Jumat, Juni 23, 2006

Siapakah Lia Eden?

Profil Bunda Lia


Latar Belakang

Lia Eden (dulu dikenal umum dengan nama Lia Aminuddin) lahir di Makasar pada tanggal 21 Agustus 1947. Terlahir dengan nama asli Syamsuriati, Lia Eden adalah anak ke-2 dari 5 bersaudara. Ayahnya, adalah seorang pebisnis Bugis yang aktif di Muhammadiyah dan kegiatan keagamaan. Walaupun keluarganya mempunyai latar belakang religius, Lia Eden tidak mempunyai pendidikan khusus dalam bidang agama, bahkan dia tak pandai mengaji Al Qur’an. Keberagamaan Lia Eden adalah keberagamaan awam sebagaimana masyarakat kebanyakan.
Lia Eden besar dan menempuh pendidikan di Surabaya. Secara formal, Lia hanya memiliki ijazah SMP. Pendidikan SMA ditempuhnya sampai selesai, tetapi Lia tak mengambil ijazah SMA-nya.

Lia Eden menikah dengan Aminuddin Day, yang saat ini menjadi dosen senior di fakultas Teknik Universitas Indonesia. Dari perkawinannya dengan Aminuddin, Lia Eden dikaruniai 4 orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan. Keempat anaknya memiliki pendidikan yang baik dan saat ini menekuni karir pekerjaannya masing-masing.

Sebelum terlibat dengan urusan spiritual sebagaimana saat ini, Lia Eden lebih dikenal sebagai tokoh wanita dan diidentikkan dengan bunga kering. Sebagai perangkai bunga kering, Lia telah dikenal luas dengan berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional. Lia telah berkali-kali menyelenggarakan pameran bunga kering, baik bersama-sama maupun sebagai eksibisi tunggal karyanya. Bahkan, Lia sempat menjadi pemandu acara merangkai bunga kering di televisi.

Selain dikenal luas sebagai perangkai bunga kering, Lia Eden juga aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan sosial. Selama bertahun-tahun Lia aktif menyantuni narapidana. Selain mengurusi berbagai kepentingan narapidana, Lia aktif memberikan pendidikan keterampilan kepada para narapidana, diantaranya Lapas Wanita Tangerang dan Lapas Cipinang melalui Yayasan Fajar Harapan yang didirikannya.

Sebagai tokoh wanita yang supel, Lia Eden memiliki lingkungan pergaulan yang sangat luas. Pada masa keaktifannya di bidang sosial Lia akrab bergaul dengan tokoh-tokoh nasional, baik dari kalangan pejabat, pengusaha, seniman, bahkan dengan Ibu Tien Soeharto, ibu negara yang sangat berpengaruh pada waktu itu. Ketokohannya dalam bidang pendidikan keterampilan dan usaha kecil sempat membuahkan penghargaan Upakarti. Lia juga pernah dipilih sebagai salah seorang tokoh Wanita Indonesia oleh KOWANI dan Menteri Urusan Peranan Wanita.

Tapi sejak Tuhan mendatanginya dan membukakan takdir yang harus dijalaninya, kehidupannya berubah 180 derajat. Di usianya yang tak muda lagi, dia harus membawa beban sangat berat yang disandangkan Tuhan tanpa keinginannya. Betapapun dia terkadang merasa tak kuat membawakan beban itu, dia tak memiliki jalan lain kecuali bersetia kepada Tuhan yang dicintainya dengan sepenuh dirinya. Tuhan-lah yang menguatkannya hingga dia sanggup meniti takdir-Nya yang Maha Besar ini.

0 Comment:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar anda, atau tamba informasi anda jika ada.

 

Chat With Girls

Sumber Dana

Term of Use

Semua bebas di copy paste tanpa syarat dan ketentuan apapun, semua artikel tidak perlu anda percaya anggap saja dongeng mitos atau apapun itu menurut anda. Karena jika anda percaya kehidupan anda akan berubah, perkumpulan rahasia or secret societies akan terus memburu anda dan berkata semua ini hanya kebohongan.
Copyright © 2004-2009 by Bisnis Manado