Kamis, Januari 29, 2009

Satrio Piningit Weteng Buwono

Aliran ini dipimpin oleh Agus Imam Solichin. Setidaknya anggotanya 40 orang,
Anggota aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono biasa melakukan persetubuhan dalam ritual mereka. Persetubuhan disaksikan para anggota di bawah sorotan lampu.

Menurut pemimpin aliran Satria Piningit Weteng Buwono, Agus Imam Solihin, seperti dituturkan A Kusmana -- pemilik rumah yang dijadikan tempat ritual di kawasan Kebagusan-- ritual persetubuhan adalah untuk menggambarkan penciptaan Nabi Adam.

Kata A Kusmana seperti dituturkanya, setiap ritual dilakukan lebih dari enam pasangan. Agus bahkan pernah menghukum pengikutnya karena melakukan kesalahan dengan bertelanjang selama lebih dari satu hari.

Ritual lainnya yang diajarkan Agus adalah memandikan para pengikutnya yang laki-laki dan wanita secara bersamaan dalam keadaan telanjang.

Aliran Satria Piningit digerebek polisi petugas pada Senin 26 Januari 2009 lalu di kawasan Jalan Kebagusan 2, RT 10 RW 6, Momor 37, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ritual Persetubuhan Ditonton Anggota

Selain melakukan ritual persetubuhan dengan bertukar pasang dengan sesama anggota, aliran Satria Piningit Weteng Buwono juga tidak mewajibkan anggotanya untuk salat dan berzakat.

Ritual persetubuhan dengan sesama anggota aliran boleh ditonton oleh anggota lainnya, kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisari Besar Zulkarnaen Adinegara.

Kasus aliran ini terbongkar saat dua anggota aliran tersebut yaitu Tumali dan Ari Widiyanto datang ke kontrakan mereka di Kebagusan untuk mengambil barang yang tertinggal. Keduanya mengambil barang karena tempat ritual telah pindah ke Bekasi. Warga yang emosi kemudian menangkap keduanya.

Hal ini yang kemudian membuat polisi mengamankan keduanya dan melakukan pemeriksaan.

Pada tahun 2007 mereka telah diusir paksa oleh warga yang merasa jijik mendengar perbuatan meraka.

Polisi kemarin menggerebek aliran sesat Satrio Piningit Waten Buwono. Aliran ini memiliki 13 ritual termasuk melakukan persetubuhan dengan bertukar pasangan yang ditonton oleh anggota mereka.

Anggota Diajarkan Menggugurkan Rukun Islam

Awalnya pemimpin aliran Satria Piningit Weteng Buwono Agus Imam Solihin memberikan pelajaran tentang Islam.

Namun lama-kelamaan yang diajarkan adalah melarang salat, puasa dan berzakat.

Menurut A Kusumah, pemilik rumah yang dijadikan tempat ritual di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, ajaran yang ditularkan kepada anggotanya menggugurkan rukun Islam.

Namun di sisi lain, Agus juga mengajarkan untuk sabar dan ikhlas serta tawakal. Ajaran itu agar jasad para anggota yang telah meninggal bisa dibawa ke singgasana milik tuhan. Jasadnya tidak akan mati, tutur A Kusumah kepada VIVAnews, Rabu, 28 Januari 2009.

Aliran Satria Piningit digerebek polisi petugas pada Senin 26 Januari 2009 lalu di kawasan Jalan Kebagusan 2, RT 10 RW 6, Momor 37, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Aliran ini memiliki 13 ritual termasuk melakukan persetubuhan dengan bertukar pasangan yang ditonton oleh anggota mereka. Pengikut aliran ini biasa melakukan ritual tanpa sehelai pakaian. Biasanya dilakukan pada malam Jumat.

Ritual Seks Karena di Akherat Ada Kamasutra

Menurut salah satu mantan anggota aliran Satria Piningit Weteng Buwono, mereka tidak bertukar pasangan. Namun hanya melakukan ritual seks secara bersama-sama.

Hal ini diungkapkan Eko, 25 tahun. Eko yang enggan menyebutkan nama lengkapnya adalah keponakan A Kusmana, pemilik rumah yang dijadikan tempat ritual di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Ritual seks hanya dilakukan dua kali. Pasangan berhubungan badan di depan dia (Agus Imam Solihin, pemimpin aliran) dan di depan pengikut yang lain, kata Eko kepada VIVAnews, Rabu, 28 Januari 2009.

Ritual seks dilakukan atas perintah Agus Imam Solihin. Alasan melakukan ritual seks karena di akherat nanti juga akan telanjang. Di akherat nanti juga akan diajarkan Kamasutra, ujar Eko.

Namun menurut pengakuan A Sukmana ritual bersetubuh dengan bertukar pasangan pernah dilakukan. Ada enam pasangan melakukan hubungan seks di bawah sorotan lampu.

Eko mengatakan, jika mengikuti ajaran Satria Piningit dipercaya tidak akan dimatikan. Semua akan tinggal di aras (singgahsana Tuhan), kata Eko.

Saat ditanya mengapa bisa percaya? Eko mengatakan, tadinya dia begitu saja mempercayainya. Sebab prosesnya tahunan. Tidak pertama kali kenal langsung menjanjikan. Kami terkesima karena itu, tandasnya.

Aliran Satria Pingit digerebek petugas pada Senin 26 Januari 2009 di kawasan Jalan Kebagusan 2, RT 10 RW 6, nomor 37, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Aliran ini memiliki 13 ritual termasuk melakukan persetubuhan dengan bertukar pasangan yang ditonton oleh anggota mereka.

Hanya anehnya, warga yang tinggal dekat markasnya di Jakarta Selatan ini tidak merasa terganggu. Malahan katanya orangnya baik-baik. Itulah mengapa sejak 2002 kegiatan mereka tidak pernah terbongkar sampai ada kasus anggota yang meninggal tahun lalu.

1 Comment:

Ritual Seks on Min Feb 01, 08:19:00 AM 2009 mengatakan...

emang enak deh, aku aj jd anggota benar2 puas apalagi children of god bener2 makyus

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda, atau tamba informasi anda jika ada.

 

Chat With Girls

Sumber Dana

Term of Use

Semua bebas di copy paste tanpa syarat dan ketentuan apapun, semua artikel tidak perlu anda percaya anggap saja dongeng mitos atau apapun itu menurut anda. Karena jika anda percaya kehidupan anda akan berubah, perkumpulan rahasia or secret societies akan terus memburu anda dan berkata semua ini hanya kebohongan.
Copyright © 2004-2009 by Bisnis Manado