialis. Mana mungkin orang Amerika percaya orang sosialis bisa jadi agennya? Selain itu, mana mungkin orang Murba jadi agen CIA,'' timpalnya.

Meski demikian, Wapres Jusuf Kalla mengakui ada kemungkinan Adam Malik tidak sadar telah direkrut sebagai kontak CIA (Jawa Pos, 25 November 2008).

Menurut sejarawan Asvi Warman Adam, atas terbitnya buku itu, keluarga Adam Malik dan pemerintah harus bersikap, antara lain, dengan mengeluarkan bantahan. Dia beralasan, Adam Malik adalah tokoh yang harus dijaga nama baiknya. Apalagi, saat ini akan dibangun bandar udara di Sumatera Utara bernama Adam Malik. Penarikan buku dari peredaran, kata Asvi, juga bisa menjadi alternatif untuk menghentikan tuduhan kepada Adam Malik.

Tak Perlu Ditarik

Toh, menurut saya, buku itu tidak perlu ditarik. Bukankah selama ini juga sudah beredar rumor dalam lingkup terbatas tentang Adam Malik sebagai agen CIA. Jadi, Weiner perlu diapresiasi karena mengkat rumor itu dalam sebuah buku berdasar laporan perwira CIA, Clyde McAvoy.

Lagi pula, apakah keterlibatan sebagai agen CIA harus selalu dimaknai secara negatif? Bergantung perspektif atau sudut pandang saja. Penulis jadi ingat rumor di Belanda pada awal 1990-an yang gencar menyebut mendiang Paus Yohannes Paulus II kabarnya juga menjalin kerja sama erat Vatikan-CIA sejak 1980-an untuk meruntuhkan komunisme di Eropa Timur. Tidak heran jika ada yang menyebut Paus pun direkrut jadi agen CIA.

Lalu, TV Nederland III dalam suatu programnya memaparkan tentang kerja sama erat CIA-Vatikan di bawah Paus Yohannes Paulus II. Program itu diperkuat berbagai dokumentasi guna menguak keterlibatan Vatikan-CIA-Lech Walensa yang memimpin gerakan buruh Solidaritas untuk menggulingkan pemerintahan sosialis Polandia di bawah Yaruzelsky.

Atas perannya tersebut, Paus Yohannes Paulus II hingga kini justru dianggap sebagai pahlawan penumbang komunisme di Eropa Timur. Adam Malik juga bisa dilihat sebagai salah seorang pahlawan penumbang PKI.

Karena itu, seandainya Adam Malik sungguh jadi agen CIA dalam konteks untuk membendung semakin kuatnya pengaruh PKI pada dasawarsa 1960-an, di mata penulis, citra dia tidak akan ternoda. Warga kita yang hidup pada era 1960-an bisa memberi kesaksian betapa kuatnya pengaruh komunis ketika itu seolah dominasi tersebut tidak bisa dipatahkan.

Sanggahan dan Klarifikasi

Tentu saja kita bisa menyangkal keterlibatan Adam Malik sebagai agen CIA. Tapi, jangan lupa, Tim Weiner selama 20 tahun telah bekerja secara profesional menelaah dunia intelijen, khususnya CIA.

Memang, keterlibatan CIA dalam kudeta terhadap Bung Karno dan PKI pada 1965 selalu disangkal beberapa kalangan. Namun, berbagai sumber asing, seperti Peter Dale Scott dan Geoffrey Robinson, menyebut CIA justru sebagai dalang utama peristiwa 1965. Untuk itu, CIA bekerja sama dengan sebuah klik di dalam AD untuk memprovokasi PKI.

Apalagi, George M.T. Kahin juga mengungkap keterlibatan CIA dalam berbagai pemberontakan di tanah air seperti kasus PRRI dan Permesta. Jadi, tidak mustahil CIA juga berperan dalam percobaan kudeta 1965.

Jangan lupa pula, sebagai negara adikuasa, AS lewat CIA-nya selalu ingin terlibat dan campur tangan dalam berbagai urusan negara lain. Uniknya, buku Weiner kali ini secara implisit justru seperti mengesankan bahwa CIA, dinas rahasia AS) dan pemerintah AS tidak terlibat secara langsung dalam perencanaan kudeta 1965 di Indonesia.

Jadi, ada ''contradictio in terminis''. Di satu sisi, Adam Malik dinyatakan sebagai agen CIA, di sisi lain CIA tidak terlibat langsung dalam Peristiwa 1965.


Sumber:

http://mafiaindonesia.blogspot.com

Read rest of entry

Kamis, November 20, 2008

Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudera Kematian Para Teroris Indonesia



Sepekan lalu, terpidana bom Bali Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudera, dieksekusi mati. Serangkaian cerita, mengitari kematian ketiga bomber. Cerita yang mengarah pada pembangunan asumsi untuk menegaskan kesyahidan para pelaku bom.

Cerita tersebut muncul dari inner circle ketiga terpidana bom Bali I, baik oleh keluarga maupun para simpatisan tiga terpidana mati bom Bali. Cerita seperti terciumnya bau wangi di ketiga jenazah, burung gagak di atas rumah ketiga terpidana, hingga muka senyum di ketiga jenazah terpidana mati tersebut.

Cerita-cerita tersebut pada akhirnya dikaitkan dengan status kesyahidan ketiga terpidana mati. Artikel di muslimdaily.net menguatkan cerita soal kesyahidan ketiga terpidana.

Disebutkan tentang kesaksian para penakziah di rumah ibu Tariyem. Ketika keranda jenazah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. "Allahu Akbar. Itu bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid," ujar Abdul Rachim, salah seorang tamu yang melihat ketika kafan dibuka.

Tidak hanya itu, Rachim menegaskan, ketika kain penutup wajah Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat.

Untuk memperkuat cerita-cerita tersebut, telah beredar di internet perihal wajah ketiga terpidana mati. Foto tersebut seakan menegaskan argumentasi kesyahidan ketiga pelaku bom Bali yang menewaskan 202 orang tersebut.

Guru besar ilmu syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hasanudin AF menegaskan dalam Islam tidak ada soal penanda kesyahidan seseorang. “Sejak zaman nabi, tidak ada soal tanda-tanda kesyahdian seseorang seperti buruk gagak, dan bau wangi,” katanya

Menurut dia, kesyahidan bisa dilihat dari aspek dunia dan akhirat. Menurut dia, jika merujuk syahid era rasulullah, seseorang mati syahid ketika terlibat kontak fisik dalam membela Islam dan meninggal dalam peperangan. “Seperti para sahabat dulu, gugur dalam keadaan syahid, karena membela agama Allah,” jelasnya.

Terkait dengan cerita yang lebih dekat dengan mitos tersebut, menurut Hasan, hal tersebut adalah tidak benar dan tidak ada dalam literatur agama Islam. “Itu berita bohong yang mengada-ada. Hanya sebagai upaya untuk mendukung apa yang dilakukan oleh Amrozi cs,” katanya.

Terkait dengan pemahaman jihad yang dilakukan oleh Amrozi, menurut dia apa yang dilakukan Amrozi dan kawan-kawan telah merugikan banyak orang. “Jihad Amrozi cs dalam konteks apa,” katanya setengah bertanya.

Bila merujuk teks-teks al-Quran dan al-Hadits, jihad dilakukan dengan harta dan potensi diri yang dimiliki seseorang. Jihad melawan kemiskinan dan kebodohan adalah bagian jihad yang dianjurkan oleh Allah dan Islam. “Jihad dengan harta dan dengan potensi diri itulah yang dianjurkan oleh Islam,” katanya.

Bila merujuk perilaku keberagamaan kelompok Amrozi cs, tampaknya cerita-cerita seputar kesyahidan tiga bomber Bali tersebut seakan paradoksal dengan pemahaman keagamaan yang mereka anut selama ini. Pemahaman keagamaan yang cenderung tekstual, literalis, dan skripturalis yang mengarah pada puritanisme, tapi tiba-tiba saat ini memunculkan cerita yang menjurus mitos. Cerita burung gagak, bau wangi dan keringat di jenazah, sama saja menyebarkan kesesatan berpikir dalam memahami Islam.

1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem adalah Ust. Abdul Rachim Ba'asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan.

2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.

3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com, nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri 'Mujahid Hacker' Imam Samudera.

4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.

5. Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily.net. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror, Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan. Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur


Tentang burung Gagak burung pembawa maut

Saat pemakaman trio Bali bomber usai dieksekusi pekan lalu, banyak bermunculan kejadian tak biasa, yang dinilai sebagian kalangan sebagai pertanda bahwa Amrozi Cs itu telah mati syahid.

Memang dikabarkan ada kejadian aneh saat pemakaman tiga terpidana mati itu, yaitu munculnya tiga burung hitam yang seolah ikut menyambut dan mengantarkan ketiganya ke tempat peristirahatan terakhir.

Belum lagi kabar bahwa saat kafan Imam Samudra dibuka, seketika itu juga semerbak wangi muncul dari jasadnya.

Namun sejumlah ulama mengaku belum ada dalam Quran yang menyebutkan tanda-tanda orang yang mati syahid.

Tapi ketika sebagian kalangan menilai tiga terpidana mati kasus bom Bali itu mati syahid, sontak sebagian kalangan yang lain mematahkan penilain itu, karena Amrozi Cs itu telah mengakibatkan terbunuhnya muslim.


Menurut pandangan KH Sumarkan, dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Amrozi Cs telah melakukan pembunuhan karena di antara korban bom Bali I ada yang beragama Islam.

"Mereka (Amrozi cs) bukan mati syahid karena di antara yang meninggal itu ada yang beragama Islam," kata Sumarkan saat dihubungi, Sabtu (15/11).

Menurutnya, sesuai ajaran Islam sesorang tidak boleh membunuh namun diperbolehkan jika seseorang mempunyai kesalahan yang sama yaitu nyawa dibalas dengan nyawa. "Kenyataannya korban bom Bali tidak punya kesalahan," imbuhnya.

Sementara KH Ghazali Said, pengasuh pondok pesantren An-Nur Wonocolo Gang Mudin, mengatakan mati syahid mempunyai dua kriteria.

"Ada dua kreteria mati syahid yaitu mati syahid dunia (orang yang mati karena kena tabrak atau mati karena melahirkan) yang kedua mati syahid akhirat (mati karena berperang untuk menegakkan kalimat Allah)," terang KH Ghazali Said.

Sedangkan jika Amrozi masuk di antara salah satu kriteria tersebut, baru mereka itu dikatakan mati syahid.

"Warga di Bali itu termasuk Kafir Dzimmi yang seharusnya mendapat perlindungan dari umat Islam bukan malah dibunuh," ungkap KH Ghazali Zaid.

Dengan demikian Amrozi Cs pantas menerima hukuman dari pemerintah karena masuk kategori kerusuhan atau teroris, maka dari itu mereka harus menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Burung gagak dikenal sebagai burung setan pembawa maut, diman setiap kedatangannya di tandai dengan kematian, burung gagak sangat senang sekali datang pada kematian penyihir, pembunuh, dan orang jahat lainnya. Begitulah menurut para ahli sufi.


Kekuatan Gaib pada makam Amrozi
dan Mukhlas

'Daya pikat' duo bomber asal Tenggulun, Amrozi dan Mukhlas, memang luar biasa. Meski telah dieksekusi mati, Amrozi cs masih jadi 'rebutan'. Gundukan tanah makamnya kini jadi rebutan para peziarah.

Sejak dimakamkan pada 9 November lalu, makam Amrozi cs yang terletak di Sokoluro, Lamongan, Jawa Timur, memang tidak pernah sepi didatangi perziarah. Namun, kini beberapa orang yang datang tidak hanya sekadar mendoakan arwah Amrozi. Tanah kuburan tersebut juga ikut diangkut sebagai 'oleh-oleh'.

"Selama dua hari ini gundukan tanah yang di kuburan sudah habis diambil para tamu,” kata Ali Fauzi, adik Amrozi.

Dalam sehari, jumlah peziarah yang datang ke makam kedua kakaknya itu bisa mencapai 10-15 orang. Dan hampir semua peziarah mengambil tanah makam Amrozi dan Mukhlas yang dimakamkan berdampingan.

"Satu orang membawa dua kantong plastik. Kalau 15 orang saja berarti sudah 30 kantong tanah," ujar Fauzi.

Karena itu, kini makam Amrozi dan Mukhlas pun dijaga oleh belasan santri dan ustad. Pihak keluarga juga membangun sebuah gubuk yang berada di dekat makam kedua kakak beradik itu. Terlebih, kondisi makam sudah kembali seperti semula.

"Kami menjaga makam karena takut ada orang yang percaya takhayul dengan mengambil kafannya untuk ilmu kesaktian," katanya.

Dalam pandangan paranormal Permadi, fenomena mengambil tanah makam adalah hal biasa. Kalangan yang menganut kepercayaan tertentu adalah pihak yang kerap melakukan hal itu. "Memang kadang tanah itu bisa digunakan untuk jimat ataupun guna-guna," jelas Permadi

Pria yang kerap memakai pakaian serba hitam ini menjelaskan fenomena ini hanya akan muncul sesaat saja. Sebab, Amrozi cs telah digambarkan sebagai pahlawan. Padahal, tanah tersebut, dinilai Permadi, tidak ada gunanya.

"Ini pemahaman orang yang sangat dangkal karena Amrozi sebagai pahlawan dan tanahnya diambil untuk jimat. Mereka tidak mengerti apakah itu kuburan keramat atau bukan," tegas Permadi.


Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Ma'ruf Amin berpendapat tindakan sejumlah peziarah ini sudah termasuk syirik. Sebab dalam tuntunan Islam tidak ada suruhan untuk membawa tanah kuburan usai berziarah. Yang ada dalam tuntutan Islam hanya sekadar berziarah semata.

"Kalau tidak diluruskan pengambilan tanah kuburan itu bisa mengarah ke syirik," kata pria yang menjabat Ketua Komisi Fatwa MUI ini.


Di mata budayawan, Radhar Panca Dahana, adanya insiden ini membuktikan tingkat spiritualitas masyarakat Indonesia rendah. Alhasil, masyarakat secara gampang mengambil simbol atau sosok seseorang secara sembarangan.

"Pengambilan tanah kuburan Amrozi dan Mukhlas merupakan fenomena yang menggelikan. Itu adalah kebodohan kita. Apalagi, para pemimpin agama mengalami krisis, seperti soal perkawinan dan korupsi," kata Radhar.


Radhar menilai pemberitaan televisi mengenai Amrozi cs telah membuat masyarakat terkesima. Amrozi dan Mukhlas disoroti seputar kehidupannya termasuk masalah spiritualnya. Dan inilah yang menyebabkan Amrozi cs terkesan bukan manusia 'biasa'. "TV bertanggung jawab terhadap pendangkalan itu," tegas dia


MUI boleh saja tidak menyikapi fenomena ini secara khusus. Akan tetapi, memberikan penjelasan dan pemahaman mengenai tuntunan Islam terutama mengenai ziarah kubur hendaknya lebih gencar disosialisasikan. Sehingga fenomena miris seperti ini tidak perlu terjadi lagi.



Angka 911 Untuk Para Teroris

Angka 911 kerap dikaitkan dengan aksi teror. Pasalnya, sejumlah tragedi terorisme kerap terdapat angka 911 didalamnya. Sebut saja di antaranya tragedi pengeboman di World Trade Centre (WTC).

Sebagaimana diketahui, peristiwa yang menewaskan lebih dari 2.000 orang ini terjadi pada 11 September 2001. dari peristiwa itu, kerap disebut istilah tragedi 911, karena terjadi pada tanggal 11 bulan 9.

Selain itu, Indonesia juga pernah digegerkan dengan peristiwa ledakan bom di depan Kantor Kedubes Australia pada 9 September 2004. kendati tanggal dan bulan sama-sama angka 9, namun peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 11.00 WIB. lagi-lagi melibatkan angka 911.

Kasus pengeboman di Jalan Rasuna Said, Jakarta, tersebut juga menimbulkan kontroversi lainnya. Dimana, pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi jumlah korban sebanyak 9 orang. Namun, pemerintah Australia menyatakan bahwa korban ledakan tersebut berjumlah 11 orang.

Begitupun dengan Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudera. Ketiga pelaku pengeboman di Bali pada 12 Oktober 2002 ini telah dieksekusi pada tanggal 9 November kemarin. Dalam eksekusi tersebut, muncul pula angka 911, karena pada tanggal 9 dan bulan 11.

Bertahun-tahun mereka mendekam di LP Nusakambangan. Pemerintah memutuskan tanggal 9 November 2008 untuk mengeksekusi ketiganya. Mengapa pemerintah mengeksekusi pada 9 November? Apakah angka 911 memiliki makna dibalik pelaksanaan eksekusi ketiganya?

Sumber:
http://mafiaindonesia.blogspot.com
Read rest of entry

Jumat, November 07, 2008

Barack Obama Yahudi Kulit Hitam

Mayoritas penduduk Indonesia sangat senang ketika mengetahui Barack Obama menjadi presiden Amerika, karena Obama pernah tinggal di Indonesia bahkan ayah tirinya seorang Indonesia. Ann Dunham kemudian menikah dengan Lolo Soetoro. Terlebih para umat muslim garis keras yang anti Yahudi dan Amerika sangat senang terhadap Obama karena mempunyai nama orang Islam.

Tapi Apa benar Obama Islam? apa benar dia bukan Yahudi? hehehe sengaja kemarin rahasia ini belum bisa saya berikan karena Mossad mengawasi isu ini, saya takutnya blog saya di banned oleh google lewat cara mossad jika membongkar ini.

Masa ada sih Yahudi Kulit hitam? orang Yahudi kan putih? nah, untuk itu kita belajar sejarah Yahudi. Raja Solomo atau Sulaiman adalah keturunan Daud pendiri Israel setelah Musa, terkenal dengan mempunyai banyak istri, tapi tau ga? istrinya yang terkenal? atau cewe selingkuhannya? tertulis kok di kitab suci Yahudi, Kristen, Islam yaitu Ratu Sheba seorang ratu dari Afrika Ethiopia. Nah dari situ ada keturunannya anak lelaki yang bernama Menelik, itulah asalnya Yahudi kulit hitam yang juga banyak di Indonesia. Mereka sering dikenal dengan Falasha, kalangan Yahudi Hitam Ethiopia atau yang lebih dikenal dengan Falasha. Yahudi hitam ini, yang mempraktekkan Yudaisme, menjadi perhatian dunia tatkala pemerinta Israel menerbangkan mereka untuk pembebasan dari penganiayaan politis di tahun 1976. Sampai dibuat filmnya kok.

Sudah ngertikan, tapi masih ada yang bertanya mana faktanya kalau Barrack Husein Obama adalah Yahudi? sebenarnya hal ini hampir diketahui oleh orang banyak saat Obama masih menjadi calon presiden sampai isu obama dengan bibinya. Saat itu pemberitaan hanya untuk kalangan terbatas Yahudi melalui Associated Press. Barack Hussein Obama, ternyata memiliki keluarga seorang rabbi Yahudi.

Namanya Rabbi Capers C. Funnye Jr. yang memimpin jemaat Yahudi Ethiopia di kawasan Taman Marquette, Chicago. Ia merupakan sepupu dari Michele, istri Obama. Kakek Michele dari ayah adalah kakak dari ibu Funnye.

Namun Obama selalu merahasiakan itu. Ia tidak pernah menyebutkan soal Funnye selama masa kampanye pemilihan presiden meski banyak orang pada awalnya meragukan komitmen Obama terhadap Israel.

Funnye mengatakan ia tidak pernah dilibatkan dalam kampanye Obama. Tapi ia memberikan sumbangan bagi dana kampanye saudara iparnya itu. “Saya sangat senang dan bangga atas apa yang telah mereka raih sejauh ini,” kata rabbi 56 tahun ini kepada the Associated Press.

Saat masih kecil, Funnye dan keluarga Michele Obama saling mengunjungi hampir saban bulan. Ibu Funnye dan ayah Michele yang usianya sebaya mempunyai hubungan baik. Mereka tidak pernah bertemu lagi sejak Funnye menghadiri pernikahan Michele pada 1992. Keduanya baru berjumpa lagi sepuluh tahun lalu ketika Funnye bekerja di sebuah organisasi soasial dekat Universitas Chicago, tempat Michele bekerja.

Funnye mengaku sempat bertemu Obama sebelum menikah dengan Michele. “Ia sangat perhatian, sedikit kurus, dan amat tulus,” ujarnya. Ia kadang melihat Obama di acara keluarga. Namun kandidat presiden kulit hitam pertama Amerika itu tidak pernah datang ke sinagog Beth Shalom B’nai Zaken yang dipimpin Funnye.

Menurut juru bicara Michele, Katie McCormick Lelyveld, Obama tidak mempublikasikan hubungannya dengan Funnye lantaran menghormati rahasia keluarga besarnya. Surat kabar Yahudi, The Forward, yang pertama kali menulis soal itu. “Itu sangat mengejutkan saya,” kata Ira Forman, direktur eksekutif Dewan Demokrat Yahudi Nasional.

Sampai cerita di atas bahwa Barrack Obama keturunan Yahudi masi isu. sekarang bagaimana dengan foto - foto ini:




Barrack Obama membawa kalungan bunga dalam Hall of Remembrance, Yad Vashem Holocaust Memorial di Jerusalem, , pada hari Rabu, 23 Juli 2008. Obama dipengaruhi oleh Israel?



Apakah Obama dipengaruhi oleh Israel?

Pertama, Obama memakai Yarmulke, lebai orang Yahudi. Yang kedua, hanya orang Yahudi saja dibenarkan mendampingi Master Jew. Mengapa Obama mendapat keistimewaan begitu? Yang ketiga, Obama sedang melakukan ritual Yahudi pada dinding Monument Jew. Perbuatan ini dilakukan oleh orang Yahudi untuk menyampaikan pesan rahasia sesama orang Yahudi saja. Mengapa Obama melakukan perbuatan yang dibuat oleh Yahudi ini?

Barrack nama pertama Obama adalah nama Yahudi yang berasal dari ayat "baruch". Kebanyakan ahli ibadat Yahudi menggunakan nama "baruch"sebagai nama pertama mereka. Bekas perdana menteri Israel iaitu Ehud Barak juga mengambil nama sempena nama "baruch". Nama kedua Obama juga hampir sama dengan "Ahabah". Bent Ahabah adalah nama untuk synagogue (satu upacara multilation untuk bayi-bayi Yahudi).

Ketika berusia 10 tahun, Obama pernah ke sekolah sosialis Yahudi atau disebut "kibbutz". Obama menyatakan bahwa dia hanya menggunakan tandas sekolah itu saja pada waktu itu. Namun ada saksi lain menyatakan bahawa Obama telah menghadiri kelas selama tiga jam di sekolah tersebut. Apakah Obama dirancang dan dilatih untuk menjadi Presiden Amerika ketika berusia 10 tahun lagi?

Obama sedang melakukan ritual Yahudi.


Tidak mengherankan bila Obama mendapat sejumlah 77% suara dari pemberi suara Yahudi. Berbanding John Kerry yang hanya mendapat 74% suara daripada pemungutan suara Yahudi pada 2004. Pada tahun 2000, Al Gore paling banyak mendapat suara daripada pemberi suara Yahudi yaitu sejumlah 79%. Obama mendapat banyak suara dari pemilih Yahudi di Connecticut dan Massachusetts. Di Connecticut, 61% Yahudi menyokong Obama. Yahudi mulai suka pada Obama karena banyak kenyataan Obama secara terbuka mendukung Israel.

"My view is that the United States' special relationship with Israel obligates us to be helpful to them in the search for credible partners with whom they can make peace, while also supporting Israel in defending itself against enemies sworn to its destruction” kata Obama dalam kenyataan medianya pada Haaretz pada 15 Februari 2007.

Sudah menjadi rahasia umum jika Obama memakai sebutan "Bush kulit hitam" dari kalangan Yahudi dan mengatakan Yahudi harus terlihat hitam dan Mossad harus lebih banyak merekrut agen hitam dengan begitu akan muncul wajah baru. Malaikat berbulu srigala.


Gambar: Obama dinasihati oleh Rahm Emanuel, seorang Yahudi

Pada November 2008, Rahm Emanuel (seorang Yahudi, anak seorang Israel) baru saaja ditawarkan jabatan oleh Obama menjadi White House Chief Of Staff. Dan lebih mengagetkan lagi bila mentor Obama sendiri iaitu Abner Mikva menyatakan "Obama will be the first Jewish President Of USA" dalam Jerusalem Post pada 5 November 2008.

"Our job is to rebuild the road to real peace and lasting security throughout the region. Our job is to do more than lay out another road map. That effort begins with a clear and strong commitment to the security of Israel: Our strongest ally in the region and its only established democracy. That will always be my starting point." ucapan Obama ketika berbicara kepada kumpulan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) di Chicago pada 2 Mac 2007.

Obama lebih dahsyat daripada Bush dia sekarang disebut "silent killer" mereka sama - sama lobi Yahudi.

Amerika akan terus berjaya sampai kedatangan mesias kedua kalinya. Dan anti mesias itu adalah orang Yahudi. Sudah ini cuma pemberitahuan agen mossad di Indonesia saja. Tidak usah percaya karena ini cuma untuk kalangan terbatas saja dan bukan untuk anda.


Read rest of entry

Rabu, November 05, 2008

Freedom of Religion

Sebagai kelanjutan dari gerakan Freethought, gerakan aliran sesat yang paling menonjol akhir-akhir ini adalah sebuah gerakan pemikiran untuk melepaskan segala pengaruh agama terhadap pemerintahan yang disebut sebagai Freedom of Religion (sekularisme-ateis) yang dengan tegas menentang segala campur tangan dogma agama terhadap pemerintah.

Mereka membanggakan model negara Amerika yang makmur dan sejahtera dikarenakan jasa Thomas Jefferson yang telah meletakkan dasar sekuler, sebagaimana ucapannya di hadapan Dunbary Baptist (1802):

"Legitimasi pemerintah hanyalah mengambil tindakan bukan atas dasar pendapat. Pandangan perorangan harus dinilai sebagai pendapat pribadi. Pernerintahan kami tidak mempunyai hak untuk mempropagandakan agama atau ikut campur urusan pribadi." 

(The legitimate powers of government reach action only, and not opinions. Personal views are just that personal. Our government have no right to promulgate religion or to interfere with private).

Mereka membanggakan pula bahwa kejayaan Amerika dikarenakan aspirasi sekuler yang sejak awal ditanamkan sehingga tidak terjadi dominasi agama atau pengaruh dogma yang irasional terhadap kemajuan bangsa Amerika. Para negarawan Amerika, seperti Benjamin Franklin, John Adams, Thomas Jefferson merupakan "bapak bangsa Amerika" yang telah menetapkan satu tonggak yang sangat jitu dan tidak dapat digugat melalui moto bangsa Amerika, "e. pluribus unum" (semacam dengan moto Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika). Kalau saja agama menjadi fondasi dan moto negara, niscaya sejarah bangsa Amerika tidak akan mengalami peradaban sejarah seperti saat ini. Dengan sombongnya, mereka menuding kaum agamawan, khususnya Protestan dan Katolik sebagai kaum fundamentalis, sebagaimana ditulis oleh Anne Gaylor:

"Kaum fundamental Protestan dan kelompok sayap kanan Katolik ingin memaksakan kehendaknya melalui moralitas yang dangkal, melawan hak asasi wanita, kebebasan beragama minoritas, ateis, waria, dan hak kaum homo dan lesbi, serta hak masyarakat sipil. Sejarah telah menunjukkan bahwa hanya kebinasaan yang diberikan oleh adanya kesatuan gereja dan negara"

(Fundamentalist Protestant and right- wing Catholics would impose their narrow morality on the rest of us, resisting women's rights, freedom for religious minorities and unbelievers, gay and lesbian rights, and civil rights for all. History shows us that only harm comes of uniting church and state).

Walaupun mereka mengatakan bahwa menghargai hak-hak pribadi termasuk beragama, juga sebagai bagian dari hak asasi manusia, pada dasarnya ideologi sekuler telah menjadi sebuah ideologi yang anti terhadap adanya pengaruh-pengaruh agama, sebagaimana kaum freethinker yang menjadi pelopor ideologi tersebut.

Moralitas negara hanya ada pada hukum. Tidak ada apa pun kecuali hukum. Konstitusi adalah "Tuhan" bagi seluruh manusia yang mengaku warga negara Amerika. Segala sesuatu dapat berjalan dan ditempatkan sesuai dengan hak asasinya, selama ia mengikuti aturan main dan konstitusi. Moralitas yang dikenal hanya ada satu, yaitu hukum.

Gerakan ini, tentu saja secara sadar maupun tidak sadar telah "dipasarkan" ke seluruh dunia. Hak asasi manusia--yang dijadikan primadona untuk menguasai dunia--merupakan senjata yang paling ampuh untuk ikut campur tangan ke seantero pelosok bumi. Mereka ingin memaksakan model ideologi yang menafikan dogma agama, sesuai dengan ajaran Adam Weishaupt: "membangun dunia baru" (novus ordo seclorum) .

Bagi mereka, kekuatan adalah sumber segala-galanya. Dengan kekuasaan dan kekuatan, mereka mampu mendikte negara mana pun, dan mereka tidak.segan pula mengirimkan pasukan Dajalnya untuk menundukkan kaum atau bangsa yang dianggapnya melecehkan wibawa diri mereka.

Karena itu, tidak ada alasan bagi kaum beragama untuk bercerai-berai atau saling bertikai, karena musuh bersama umat beragama yang sebenarnya adalah Dajal, para penipu global yang telah melebarkan jaringannya di setiap sudut kehidupan. Tontonlah televisi; para selebritis, iklan, serta berbagai pertunjukan musik, dan sebagainya. Semuanya hampir terlepas dari tali moral agama.
Read rest of entry

Freethought

Gelombang modernisasi telah membuat berbagai pemikiran tersebar dengan cepat dan simultan dengan memanfaatkan berbagai media supramodern. Salah satu dari pemikiran yang saat ini sedang berderap maju memasuki alam pikiran manusia di seluruh pelosok dunia adalah freethought (berpikir bebas) atau lebih tepatnya berpikir dengan melepaskan diri dari berbagai nilai atau dogma agama. Selama kerangka berpikir masih memakai stigma agama, maka itu belumlah termasuk atau dikategorikan sebagai seorang pemikir yang bebas (freethinker). Mereka berkata:

"Berpikir bebas adalah berpikir rasional. Berpikir bebas menyebabkan Anda bebas memakai jalan pikiran Anda sendiri. Sebuah cara berpikir yang dinamis, bebas dari segala kendala ortodoks dan bebas pula pikiran Anda untuk diuji."

(Freethought is reasonable. Freethought allows you to do your own thinking. A plurality of individuals thinking, free from restraints of ortodoxy, allows ideas to be tested, discarded, or adopted ).

Bagi mereka, cara berpikir bebas nilai seperti ini merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai kebenaran dan satu-satunya instrumen atau alat bagi para pencari kebenaran sejati (the truth seeker) guna mewujudkan gagasannya secara realistis; teruji dan nyata. Itulah sebabnya, para freethinkers menolak dogma-dogma agama. Karena bagi mereka, agama merupakan penjara berpikir, sebuah perbudakan yang nelangsa yang harus dimusnahkan di muka bumi ini. Agama merupakan sumber konflik dan eksploitasi yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Inilah propaganda baru yang mereka sebarkan untuk menggoda iman umat beragama. Ideologi Dajal yang sedang berhadapan muka dengan para mujahidin Islam untuk menyelamatkan martabat keunggulan agama terhadap kesombongan mereka.

Dengan sombongnya mereka mengakui bahwa cara berpikir agama adalah sebuah kepalsuan. Agama hanya melahirkan berbagai kesengsaraan, mendorong manusia untuk berperang; perbudakan, seks, rasial, dan anti dengan homoseksual.

Dengan penuh kesombongan, mereka mengatakan bahwa kebaikan bukanlah monopoli ajaran agama. Banyak orang-orang modern yang melahirkan nilai-nilai kemanusiaan, bahkan memberikan kontribusi terhadap peradaban manusia, justru bukan dari kaum agama melainkan para pemikir bebas, seperti: Albert Einstein, Charles Darwin, Thomas Edison, Bertrand Russell, Sigmund Freud, dan Friedrich W. Nietzche. Pokoknya, seseorang hanya pantas disebut sebagai pemikir bebas selama tidak terikat oleh dogma, keyakinan agama, dan mesianisme. Bagi pemikir bebas, wahyu dan iman adalah tidak sah (invalid) dari sistem berpikir modern, bahkan merupakan suatu penipuan dan ilusi belaka. Itulah sebabnya, mereka.mendefinisikan pemikir bebas sebagai orang yang melihat agama dengan dasar rasio, bebas dari pemikiran tradisional, kekuasaan, atau otoritas agama. Mereka mengakui bahwa yang termasuk dalam kelompok pemikir bebas adalah kaum ateis, agnostik, dan rasionalis (freethinker is a person who forms opinions about religion on the basis of reason, independently of tradition, authority. Freethinkers include atheists, agnostics, and rationalist)

Mereka mengakui bahwa dirinya merupakan pahlawan ilmiah yang memberikan sumbangan terhadap kemajuan peradaban manusia tanpa direpotkan oleh urusan dogma agama. Pemikir bebas adalah sosok manusia ilrniah yang melandaskan pemikirannya pada objektivitas, pembuktian dengan fakta yang diakui secara universal. Sebaliknya, agama tidak dapat dijadikan sebagai sandaran ilmiah. Karenanya tidak dapat memberikan kontribusi untuk mewujudkan dunia yang damai.

Bila umat Islam menyimak kembali ayat an-Naml ayat 82 tentang pemunculan dabbah dari bawah bumi, niscaya menjadi sangat waspada bahwa dabbah tersebut telah muncul dengan nyata di hadapan kita. Mereka yang selama ini menjadi bahaya laten, tersembunyi, dan mengorganisasikan dirinya dalam bentuk konspirasi rahasia, akan segera menampilkan sosok dirinya, yaitu "gerakan kafirisasi" yang akan memanfaatkan slogan-slogan aktual guna mengikuti arus perkembangan masyarakat. Mereka akan menjadi pendompleng nyata dalam arus tersebut. Dalam alam demokrasi, umat lslam terutama para cendekiawan dan ulamanya harus segera membentengi diri umatnya dari terpaan "buldozer kafirisasi" ini. Metode dan keteladaan dakwah merupakan salah satu benteng tersebut, di samping menanamkan satu metode berpikir yang mampu menyaingi derasnya arus globalisasi yang meniupkan berbagai ideologi yang dianggap "baru" oleh orang awam:

Freethought merupakan awal, bahkan "ibu kandung" dari berbagai ideologi kafirisasi yang berusaha untuk membongkar keimanan menuju kepada penolakan total terhadap agama. Dari mereka itu akan lahirlah sekularisme, ateisme, unitarian ateis, universalisme, dan humanisme sekuler. Dengan penuh "heroisme spartanistik" mereka menggembleng dan merekrut anggotanya, seraya melakukan cuci otak (brainwashing) sehingga para pengikut kafir itu menjadi sosok manusia militan yang siap menghantam.
Read rest of entry
 

Chat With Girls

Sumber Dana

Term of Use

Semua bebas di copy paste tanpa syarat dan ketentuan apapun, semua artikel tidak perlu anda percaya anggap saja dongeng mitos atau apapun itu menurut anda. Karena jika anda percaya kehidupan anda akan berubah, perkumpulan rahasia or secret societies akan terus memburu anda dan berkata semua ini hanya kebohongan.
Copyright © 2004-2009 by Bisnis Manado