Senin, Februari 02, 2009

Orang Minang Keturunan Yahudi

Ok!!! kembali lagi bahasan kita ke dalam negeri, karena sekarang ini lagi marak isu tentang Israel dan bangsa Yahudi, bahkan di Indonesia Israel telah dikutuk dan dikatakan musuh Islam. Namun sepertinya Israel tidak bisa dikutuk ada yang mengatakan kalau Israel memang sudah terkutuk, memang Tuhan sendiri sudah janji, jadi apa yang dicapkannya tidak boleh dijilat, jadi apa boleh buat. Bahkan Yesus Kristus pun mati ditangan Yahudi lewat tangan para imam Yahudi, jadi secara tidak langsung umat Kristen pun mengutuk Yahudi, seperti Vatikan dan Gereja-Gereja dunia yang melarang anggotanya untuk bergabung dalam organisasi bentukan Yahudi seperti freemasonry, templar, kabbalah, dll

Lalu apakah benar tindakan rakyat Indonesia mengutuk Israel si Yahudi? Arab tidak suka dengan Israel sudah dari dulu sejak jaman nabi Ibrahim or Abraham, dia punya anak dari Hagar budaknya dan dinamakan Ismail dari sini kemudian menjadi moyang bangsa Arab dari Sarah istri tercintanya lahir anak Yakub, Yakub inilah yang disebut sebagai israel, yakub punya 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku Israel. Hagar dan Ismail akhirnya di usir, dari sini bangsa Arab dendam dengan keturunan Israel. Klo Kristen sudah jelas dari aliran yang dianggap menyimpang dengan ajaran Kristus yang pada akhirnya terjadi banyak pembunuhan di Eropa pada jaman kegelapan, tapi sebenarnya lebih ke arah peperangan pihak kerajaan dengan para penemu mata uang karena Bank yang menemukan memang Yahudi, silahkan lihat sejarah terbentuknya Bank yang mengakibatkan Yahudi menguasai perekonomian.

Lalu apa sangkut pautnya Indonesia dengan Israel? sebenarnya tidak ada.... :D jadi sebenarnya selama ini yang sibuk-sibuk perang dan ini itu adalah ketiga golongan tadi, tapi ketiga golongan tadi memang mempunyai keturunan yang banyak di dunia terutama Indonesia ini, Arab dan Eropa, (Vatikan, Kristen) sudah jelas. Yahudi tidak, jarang di ketahui untuk pertama saya akan memberi tahu suku Minangkabau yang katanya keturunan Yahudi terlepas ini benar atau tidak terserah anda tidak penting juga untuk percaya atau tidak. Saya anggap ini hanyalah cerita boongan yang bagus di buat novel.

Minangkabau

Yahudi

Artikel ini aslinya bahasa Inggris dapat dilihat di http://www.ziddu.com/download/3375466/minangkabauyahudi.txt.html

B'nai Jacob (Minangkabau), Suku Yahudi yang hilang dari Sumatera Barat??

Hampir semua orang Minang percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari dataran tinggi di Sumatera yang dipimpin oleh Raja Alexander Agung atau Izkandar Zulkarnain..

Menurut Sejarah Kristen, raja tersebut hidup dari zaman 356 SM sampai 323 SM

Dia juga dikenal sebagai Raja Alexander III dari Macedonia, seorang pemimpin militer yang paling berhasil sepanjang zaman dan dianggap tidak bisa dikalahkan dalam setiap pertempuran. Di zamannya, dia sudah menguasai kebanyakan daerah yang sudah dikenal.

Ayahnya adalah Philip II yang menyatukan kebanyakan kota2 di dataran utama Yunani dalam kepemerintahan Macedonian dalam sebuah Negara federasi yang disebut Persatuan Corinth (League of Corinth)

Raja Alexander menguasai daerah-daerah termasuk Anatolia,Syria,Phoenicia,Judea,Gaza,Mesir
Bactria,Mesopotamia (Irak),dan dia memperluas batas-batas imperiumnya sejauh Punjab,India.

Menurut AlQuran, Zulkarnain juga sempat mengunjungi China dan membantu membangun Tembok Besar China

Alexander menyatukan banyak suku-suku asing ke dalam kesatuan tentaranya, yang akhirnya membuat para cendikiawan menganggap dia sebagai seorang Bapak Penyatuan. Dia juga
Mendorong pernikahan antara tentaranya dengan suku2 asing tersebut,dan dia sendiri juga menikahi 2 putri dari suku-suku asing tersebut

Daerah paling terpopular yang pernah ia kuasai adalah Alexandria (Mesir) atau dalam bahasa arab Iskandariyah,dinamai sesuai namanya.

Al Quran menyebutkan Raja Alexander dalam beberapa ayat antara lain Al Kahfi 83-89

Diantara tentaranya, ada beberapa suku Yahudi yang ikut yang dikenal sebagai B’nai Jacob (Anak dari Nabi Yakub)

Hari ini,para keturunannya menyebut dirinya sebagai orang Minangkabau, yang didapat dari kata-kata generasi mereka sebelumnya “Bainang Ka Yakubu” atau aslinya B’nai Yakub
(sesuai lidah generasi pertama)

Selama kunjungan Alexander ke Asia Timur,Pernikahan besar-besaran antara tentara Alexander dan suku asli Asia timur terjadi sesuai perintah Alexander,karena China adalah tempat yang sangat damai untuk beristirahat,dan tentu saja,karena raja tidak membawa wanita di dalam tim tentaranya.

Dan hasilnya, pria dari suku Yahudi B’nai Yakub menikah dengan wanita-wanita dari suku di China dan membawa kebudayaan dari masing-masing adat.

Dari Cina, Raja melanjutkan berlayar ke Laut Cina Selatan dan memutari Selat Malaka menuju pantai barat Sumatera.

Beberapa keluarga percampuran Yahudi-China tersebut memutuskan untuk menetap, yang lain mengambil rute lain ke India dari jalur Nepal

Ketika mereka sampai diantara pulau Siberut dan dataran utma Sumatera mereka dapat Melihat puncak Gunung Merapi.

Jika anda pergi naik Speedboat dari Pelabuhan Ikan Padang,Muara dan pergi ke Pulau Siberut, sekitar 2 jam setelah meninggalkan pulau utama, dengan cuaca yang baik,anda akan bisa melihat Gunung merapi nun jauh disana. Kelihatan mistik. Sekitar 4 jam dengan boat dari Padang ke Pulau Siberut.

Merapi adalah sebutan sekarang,kata ini diturunkan dari kata “Marave”, bahasa Aram yang berarti “tempat yang paling tinggi”

(ada lagu daerah yang terkenal yang diambil dari cerita kuno yang mengatakan “Sajak
Gunuang Marapi sagadang talua itiak.” Yang berarti “sejak Gunung Merapi sebesar telur itik)

Bahasa Aram adalah bahasa Ibu dari Bahasa Arab dan Ibrani.Bahasa ini dipercaya sebagai bahasa yang dipakai Nabi Ibrahim A.S dan dan tidak diragukan lagi begitu juga dipakai Raja Alexander juga.

Di dekat Gunung Merapi, Raja menemukan tempat yang sesuai untuk mengakhiri perjalanan. Dia meminta tentaranya yang menikah untuk memulai membuat tempat yang lebih permanent.

Dalam istilah kuno orang Minang, Kata yang berarti memulai untuk membuat tempat perlindungan adalah “taruko” yang ternyata berakar dari bahasa Aram “tarukh” atau “tarack” dan bahasa Ibrani.

Alexander kemudian wafat disana dengan damai dan dikuburkan di pemakaman mewah bernama Pariangan (Taman Pharaoh)

Hari ini,pengunjung dapat dengan mudah menemukan kuburan sepanjang 7 meter disana dan itu diyakini sebagai tempat peristirahatan raja (saya pernah mengunjungi tempat itu tapi tidak memiliki kesempatan untuk secara tepat mengukurnya)

Salah satu istri Alexander Boendo Kendon (bahasa Aram yang berarti isteri yang tercinta) melahirnkanseorang anak satun2nya yang bernama Than Kendon (bahasa Aram yang berarti Anak tercinta) atau sekarang lebih dikenal sebagai Dang Tuanku


Sebelum wafat, Alexander mewariskan satu set peraturan yang disebut Tamvo Alam (bahasa Aram yang berarti Kitab Pengakuan”) yang menjelaskan adat-adat untuk rakyatnya


(Hari ini,orang Minang masih bersandar kepada buku petunjuk tersebut untuk memecahkan masalah dan kompleksitas yang terjadi di komunitas mereka)

Kitab yang sekarang disebut “tambo” menyebutkan aturan2 tertentu yang sangat tegas
Mengenai matrilinear yang juga sangat umum dipakai oleh bangsa yahudi sekarang

Aturan Matrilinear sekarang disebut sebagai Ad Tho’t,Bahasa aram untuk “kepatuhan” atau Adat.

Adat mengatur bahwa, seluruh barang termasuk harta warisan tidk terbatas hanya tanah saja,rumah dan sawah hanya boleh diberikan kepada wanita saja

Catatan:
Islam datag ke dataran Minangkabau kira-kira pada abad ke 13 dang mendapatkan tentangan keras dari Kaum Adat. Ketika Ajaran wahabi datang, pada abad ke 18, sebuah kompromi terjadi antara agama dan adat Minangkabau dan dikenal sebagai Adat Basandi Syara’,Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendi Syariat Islam,Syariat Islam bersendi Al Quran)

Sistem Matrilinear masih menyisakan jejak2nya sampai Sekarang.Bahkan Sheikh Minangkabauwi, seoran ulama kelahiran Sumatera Barat memutuskan untuk menetap dan menjadi imam di masjidil haram di mekkah ketimbang kembali ke kampong halamannya untuk menunjukkan ketidaksukaanya terhadap system yang dia sebut kafir.


Untuk menjaga dan menyakinkan Adat benar-benar menjadi pola-pola perilaku Kaumnya, raja Alexander menunjuk penasehatnya yang bernama Raphael (Perpatih) dari suku B’nai Yakub dan Tun Gong (Tumenggung) dari suku China

Rafael memimpin dan menjaga kepentingan keluarga Carta (Koto) dan Phillip (Piliang) sedangkan Tun Gong memimpin keluarga Bong Ti (Bodi) dan Chan Yah Goh (Chaniago).

Setelah itu,semua keturunan Perpatih dan Tumenggung dianugrahi gelar “Datuk” yang berasal dari nama “Dan Tuanku” yang meninggal di usianya yang cukup muda

Dilihat dari kesamaan dengan atribut bangsa Yahudi seperti aturan warisan berdasarkan matrilinear dan karakternya yang berbeda dengan rata-rata orang Indonesia kebanyakan, Seorang dari suku Minang tidak jarang diprediksikan sebagai “Bangsa Yahudi Indonesia”

Tapi sayang,kerabatnya di Israel mungkin tidak terlalu senang mendapat berita ini karena
Fakta menyebutkan bahwa semua orang Minang adalah umat Muslim

Sayheart Bougart

Lalu apakah adalagi suku Yahudi di Indonesia? nantinya satu-satu klo bahas semua kepanjangan. Banyak kok tempat ibadah Yahudi di Indonesia nanti saya akan beritahu berikut foto-fotonya. Yang penting kita harus junjung tinggi Nasionalis Indonesia dimana Indonesia bangsa yang jauh lebih pintar. Jadi urusi bangsa Indonesia dulu jika sudah maju maka bisa bantu bangsa lain, yang terbukti tidak membantu kita saat kita susah.

164 Comment:

Akmal on Sel Feb 03, 11:40:00 AM 2009 mengatakan...

kalau percaya sama artikel di atas berarti gak pernah baca Qur'an dan gak paham sejarah... Dzulqarnain dalam Al-Qur'an itu orang soleh, masak disamakan dengan Alexander dari Macedonia yg jelas2 kafir... cape deee...

Tio Alexander on Sen Feb 16, 03:43:00 PM 2009 mengatakan...

Dzulqarnain itu adalah Pharaoh Amenhotep IV, yang bernama Akhenaten. Beliau adalah anak dari Pharaoh yang tenggelam di laut merah karena mengejar Nabi Musa. Akhenaten sendiri adalah murid dari Musa, dan beliaupun seorang Rasul yang diutus Allah untuk bangsa Mesir dan China. Beliau tidak bisa disamakan dengan Alexander The Great yang jelas-jelas menganut paganism. Beliau hidup di masa Musa yang berarti 1300 tahun SM, karena itulah salah kalau beliau kita sebut-sebut sebagai Alexander. Beliau berasal dari etnis arab (sebagian besar firaun berasal dari arab) bukan etnis yahudi.

Minangkabau sendiri berasal dari "Menang kerbau", sesuai sejarah Nusantara. Melihat dari perawakan orang Minang, mereka adalah keturunan etnis Yunan dan etnis Zhengguo (China) yang kini menjadi etnis melayu. [Harap bedakan antara melayu (Sumatera) dengan Malaka (Malaysia)] Kemudian, melihat dari pakaian dan arsitektur mereka, lebih tepat arti "menang kerbau" dilihat dari bentuk tanduk kerbaunya.

Anonim mengatakan...

BANGSO BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG

Edisi - Revisi

Batak - Israeli)

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat,
negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari
dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama
Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini
disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.
Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas
kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai
sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan
bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan
dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi
lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.

Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa
Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara
Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun
banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain,
terserak diseluruh dunia.

Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan
orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke
negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak
pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga
dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa
perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan
hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian
kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok
penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina,
tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk
Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak
mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah
Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan
sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur dengan
penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di
negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam.
Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup
di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti
Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir
tebal, rambut keriting, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut
Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu
memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang
merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan.
Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari
mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan
transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya
mengapa ada Israel hitam.

Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-
perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita
tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya
mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang
dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era
Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak
yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu,
dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang
konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan
bahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel
kuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Toba
sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang
memberikan perhatian terhadap hal ini.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra),
adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang,
pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan
sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.

Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD),
sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA
diantara bangsa-bangsa.

Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di
Hindia yang berdekatan dengan India. Sumatera juga merupakan salah
satu pulau di Lautan Samudera Hindia.

Bandingkan Yesaya 11:11: Pada waktu Tuhan akan mengangkut pula
tangaNya untuk menebus sisa-sisa umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD)
yang tertinggal di Asyur, dan di Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan
di Elam, di Sinear, di Hamat dan
di Pulau-pulau di Laut.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta
dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi,
guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik
Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan
tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam
Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama,
dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar
Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah
keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi
karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka
bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang
Melayu.

Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel
dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk
pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke
pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.

Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria.
Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga
dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai
orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan itu
terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan
menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam
ke perut bumi.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel
bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik
Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat
untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberi
bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku
yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman
untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur
sejarah dan spiritual.

Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel
kuno adalah sebagai berikut:

1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)

Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui
garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang
tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya
dianggap na lilu - tidak tahu asal-usul - yang merupakan cacat
kepribadian yang besar.

Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang
sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian
Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka
yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang
ditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud
dan pihak ibuNya (Maria).

Catatan:

MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah
(patrilineal) .Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis
keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayah
merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang
meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini,
dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu.
Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak
sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.

Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echols
adalah CLAN, yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain,
Marga bias berarti Warga, dari bahasa India (Sansekerta,
kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga Tampubolon,
berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan KAUM
LEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.

TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.
Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila
orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya
Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui
apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan
panggilan “ampara” atau “marhula-hula” dengan
panggilan “lae/tulang” . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah
ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan
ayah/bibi), “Amangboru/Makela” ,(suami dari adik ayah/Om), “Bapatua/
Amanganggi/ Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/adik) ,
PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang
dapat kita jadikan istri, dst.

2). Perkawinan yang ber-pariban

Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak,
tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan
untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup
report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini
tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam
bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni
tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan
yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau
anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.

Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-
isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah
perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah
terjalin dengan perkawinan.

Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub
menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel.
Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu
dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel
kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan
perkawinan seperti itu.

3). Pola alam semesta

Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua
ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua
toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola
yang sama.

4). Kredibilitas

Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern,
setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah
tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang
tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang
pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang
diberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja
sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat
penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan
pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga
demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar
sebagai jaminan janji (Kej. 38).

5). Hierarki dalam pertalian semarga

Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-
laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan
terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan
perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis
keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari
Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang
(bandingkan dengan Rut 1:11).

Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan
saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah
tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu
kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam ini
diringkaskan dalam ungkapan orang Batak : “Mardakka do salohot,
marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.

Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan
Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas
ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis
silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia
mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami
Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika
ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya,
mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang
paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka do
salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

6). Vulgarisme

Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-
beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah:
son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini.
Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan
serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.

Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang
spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut
sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk
dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang
dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah
serapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege,
hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira
begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak
kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.

Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol
kehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa
dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme
seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya
serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis
sama dengan sumpah serapah orang Batak).

7). Nuh dan bukit Ararat

Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar
yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur
ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah
tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab.
Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku
Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan
kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit
Pusuk Buhit.

Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli
Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah
puncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada
bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput
gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar
mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya
setelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk
Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang
mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.

Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena
setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi
berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk
pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi
Pusuk Buhit.

8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)

Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-
belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang
terkait. Alasan ini sangat praktis.
Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari
kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah
lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering
alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat
mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.

Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah
sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir
ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam
Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang
belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh
seorang nabi).

9). Peratap/Ratapan

Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota
keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka
menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan
menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung.
Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair
kematian dan syair kesedihan hati.

Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka
mangandung ad 676 alah satu bentuk seni yang menuntut keahlian.
Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan
sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yang
pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan
kehadirannya pada setiap ada kematian.

Di desa-desa, terutama di daerah leluhur - Tapanuli - tidak
mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga
dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat
setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung
hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan
sangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati
memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar,
sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian
si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap
adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga
dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik
yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.

Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-
andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan”
Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah
meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah
tentang mendiang familinya itu.

Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika
Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar
para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.
Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel
kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati
bukan pada acara kematian.

10). Hierarki pada tubuh

Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi
martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai
permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah.
Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak
kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada
seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah
telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak
kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh
seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.

Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu
diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa
Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap
dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang
lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap
dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

11). Tangan kanan dan sisi kanan

Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat
kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kali
berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena
terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak
tercatat aktivitas sisi `kanan’ yang melambangkan penghormatan atau
kehormatan.

Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang
menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca
Kejadian 48). Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan
hierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8,
Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

12). Anak sulung

Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan
bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan
berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika
ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan
mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh
anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu
martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu
adalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar,
memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yang
melekat pada anak sulung.

Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi
tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku
Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah
anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22,
34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9,
Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan
18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

13). Gender

Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan
silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik
orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama
terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak
perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam
Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali
jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu
Yesus). Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan
karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-
nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.
Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa,
tetapi anak laki-laki, red.

13). Kemenyan BATAK TOBA

Ada cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera
Utara. Salah satu persembahan yang dibawa tiga majuz atau
cendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang baru dilahirkan di
Betlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupa
kemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewat
cerita turun-temurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itu
dibawa dari Pelabuhan Barus, yang dulu pernah menjadi pelabuhan
besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita itu semakin
bergulir mengingat sebagian besar penduduk Tapanuli beragama Kristen
dan Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus.

Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari cerita
itu bisa terlihat bahwa sampai sekarang pun getah harum bernama
kemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut haminjon, itu begitu erat
dengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan dan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan Bupati
Tapanuli Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangat
menyejahterakan masyarakat Tapanuli.

Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. “Nenek saya
pedagang kemenyan,” tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936
neneknya sudah mempunyai mobil untuk mengangkut kemenyan dari
Tapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu kilogram kemenyan
sama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petani
dan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satu
gram emas. Satu kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16
kilogram) beras. Selain cerita tentang persembahan dari timur untuk
Nabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di Tapanuli.
Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah ada
ratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.

14). Pemberian Nama Bayi yang Lahir Tujuh Hari

Di dalam tradisi Parmalim - Agama Leluhur Batak Kuno, setiap anak
bayi yang lahir selama tujuh hari harus di bawa ke Pancur untuk
Permandian dan sekaligus pemberian nama. Permandian bayi yang sudah
tujuh hari itu diserahkan ke Imam Parmalim. Setelah itu diberi nama
dengan diadakannya Pesta Martutu Aek.

Memang tidak ada sunat, tetapi beberapa suku Israel seperti Bene
Menashe di India dan Suku Chiang Min pun melakukan hal yang sama.
Karena apa? Karena mereka sudah melalui generasi ke generasi,
asimilasi, masuknya unsur-unsur lokal dan sebagainya, seperti nama-
nama dewa-dewi sesembahan lokal dimana mereka tinggal. Seperti
itulah, tetapi identitas keaslian mereka sebagai keturunan Israel
masih kelihatan. Seperti budaya, adat, Agama -Kepercayaan
Monotheisme (meskipun masuknya paham lokal setempat), dan beberapa
kebiasaan yang berbeda dengan suku - suku yang lainnya.

15). Monoteisme Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim

Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba

Parmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur
batak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab-
kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim.
Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang
menjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang
ke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih.

Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalim
sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.

TUHAN menurut Hamalimon –Parmalim – Ugamo Malim

Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang
Besar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak
bermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu
wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dan
tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha
Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh
dari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa
mengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat
Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.

Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan
Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan
membeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalah
Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk
kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama
asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu
Mulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).

Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia
yakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu
diperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gereja
pertama di Desa Pancuran, Barus.

Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9,
diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420
talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau.
Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-
Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s.
berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-
Na fiha). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati
Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir
itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat
pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis
Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang
Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-
15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di
sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.

Secara “teologis” bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganut
paham monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena
tujuan akhir semua doa mereka tetap diarahkan kepada debata Mulajadi
Nabolon (Tuhan Pencipta langit dan bumi). Ini hal yang luar biasa
uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak
menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno
yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan
kurun waktu ribuan tahun.

Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual)
Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta
memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat
melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.

Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7
aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan
tersebut adalah :

1. Martutuaek (kelahiran)
2. Pasahat Tondi (kematian)
3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan
Simarimbulubosi)
7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)

Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim” harus
menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati dan
mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh
berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya. Diluar
hal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan daging
babi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta darah.

Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannya
dalam kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapat
kehidupan roh suci nan kekal.-Kata bijak Ugamo Malim

Secara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan Ugamo
Malim atau lebih dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turun
temurun, seperti yang dikatakan Raja Marnakkok Naipospos selaku Ulu
Punguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar di Desa Hutatinggi
Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malim
layak menjadi sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaran
aliran ini juga terdapat nilai-nilai religius yang bertujuan menata
pola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik sesama maupun
kepada Pencipta.

Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan,
ajaran Parmalim menuntut manusia agar hidup dalam kesucian,”
jelasnya kemudian menerangkan secara detail asal-muasal kata
Parmalim yang berasal dari kata “malim”.

Malim berarti suci dan hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkan
Oppu Mulajadi Nabolon
atau Debata (Tuhan pencipta langit dan bumi). “Maka, Parmalim dengan
demikian merupakan orang-orang mengutamakan kesucian dalam
hidupnya,” jelas Marnangkok. Yang kami puja tak lain adalah Oppu
Mula Jadi Na Bolon bukan”begu” (roh jahat),” katanya.

“Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadap
Parmalim.” Marnangkok kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolon
adalah Tuhan pencipta alam semesta yang tak berwujud, sehingga Ia
mengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya (parhiteon), yakni
Raja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi.
Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon)
serta jasa-jasanya yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomi
Bangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri berarti ditakdirkan untuk hidup
menderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup sama miskin
seperti rakyatnya.

Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja dan
utusan-utusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepada
Debata. Ugamo Malim diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaran
Kristen dan Islam masuk ke daerah itu. Hidup dalam kepasrahan.
Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak Parmalim
yang mengatakan: “Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so
diakkui Debata pangalahon ta.” (Tidakklah begitu berarti pengakuan
semua bangsa terhadap kita, dibandingkan pengakuan Tuhan terhadap
perilaku kita).

Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atau
Tua-Tua Batak Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi para
raja. Padahal Singa tidak ada di Tapanuli, yang ada hanyalah
Harimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya Suku
Yehuda yang dijuluki Singa Yehudah.

Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, Pemimpin
Parmalim, ” Untuk apa
pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhan sendiri tidak mengakui
perbuatan kita di dunia ini?” Nampaknya, perjuangan Ugamo Parmalim
sudah berujung pada kepasrahan. Dalam kepasrahan ini tentu saja
masih ada harapan. Tapi, harapan itu bukanlah berasal dari dunia,
melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon. Dalam harapan itu, ada pula
ketaatan untuk selalu mempertahankan hidup suci.

Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, “Berilah
kepada kami
penghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia ini
dan berilah kejernihan dalam pikiran kami.” Mereka yakin Debata
hanya akan memberkati orang yang menangis. Nah, dalam kepasrahan
yang berpengharapan inilah mereka hidup. Dalam keterasingan itu juga
mereka menyerahkan hidupnya pada “kemaliman” (kesucian). “Parmalim
adalah mereka yang menangis dan meratap,” katanya.

Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan
larangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah
Ugamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya seperti
Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalam
menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau
melakukan kegiatan apapun. Atau melakukan ucapan syukur dilakukan
umat Parmalim setiap hari Sabtu.

Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: “Samisara itu
hari ketujuh bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu,
supaya berlaku untuk selamanya.
Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisa
bingung. Makanya kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu.”
Kewajiban lain di antaranya adalah Martutu Aek, yakni pemandian bayi
yang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat Tondi yaitu ritual
sebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan Pangkaroan
Hatutubu ni Tuhan.

Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di
antaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan
seperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darah
dianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaran
Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepada
Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan
pelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia
dapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan
hingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.

Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual
besar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap
tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti Parningotan
Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima),
yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli.
Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini para
Parmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. “Ini merupakan tanda
syukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan,” kata
Marnangkok.

Catatan: Dalam Kitab Paramalim, yakni Tumbang Holing, terdapat kisah
manusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa
digoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim
itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh
sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis
Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan
Batak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung
mendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang,
sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkan
cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah-
rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah
tentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari
Ophir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheisme
Israel terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim –
Hamlimon – Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.

Bahkan, Istilah Anak Ni Raja, dalam bahasa BATAK, yang berarti Anak Raja mengacu kepada Si Raja Batak sebagai keturunanRaja Shalomo (Yang terkenal Kebijaksanannya atau Berhikmat), anak dari Raja Israel yang terkenal, Raja Daud (Terkenal Kepahlawanannya dan Ketakwaannya).


Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk
membeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak
jumlahnya. Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahli
statistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain
yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa
Israel kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasi
sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, serta
kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang
lebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku
Batak Toba bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa
jadi lebih.

Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku atau
bangsa atau budaya tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesan
seolah-olah menonjolkan superioritas suatu budaya tertentu, hal itu
semata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatu
etnis atau Bangso Batak Toba. Keberadaan unsur asing dalam
kebudayaan suatu bangsa adalah sebuah kewajaran. Penyerapan unsur
asing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti menunjukkan
inferioritas kebudayaan yang menyerapnya.

Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasi
positif dengan banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkan
oleh komunitas budaya bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksi
suatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbal
balik, tidak pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahami
sebagai upaya menampilkan kemungkinan terjadinya pertukaran nilai
budaya dalam rentang waktu beberapa abad antara Timur dengan Barat.

Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontak
dengan Barus, Tapanuli dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India,
Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu milenium sebelumnya,
hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad sebelum
masehi).


http://pormadi.wordpress.com/2008/01/02/bangso-batak-toba-keturunan-israel-yang-hilang/


Shalom

King David

Anonim mengatakan...

Anggapan kalau orang Yahudi itu Matrilineal adalah SALAH....

Karena Matrilineal tidak dikenal di kitab TORAT, NEVI'IN dan Ketuvim atau disebut Tanakh.

Silahkan diklik disini:
http://www.jewishjustice.com

Yahudi berdasarkan Matrilineal itu berdasarkan kitabTALMUD bukan Tanakh. Kitab Talmud itu ditentang oleh Yesus Kristus sendiri.

Lihat di web ini siapa pembuat Kitab Talmud dan asal usulnya:
http://incogman.wordpress.com/2008/04/24/the-jews-who-are-not-the-ancient-israelites/


Lalu Siapakah Yahudi itu yang sebenarnya? Silahkan baca....


Who Is Jew


The term Jew has been around for nearly 4000 years and it was first coined by Lëia who named her son Jew. She did not pronounce it as Jew, as we do today, but rather as Yähudäh. Taking a long journey through several languages, from Hebrew to Aramaic, through Greek to Latin, and on into French and finally English, Yähudäh was transformed into Jew1. When Yähudäh (Judah) was named, it was purely a spiritual name, as he was not descended from any tribe or race of Judah.

“And she became pregnant again, and gave birth to a son, and she said, This time I will give praise to יהוה. Therefore she called his name Yahuda, and she celebrated from his birth.” - Genesis 29:35

The name Yähudäh is a combination of the Hebrew words for PRAISE + the NAME of God. Yada + Yahuh = Yahudah. ידא + יהוה = יהודה

The emissary Paul defines a Jew according to their observance of the Torah. He taught that bearing the name “Jew” automatically implies that you follow the commandments of יהוה.

“Now if you are called Yähudäya (Jews), and you delight in the law, and you boast in the Almighty, that you know his will and you discern what is proper from your education in the law…” - Romans 2:17-18

Without quoting the whole second chapter of Romans, it comes down to this. Those who fulfill the will of יהוה, which is His law, they are considered to be authentic praisers of יהוה, or Yähudäya (Jews), regardless of their race, or their formal education in the Torah, or if their penis has been circumcised. This is not to say one should not study the Torah, nor follow through with a ritual conversion.

“Therefore if he who is uncircumcised keeps the commandments of the law, is it not apparent that the uncircumcised be considered as though he was circumcised? And the uncircumcised who naturally fulfill the law will judge you who with the genealogical records and circumcision violate the law. For he is not a Yähudäya (Jew) who is by appearance, not even he who is visibly circumcised in the flesh. But he is a Yähudäya (Jew) who is one inwardly, and who is circumcised of the heart, in spirit, and not according to the genealogical records, and who is not approved by men but rather by the Almighty.” - Romans 2:26-29

Today some are quick to judge one’s Jewishness by the surgical state of their flesh, and whether their mother was “Jewish,” thus discounting a person by their racial heritage, rather than by their spiritual status. This is the same mistake that some were making 2000 years ago. Consider this. If one could only be Jewish by their mother, then how could Yähudäh be Jewish since his mother Lëia was not? Neither was her mother. For that matter, who was the first Jewish mother? That question can not be answered by this racial method of reckoning, and therefore is invalid.

While some define their Jewishness according to the flesh, Paul emphatically states that ancestry does not matter, but rather a Jew is a spiritual kind of person. Paul discounts any physical sign that one is a Jew, especially circumcision. He teaches that even if a heathen, ignorant of the law, and without circumcision, by nature fulfills the commandments of the law, he is more of a Jew than one who knows the law, is circumcised, and comes from a long line of Jews, but fails to keep those same commandments.

This not only defines who is a Jew, but is essentially what is Judaism. Judaism is the worship or praising of יהוה and the keeping of the commandments of His law. This means that Judaism is not a man-made religion, but rather a religion made by יהוה and given to men, the only religion endorsed by Him for mankind to follow.

Yahudaya (Jews) is the Name of יהוה’s people. How do we know this? Because He tells us so, many times.

“If My people, upon whom My Name is called, shall humble themselves, and pray, and seek My face, and turn from their evil ways, then I will hear from heaven, and will forgive their sin, and will heal their land.” - Dibrei Hayamim Bet (2 Chronicles) 7:14 (JPS)

“I will say to the north, Give up, and to the south, Keep not back, Bring My sons from far, and my daughter from the end of the earth, Every one that is called by My Name and whom I have created for My glory.” - Yeshayahu (Isaiah) 43:6-7 (JPS)

The only name given to a group of people that contains that expresses the Name יהוה is Yahudaya (Jews). Even those who converted to Judaism from the nations were to be called Yahudaya (Jews) to increase His fame and reputation.

“Shëmåun told the story to you how the Almighty began to choose from the nations a people for His Name.” - Acts 15:14

Now Jew can also refer to one’s tribal affiliation within Israel. The definition for this kind of Jew is one who is a descendant of Yähudäh the son of Lëia, or one who is married to such a man regardless of what tribe the wife originated from. Her and her children will be affiliated with the tribe of Yähudäh, and be called Yähudäya (Jews). Many people find it difficult to discern between these two meanings, as to which is intended in a certain passage.

Perhaps it can be compared this way. There is a league of soccer teams. There are 12 teams in all, each with a team name. However one of the teams calls themselves by a rather saavy name, “The Players”. Even though one team has made that their name of distinction, the reality is that all 12 teams are players, and will be called such. This is how it plays out with the names of the 12 tribes of Israel. They are all Jews spiritually, however one tribe carries that name to distinguish itself among the other tribes.

Another use of the term Jew refers those who are citizens or residents within the jurisdiction of the land or province of Yähudäh (Judea). These are typically of the tribe of Yähudäh, but may also be from any other tribe who are ethnically connected by religion, culture, or government.

It is quite clear then that there are at least three2 different meanings for Jew, firstly the spiritual or religious designation, then the tribal or racial designation, and finally concerning dominion and citizenship. The very same word is used for all three, and so one must pay careful attention to the context in which the term is used.

One thing that Jew does not and could never mean is Zionist. In today’s world Zionists are mistakenly called Jews, when in fact there are just as many Christian and atheist Zionists. Many Jews are not Zionists, and in fact many are very opposed to Zionism’s principles and methods. Zionism is a political affiliation that is open to all people regardless of race or religion, (however it was only conceived to benefit certain qualified and so called “Jews”.) A true spiritual Jew can never be a Zionist because they would have to violate the commandments of Torah, and deny that there will ever be any Messiah Saviour except the Zionist people themselves.

——————————————————————————–

1. c.1175 (in plural, giwis), from Anglo-Fr. iuw, from O.Fr. giu, from L. Judaeum (nom. Judaeus), from Gk. Ioudaios, from Aramaic jehudhai (Heb. y’hudi “Jew,” from Y’hudah “Judah,” lit. “celebrated,” name of Jacob’s fourth son and of the tribe descended from him. - Online Etymology Dictionary

2. American Heritage Dictionary
Jew n.

1. An adherent of Judaism as a religion or culture.

2. A member of the widely dispersed people originally descended from the ancient Hebrews and sharing an ethnic heritage based on Judaism.

3. A native or inhabitant of the ancient kingdom of Judah.

From:
http://www.natzraya.org/Articles/Jew/Jew.html


Thank you

Anonim mengatakan...

jaan sumarang mangecekan se minang tu dari keturanan yahudi,kalau dak tau sejarah minang yang sabananyo,dak usah di buek-buek,bisa mamacah belah urang jadinyo tu mah,paik gaya aang namonyo tu mah..lai tau sejarah minang tu yang sabananyo?caritonyo panjang mah,pokoknyo caritonyo ndak bantuak tu do.

Anonim mengatakan...

Jewish descent


Shalom;

"Doesn't the Tanakh support the idea of Jewish descendency being passed on via the father? Wasn't Isaac a Jew because of his father Abraham? Isn't true that the Talmud and Rabbinical Judaism came up with the notion that one is Jewish because of the mother and not father?"

The Miq'ra (Tanah) does support the notion that descent, or tribal lineage, passes from father-to-son, or father-to-daughter, i.e. making the Yisraeli society one that is patriarchal. This is why the Miq'ra goes through great lengths at times to show historical records of father-to-son lineage.

As to Yitshaq (Isaac) being a Jew because of his father 'Avraham (Abraham), such is not the case, because neither of them were Jews. 'Avraham was a Hebrew, as was Yitshaq, Ya'aqov, b'ney-Yisra'el, including those among b'ney-Yisra'el that can be considered as Jews, but neither 'Avraham, Yitshaq, or Ya'aqov were Jewish. Concerning Hebrews, it is my assessment that even b'ney-Esaw and b'ney-Yishma'el are Hebrews, like unto us, as are b'ney-Lot, still none of these people are Jewish.

Some people get confused in that they think that Jewish denotes adherents to a particular religion, and while this does hold some truth to it, this truth is subjective, depending on whether you adhere to Formalist Thought or Functionalist Thought.

This begs the question of "What does it mean to be Jewish?"

As the first five books of the Hebrew Scriptures denote, when the descendants of Yisra'el came up out of Mitsrayim (Egypt), under the leadership of Mosheh bin-'Amram (Moses, son of Amram), they were given the Torah as their Constitution, along with a land to be their nation, a theocratic nation. Much like the Constitution of the United States of America, there are provisions contained within the Torah for those not of the offspring of Yisra'el to become part of the Yisraeli people, i.e. obtain citizenship into the nation 'Erets Yisra'el (Land of Yisra'el).

In the beginning of this nation, all twelve tribes, or twelve States (to use America as an example), were united as one nation, but after the death of Sholomo bin-Dawidh (Solomon, son of David), this nation became divided over certain ideological ideas, and became two nations, Northern and Southern (much like the United States), and the people (and States) of the Southern nation became known as Jewish (Yuhudhim), no matter which tribal family they were from, namely because the beyt-Dawidh (House of David) were came to be the kingship, and they were of the tribal family of Yuhudha (Judah).

In both nations, the Torah was the Constitution of the nation, and there was a king, and a congressional unit that was made of the Kohanim (priesthood). The ideology that set this Southern Nation apart from its Northern counterpart is that it considered the beyt-Dawidh to be the royal bloodline, and Yerushalam (Jerusalem) to be the capitol city, and the centre of worship. The Northern nation, on the other hand believes the royal bloodline to be that of Efrayim bin-Yosef (Ephraim, son of Joseph), and Shehem to be capitol city, and centre of worship.

The Northern Kingdom, while still Yisraeli, still adherents to the Torah, according to their understanding of such, and while still offspring of 'Avraham, Yitshaq, and Ya'aqov, are not Jewish.

It irks me though, to hear people referred to as Jewish, merely on the grounds that they were born into a Jewish household, or of Jewish descent, when they do not even adhere to the principles of what it means to be Jewish, or have forgotten such principles, namely that the Torah is our Constitution, Yerushalam is our capitol city, beyt-Dawidh makes up our kingship, and Kohanim sit in all our other national government positions, then in local government positions we have both Kohanim, and tribal elders.


Shalom


Yohanan bin-Dawidh

Batak Israel

Fadel on Jum Apr 24, 02:54:00 AM 2009 mengatakan...

SILSILAH NGARAAAANG!!!!! MANA NABINYA? MEMANG KETURUNAN ADAM HANYA NUH??? ATO SETH... HE BATAK TUNJUKAN NABINYA... KO GA ADA. NGARANGG, MEMANGNYA ANAK-ANAK NOAH NAIK PESAWAT KE SUMATRA YA...

Anonim mengatakan...

saya langsung bisa menjawab bahwa Suku Minang bukan keturunan Israel apalagi yahudi. Alasan yang paling fundmenatal dapat diketahui dari segi fisik dan dan religi. Fisk orang Israeli tinggi dan putuh. Benar ada orang Israel yang Etiopia, akan tetapi memiliki sejarah khusus yang dapat dilacak dan tlah ada bukunya (akan saya tulis beberapa hari lagi). Dari segi religi sangat berbeda. Orang Israel percaya satu Tuhan Yang Maha Kuasa dan harus disembah dengan bersih dan jujur. Karena itu setiap oarang harus disunat untuk menadakan kesucian. Suku Minang tidak mengenal Nama Tuhan Yang Satu, melainkan banyak dewa seperti agama hindu. Jadi kesimpulan sementara itulah, jawabannya, karena terlalu mengada-ngada orang Minang dengan hubungan israel apalagi yahudi...

Ahmad Fadh

Anonim mengatakan...

HE PADANG BENGKOK ... LO JANGAN NGADA - NGADA. TULISAN LO NGARANG, MEMANGNYA ANAK-ANAK NOAH NAIK PESAWAT KE PADANG BENGKOK JUGA YEHHH... GEBLEK LO

Fadel

maoels on Rab Jun 17, 12:17:00 PM 2009 mengatakan...

the great alexander sama zulkarnaen itu berbeda. silakan cari di gugel deh... beda kok!

Anonim mengatakan...

Walah..ini mah pemutar balikan sejarah. gue tahu sih, mungkin lo bisa aja berpendapat seperti di ats, tapi yang namanya sejarah tidak hanya menggabung-gabngkan simbol-simbol masa lalu yang sudah di pakai sama kelompok-kelompok sosial tertentu yang sudah berkembang ribuan tahun yang lalu. simbol dan arti kata (etimologi) kadang bisa sama penyebutannya atau tulisannya bukan berarti itu sama dalam maknanya. siapa tahu aja itu kebetulan sama dan kita menyangkutpautkannya. memang, jaman nabi itu berawal dari negeri Timur Tengah, bukan berarti nenek moyang kita pun berasal dari sana. bagaimana dengan orang-orang negro, china (yang kulitnya putih dan matanya sipit) apakah ciri-ciri mereke sama dengan orang timur tengah? tidak...
setiap benua ada nenek moyangnya masing-masing yang mempunyai karakteristik yang unik,khas, berbeda, walaupun terjadi perkawinan silang akan tetapi asal gen mereka akan tetap terlihat.
Allah (Tuhan yang Satu) pun menciptakan manusia dari berbagai macam jenis suku bangsa, berbeda-beda tapi tetap satu jua (Bhineka Tunggal Ika), tujuan nya agar setiap manusia menyembah Tuhan yang Satu (monoteisme/ Tuhan yang di bawa oleh Ibrahim/Abraham).

PAdANG KALEMPONG on Sel Jul 07, 06:15:00 AM 2009 mengatakan...

PADANG SEHARUSNYA SADAR DIRI...

OTAK KALIAN ITU TIDAK BAIK...

MENYERAHLAH PADANG...

SUDAH DARI NENEK MOYANG KALIAN SELALU DI BAWAH BANGSA BATAK. HAL INI KARNA NENEK MOYANG KALIAN SERING MENJADI SANTAPAN MALAM NENEK MOYANG KAMI... ABIS MUNGKIN DI LIHAT ORG PADANG MUKANYA KAYAK BINATANG ENK DIMAKAN.

Anonim mengatakan...

Halah Batak Makan Anjing Aja Kok Nyombong
Di Padang Anjing Malah Disuruh Buat Buru dan Memakan Babi ,
Ehhhh Si Batak Malah Jadiin Anjing dan Babi Makanan....,Emang Kalian Gak Mampu Beli Daging Sapi Apa ????
Ampe Anjing Pun Dimakan

Anonim mengatakan...

kalau Perangai mungkin mirip antara rang Minang jo rang Yahudi...
Kalau urang Yahudi CADIAK BURUAK (Cerdik buruk) nya banyak,
kalau urang Minang Saketek (sedikit)...
hahahhaaa...
Yang Rang Minang, ngaku se lah...

Anonim mengatakan...

Hagar (Siti Hajar) itu bukan budak Nabi Ibrahim As, Tapi Istri Kedua persembahan Fir'aun Mesir, negeri yang mereka lewati, yang ternyata adalah Anak perempuan Fir'aun tsb. Fir'aun mempersembahkannya karena ketika ia mencoba mendekati Siti Sarah, ada kekuatan yg menghalanginya. Karena itu Fir'aun berkesimpulan Nabi Ibrahim adalah orang suci.

Orang yang mengatakan Siti Hajar adalah budak adalah orientalis yg sengaja mengaburkan sejarah demi suatu tujuan.

Anonim mengatakan...

Orang Jawa itu Yahudi!

Dari kata Jews menjadi Jehova, terus jadi Jawa...

Wakakakaka siapa mo nyumbang sejarah ngaco lagi... orang Sulawesi, mungkin juga Papua?..
Lengkap dah!

Jangan-jangan emang Negara kita ini ternyata Republik Indomesiah!

Hidup Indonesia!

Lawan Wahabi, Lawan Yahudi, lawan arab, lawan barat!


sekale lage... asyeeekk

Anonim mengatakan...

Suku Minang mirip sekali dengan suku Zhuang dari Yunan - China. Suku Zhuang juga terkenal sebagai suku tanduk kerbau. Pakaian mereka mirip dengan orang Minang, begitu juga adatnya yang matrilinial. Oh iya, mereka juga memiliki festival adu kerbau. Kalo alexander the great, wah kelip deh.

Anonim mengatakan...

Sebelumnya minta maaf kalau post ini sedikit menyinggung....

mengutip dari tulisan tadi bahwa orang2 yang berada diwilayah timur dan beberapa daerah di timur jawa memang banyak sekali terdapat bukti adanya turunan dari bangsa yakup ...

namun taukah anda bahwa orang2 yang berciri khas memang hampir mirip dengan 10 suku yang hilang mereka masih sangat mengikuti kebudayaan kebudayaan bangsa yakup itu sendiri... Seperti beberapa contohnya beberapa orang di Khasmir, perbatasan afghan-pakistan dll. memiliki ciri yang nyaris sama sperti LARANGAN MEMAKAN BABI, KEPITING, UDANG, KELINCI, DAN UNTA .Prinsip utamanya antara lain hanya boleh makan hewan memamah biak dan berkuku belah atau ikan yang bersisik dan bersirip. MAKANAN HALAL NYA YAHUDI DISEBUT KHOSER.

dan satu hal yang mungkin anda lupakan keturunan murni yahudi HARUS BERASAL DARI RAHIM SEORANG YAHUDI tidak peduli bapak mereka yahudi atau bukan...ini FAKTA coba anda pergi sendiri keisrael sana atau mungkin anda mau ikut tur mesir-israel-palestine-yordania biar lebih mudah membuktikan..seluruh literatur mengatakan seperti itu ...coba nih ada literatur ecek2 wik1 baca aja Halakha, atau hukum-hukum agama Yahudi, memberikan definisi Yahudi kepada seorang yang:
http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi

* Suku Bangsa Yahudi, suku bangsa ini terbagi lagi menjadi dua:[1]
o Seorang anak yang terlahir dari ayah dan ibu Yahudi disebut Yahudi asli,
o Seorang anak yang terlahir dari ayah Yahudi dan ibu dari bangsa lain, Yahudi campuran ini termasuk kategori Yahudi Kelas Dua,

beberapa hari shabbat jatuh pada matahari terbenam hari jum'at. tradisi ini banyak digunakan di wilayah yang saya sebutkan tadi....

Dan lagi pula buat apa mencari fakta fakta mengenai ke-identitas-an yahudi kalau rupa2nya memang sudah ditolak. pemerintah israel akan menolak kalau memang bukan dari turunannya.. orang2 di afrika terbukti memang nyaris kebudayaan2 dan beberapa hal yang saya sebut diatas dilakukannya dan bahkan lebih banyak bukti lagi dari pada sekedar pengertian dari kamus.

negara kedua setelah israel yang paling banyak penduduk yahudi nya dalah IRAN. iran aja yahudinya biasa2 aja ga pake ngotot2 gitu mnurut pengalaman keadaan yang aq lihat disana. ada bangsa yang memang yahudi + agama yahudi mereka disuruh (di undang lebih tepatnya dari pemerintah israel untuk membuat permukiman di israel tetapi mereka menolak karena alasan telah ikatnya budaya mereka dengan budaya iran (saya ngga tau lagi karen menurut pengalamn saya, saya liat muka2 orang yahudi iran aja udah berkesan ga bersahabat.. tapi dengan rakyat disana mereka biasa2 aja, ga tau lagi sih klo mereka ga mo balik ke iran gara2 ada maksud laen,) ada bangsa yahudi di maroko yang udah jadi muslim dan ada juga yang nasrani ..mereka tau mereka yahudi tapi mereka biasa2 aja tuh ..ga berlebihan dan ga koar2 masalah yahudinya..

sudahlah orang indonesia adalah orang indonesia.
kalau memang yakin benar keturunan yahudi ya udah ke israel aja. setau saya bisa kok disana klo mo nyari apakah salah satu suku berlayar ke indo. klo emang diterima ya udah... klo ga yah terima aja diri kita apa adanya......

sekian .....

Anonim mengatakan...

Asal menulis saja ini ciri-ciri orang katanya pintartetapi sangat bodoh...(ini ada hanya dalam pikiran yang nulis ini...kenyataannya tidak ada ( Memang dasar Biadab dan suka adu Domba...karena kamu sebangsa DomBa bodoh dan mungkin kamu turunan Jahudi )

Anonim mengatakan...

Melihat dari ciri-ciri nya yang nulis-nulis ngawur ini adalah orang batak yang mana sejak jaman Belanda sampai sekarang perangai nya tidak berubah..kalau dizaman perang kemerdekaan dulu, orang batak lebih banyak berpihak ke Belanda ( Tukang Cuci Pantat Belanda ) dari pada berjuang untuk mengusir Belanda Sialan. salah satu buktinya adalah lebih banyak orang Batak itu beragama Kristen(Kafir)Kristen ini adalah Agama belanda. ini adalah upah dari belanda sebagai balas jasa karena Cuci pantat Belanda.

Anonim mengatakan...

BATAK= ANJING, TAIK ANJING, ANJING LAKNAT, KOTORAN, NAJIS, SAMPAH, PENYAKIT.

مُحَمَّدٍ on Sel Des 15, 02:11:00 PM 2009 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
What The Fuck... mengatakan...

ORG BATAK , ORG MINANGKABAU cacad lo pada... apalagi yg bikin artikel nya... org sarap... bangga bgd jd keturunan yahudi... agama sial...

Anonim mengatakan...

MINANGKABAU PADANG KETURUNAN ANJING, TAIK ANJING, ANJING LAKNAT, KOTORAN, NAJIS, SAMPAH, PENYAKIT, MUSUH ISRAEL, DAN HARUS DIBASMI KAYAK ARAB JAHANAM PALESTINA, DAN MIANGKABAU PADANG BENGKOK LEBIH RENDAH DARI MANUSIA BATAK ISRAEL...

bobby on Kam Jan 07, 03:18:00 PM 2010 mengatakan...

kalian ini -_-
kita ini satu bangsa dan negara ngapain juga kalian ribut-ribut?! marilah kita bersatu untuk membangun negri ini, dan berpegang teguh pada kepercayaan masing2. Bagi yang beragama Islam marilah kita jalankan kembali syariat2 kita dan kita bersatu untuk melawan 'yahudi' karena 'yahudi' telah menzalimi saudara2 kita yang ada di palestina sana dan mereka memang diciptakan mempunyai kepintaran yang lebih dibanding agama lain.

-one love :)

rang minang on Sel Jan 19, 11:11:00 PM 2010 mengatakan...

membaca sepintas artikel ini, saya jadi ragu ttg asal usul kita.namun saya berharap smoga bukan dari bangsa israel..namun tetap bangsa melayu yang kebetulan mempunyai budaya yang unik dari suku2 di indonesia

Anonim mengatakan...

Gila benar deh yang berkomentar disini...
artikel gini aja diributin.. malah menjurus ke sara lagi... Aku orang BATAK.. Aku bangga Orang BATAK... saya mengagumi Israel.. dan saya ada mimpi dan harapan akan menginjak tanah ISRAEL sebelum saya MATI.. Saya banga terhadap ISRAEL karena kepintarannya... negara kecil tapi dapat membuat dunia ribut dan geger.. termasuk Indonesia... Orang BATAK mau makan anjing, makan babi, makan unta itu hak kami, tidak perlulah kalian komentari.. dari pada mengaku tidak dimakan tapi dimakan dibalik pintu...
Setiap suku, bangsa dan negara mempunyai kelebihan dan kelemahan... jangan karena melihat kelemahan orang lain jadi hina kita lihat... yang paling sedihnya adalah karena kelebihan kita dilihat hina seperti Indonesia... Indonesia kaya dan subur, tapi miskin. Indonesia kaya warna warni dengan agama dan adat istiadat, tapi mudah diadu domba karena pikiran (otak) masyarakatnya dangkal (mungkin di dengkul disimpan) dan munafik.. sok kaya.. sok suci.. sok muallim... sok bersih.. sok orang yg punya kunci ke sorga.. sok dan sok...
Kalau seperti ini pemikiran masyarakat Indonesia, indonesia bisa nanti seperti kisah babilon (karena perbedaan bahasa menjadi terpecah.. ini kisah setelah jaman NUH.. asal muasal dari bahasa-bahasa.Indonesia akan terpecah-pecah dan mementingkan agama, ras, sukunya masing masing.. karena gejala itu sudah ada kita lihat dengan pembentukan daerah otonomi khusus hanya karena dengan melihat agama dan budaya daerah tersebut.
Sudah saatnya Indonesia menerima dan berbuka tangan terhadap perubahan.
Syalom - Salam Sejahtera -
Horas horas horas
Maju Indonesia

ASWJ_salafy on Sab Feb 06, 05:55:00 PM 2010 mengatakan...

goblok mau dikatain yahudi....
ngaku -ngaku lagi batak -batak bego ini...
muke lu jauh! ha2...
di injil saja disebutkan : Nanti semua bangsa akan memusuhi yahudi

sekarang yahudi mencari cari kawan dengan mengait2kan suku2 yg sebenarnya ga ada hubungannya dgn yahudi, agar jadi pengikut yahudi!!!

Anonim mengatakan...

PANTAT BABI PENULIS NYA.... TUKANG ADU DOMBA LO... CIRI2 YAHUDI TERLIHAT JELAS DI PANTAT LO..

Anonim mengatakan...

HAHA Andia tukan tulis artikel tu mah,,,,
y bicara bangga dengan yahudi atau agama selain islam siap2lah keneraka!....Barang siapa yang mencari agama selain islam tdk akan diterima darinya(ali imran).. tau kalian setan mencari kawan untuk ka narako... setannyo manusia adalah YAHUDI....

Anonim mengatakan...

Wow!!
Keren kali bah adu domba dan perang di sini. Tinggal aku pakai taktik penulis untuk diaplikasi di dunia nyata. Dua warga yang bertikai kita perangkan. Yang kalah diambil tanah dan hartanya. Mantab kali lah kek gitu. Special thanks and credit to 'blog writer'. HAHAHAHAHAHA!!!!

Anonim mengatakan...

ASWJ_salafy, adalah ciri padang bengkok nan anjiang, karena keturuna minang anjiang, sifatnya pengecut, and beraninya didunia maya, coba loe tunjukkin muke lu yang kaya anjiang, biar gue robek muke lue pake linggis, he he he,... orang minang itu hanya pengecut gak punya titit....
ngomong gede, kalau dah ditusuk baru nangis kaya perek..... he he he.... mampus loe...
minang sialan anjiang...

Anonim mengatakan...

ambil faktanya aja:
minang=matrilinear = garis keturunan Ibu (wanita)
Yahudi=patrilinear garis keturunan Ayah

jadi BEDA.

fakta kesamaan Yahudi dan Minang= sama-sama gak makan babi.

Dipikir-pikir lagi, kalau mau berlapang dada, aturan agama Islam dan Yahudi hampir sama. Coba baca-baca tentang makanan yg haram, hukum syariah dan hukum Yahudi hampir sama (hukuman potong tangan, dicambuk, dipenggal, dirajam) dan lain-lain. Dan lagi nabi besar yang dipercaya oleh umat Islam juga berasal dari keturunan Quraish (secara fisik agak berbeda dengan Arab, Quraish keturunan Yahudi).

Yang bikin bingung, kenapa Islam ingin menyerang Yahudi dan sebaliknya.

Anonim mengatakan...

Pantek batak ko mah.... banyak ngomong lo batak... suara aja keras... pas ribut minta ampun.. minta ampun....

Anonim mengatakan...

???

Anonim mengatakan...

Batak emang suku paling kanibal di muka bumi..anjing, babi, manusia pun dimakan...tobat deh kalo liat muka orang batak serasa pengen berak di mukanya itu...

Anonim mengatakan...

Batak Harammmmmmmmmmmm..............

Anonim mengatakan...

saya Gilbert Hutagalung putra batak karo yang dulu nya kristen sekarang sudah menjadi Mualaf, saudara'' ku memang benar kalau kita sebagai orang batak kalau merantau ke negeri orang pasti jadi rentenir dan rampok, paling hebat jadi sopir metromini, ini semua harus kita robah dan jangan sampai kita disebut sebagai suku babi dan anjing, karena 2 binatang itu adalah haram sedangkan kristen juga mengharamkan 2 binatang tersebut apalagi agama yang saya anut sekarang, jadi marilah kita merubah paradigma yang selama ini sudah tertinggal..horaassss

Anonim mengatakan...

baru sadar kau batak

Anonim mengatakan...

SIAPAKAH YG PALING BENAR??

Anonim mengatakan...

blog ini segera di hapus.. ini cuma buat orang orang yang kadar iq nya di bawah 30.. belajar sejarah dapat nilai nol.. kalo mau adu debat .. jangan soal sejarah. bodoh orang yang mendebatkan sejarah... sejarah yg terjadi sewaktu kita masih hidup saja masih bisa di putar balikkan.. apalagi sejarah yg terjadi sebelum kamu kamu disemprotkan ke liang persemaian.

Anonim mengatakan...

PARA SAHABAT DAN SAUDARAKU ORANG PADANG,BATAK,JAWA,SUNDA DAN SELURUH INDONESIA,
JGN MAU DI ADU DOMBA!!!
JLS SKALI BLOG INI PNYA KEPENTINGAN UTK MELAKUKAN ADU DOMBA UTK KEUNTUNGAN DIRI DIA SENDIRI !
SIFAT ADU DOMBA BIASANYA DIMILIKI ORG YAHUDI.
JADI JGN TERPENGARUH YA.
DIA INGIN MERUBAH SEJARAH,UTK APA?
AGAR DIA DPT MEMPERKAYA DIRINYA SENDIRI DGN MENGADU DOMBA qTA.DAN JGN2 ORG YG B'KOMENTAR ITU JG YG NULIS BLOG INI.
JGN MUDAH DIHASUT SAHABAT,MARI QTA BERSATU UTK INDONESIA.
WASSALAMU'ALAIKUM WRWB & SALAM SEJAHTERA UTK QTA SMUA.

Anonim mengatakan...

sebenarnya hal diatas yang menjadi tujuan dari blog ini..coba baca lagi, dengan dia mengkaitkan bahwa orang batak keturunan yahudi, orang padang keturunan yahudi..saya jadi bingung kenapa orang padang dan batak jadi bersiteru? mustinya padang dan batak harus bersatu jika merasa bukan keturunan yahudi? tentang beberapa kesamaan antara yahudi dengan suku batak dan kesamaan yahudi dengan suku minang samasekali TIDAK MEMENUHI kriteria untuk dipercayai. saya sangat yakin bahwa suku minang, batak dan semua suku di indonesia ini punya sejarah yang tersirat dan tersurat. adalah lebih bijak kita pelajari sejarah itu secara lengkap dan langsung pada narasumber yang berkompeten misalnya ketua suku adat masing-masing, sehingga tidak perlu ribut soal sara dengan bahasa yang tidak santun..saya sangat yakin, selagi kita (untuk jaman ini) bisa mengakses komputer/internet, tidak diragukan lagi bahwa anda-anda adalah orang yang terpelajar lalu mengapa hanya karena "hasutan" blog ini bisa bersiteru?

keturunan ibrahim mengatakan...

tak usah lah kalian berdebat tentang siapa yang lebih tinggi derajatnya orang batak atau orang minang.. akui saja lah kita itu satu keturunan.. apa buruknya keturunan yahudi??
bukankah seharusnya kita bangga, bangsa yahudilah yang selalu diperingatkan oleh tuhan.. namun karena sebadian besar kaum itu adalah pembangkang maka tuhan menurunkan azabnya, tapi sebagian yang lain....

perlu juga diketahui kata "yahudi" itu sebenarnya baik.. (yang tahu tolong di tambah keterangan tentang ini)

mengenai Dzulkarnain atau Alexander, betul keduanya adalah sama, tapi zamannya berbeda, sebagai contoh nama paus seperti "urbanus I, II dst..",

bani israil yang "takut" masuk ke palestina (promise land) karena kutukan oleh Tuhan, mereka hanya berputar-putar di muka bumi selama 40 masa.. artinya mereka bisa saja membatak (batak)atau merantau (minang) ke tempat lain, kemudian melanjutkan keturuna mereka..

yang patut disalahkan tentang pembangkangan bangsa yahudi ini adalah SAMIRI (lain kali akan saya tambahakan keterangan makhluk (bukan manusia) satu ini...

yang penting sekarang adalah kita mungkin keturunan yahudi tapi kita tidak beragama yahudi, kita berpikir boleh seperti yahudi, tetapi akidah tidaklah sama..

but somehow I'm proud if it so..

see you next time..

how pity the nasranian....

cypunk mengatakan...

mantab gan, ane orang minang baru tw klu ane dari orang luar negeri.. wkwkwkwkk

Anonim mengatakan...

ckckck........bodohnya la kalian semua....

Anonim mengatakan...

ISLAM !!
INDONESIA !!
Mending kita bersiap melawan New World Order.

Anonim mengatakan...

gw setuju dg pendapat beberapa teman yg menggunakan akal sehat, bahwa sekarang ini kita kembali masuk kezaman adu domba, kita boleh berbeda pendapat. tapi jgn saling hina, kita adalah satu bangsa dan negara dan mempunyai tujuan yg satu, jadi jgn mempermasalahkan hal2 bodoh ato ngaku2 keturunan yahudi yg jelas2 dilaknat Allah dan musuh terbesar dalam agama kita, kita seharusnya bangga menjadi bangsa indonesia dg keragaman budaya dan keindahan alam serta kaya akan sumberdaya alam yg bisa bikin iri bangsa lain.

Rieko on Sab Mei 08, 10:25:00 PM 2010 mengatakan...

ANJING LO BANGSAT!!!

Anonim mengatakan...

HIDUP ZIONIZ BANTAI PALESTINA KEPARAT!!!ARAB BABI!!!!

Anonim mengatakan...

Dasar Klo Lu emang Muslim Tunjukin Dong Klo Islam Agama Cinta Damai....kaga perlu terprovokasi dgn Artikel kaya gini doang..cape jariii cing..!!!!!!

Anonim mengatakan...

mas ada yang salah tuh nama anak nabi ibrahim dari siti sarah itu bernama ishaq dan anak nabi ishaqitu baru nabi yaqub............ mohon direvisi lagi yah.

Minang Menang.... mengatakan...

kalau ada yg orang minang???

ngerti kata2 ini g :

oi kalera, dari ma lo sejarah urang minang asalnya dari yahudi, dari fisik ce lah beda tu a,..

ngak-ngak jo kalian lai...
kalera ang mah,..

asal malatuih c muncuang ang mah...

Anonim mengatakan...

ewe

Anonim mengatakan...

orang minangkabau itu bukan keturunan yahudi,melainkan austronesia,yang berasal dari yunnan,cina dan satu nenek moyang dengan melayu,jawa,banten,bugis,sunda,,,dsb

siapa bilang Alexander pernah sampai ke cina?
jangkauan terjauh dia aja india bukan china,juga yang menggelikan tentang kisah bnai jacob?wkwkwkwkw
apa bukti kalo ada orang yahudi yang bergabung dengan alexander??

Anonim mengatakan...

gak da yang bisa dipercaya,,,,,,,,

Anonim mengatakan...

buat saudara2 keturunan batak yg sudah menghina kami org minang : YO LAH ANAK ANJIANG KALIAN SADOE MAH...!!!

emg kalian pikir yg menuduh kalian keturunan israel itu siapa..?? kami org minangkah..?? emg ny yg nulis tulisan ini siapa..?? org minangkah beliau..?? ga da yg tau BEGO...!!!! lantas kenapa kalian org BATAK yg TAK PUNYA OTAK dg semena2nya menghujat kami org minang..??!!

Anonim mengatakan...

sebagai putra minang ASLI.. saya ga peduli nenek moyang saya berasal dari mana.. yg penting ALHAMDULILLAH saya adalah seorang muslim,,dan ALHAMDULILLAH saya terlahir dari keluarga muslim..

YESTERDAY is HISTORY,,TOMORROW is MISTERY..TODAY is a GIFT,,that why it called PRESENT..

so,,ISLAM was a GIFT from ALLAH for me.. :D

-ikhsan-

Anonim mengatakan...

............................................................................................................ADU domba...........................................................adu DOMBA.............................................................adu domba..........................................

Anonim mengatakan...

ayo semuanya sadar....

Muslim Minang mengatakan...

Jujur, saya memang bukan seorang yang terlalu mendalami sejarah. Hanya pandangan saya sekarang ini terdapat pada, apa masalahnya bila orang Minang/Batak itu Yahudi sedang mereka berakidah sesuai agama kepercayaannya -baik Islam ataupun Kristen.

Kepada penulis dan pemberi komentar posting ini saya ingin tahu, apakah kau adalah seorang rasisme sehingga bangsa kau sendiri (Indonesia) tidak dapat engkau rangkul, tapi malah berusaha dipecah belahkan melalui postingan ini?

Khususnya kepada penulis saya harap, sebelum anda memberi postingan, pastikanlah sumbermu itu adalah absah dan aksioma atau setidaknya bersumber dari sumber yang sangat terpercaya dan hasil penilitian yang objektif. Jangan karena ada postingan dari link lain, anda langsung menulisnya di blog. Mulutmu adalah harimaumu. Ingatlah pepatah itu!

Anonim mengatakan...

dasar2 orang2 sarap.. hanya karena kalian keturunan etnis tertentu lantas kalian merasa lbh tinggi derajatnya dari yg lain??

bego lu pada yaa... yang menentukan tingginya derajat seseorang di mata Tuhan itu ya amal ibadahnya.. jadi gak peduli lo keturunan apa, cacat atau gak, anak hasil pernikahan sah, perkosaan atau MBA, yang nentuin itu semua hanya tingkat iman dan kereligiusan lo ma yang di Atas...

lo ngakunya beriman tapi gak ada yg bener ngelaksanain ajaran agamanya... mungkin lo udah cukup puas nganggap hubungan religius lo dg Sang Pencipta udah lebih dari cukup.. udah sering beribadah, pergi ke tempat ibadah... bernyanyi kek.. shalat kek...tp itu semua belum cukup, dodol... hubungan dg sesama manusia juga perlu dijaga...jadi harus seimbang...

naah... ini.. hanya karena blog gak penting kayak gini mau aja pikirannya dimanipulasi... sampai saling menghina lagi.... selama masih ngirup oksigen sama kaki masih napak ke tanah, gak usah belagu deh lo pada....

Anonim mengatakan...

Jangan mau diadu domba, dong... Kalau mau diadu berarti domba, dong..... :))

Anonim mengatakan...

Kalo orang Minang, orang Batak dianggap turunan Yahudi, yaaa biarin aja. toh orang Minang n orang Batak, beragama Islam n Kristen/Katholik. Yang lebih penting lagi adalah jangan sampai kita-kita ini (yang muslim terutama) bertingkah laku seperti yahudi (yang bertingkah laku seperti yang dikatakan alQuran). Begitu banyak suku Yahudi yang beragama Kristen n Islam, kasihan nanti mereka tersinggung. Islam tak pernah menjatuhkan orang yahudi karena sukubangsanya dan agamanya, tetapi karena zionisme (menurut berita negara Israel adalah negara rasialis, mirip2 aparthaid nya negara Afrika selatan dulu). Yang penting Islam-Kristen n Minang- Batak tak usahlah berkelahi yang gak perlu begini

batak_abiess mengatakan...

Taik kalian orang Minang.

Padang Pancilok. Hidup dari Menipu.

Suck Us all Of u Minang Pantek Pancilok.

Orang Medan mengatakan...

Batak itu Pemakan Babi, Anjing dan segala hewan yang berkaki empat, kecuali KAKI MEJA itupun karena keras. Betul nggak? Ngaku, di Medan berceceran di pinggir jalan Penjual Lomok-lomok, Kidu-Kidu, Tanggo-Tanggo, Sak Sang?
Makanya jorok orangnya, seperti apa yg di makannya, yakni Babi. Makanya tanyalah kepada siapa saja ttg org Batak, pasti tak lepas dari seputar BABI dan JOROK. Karena begitulah kehidupannya. Hidup Babi.

Anonim mengatakan...

semua cerita diatas ngaco semua. orang batak kristen pembohong. banyak membual s, suka ngaku2 n mencaplok. apasih yg kalian banggakan. jelas skali kualitas kalian. sudah puas saya membaca disetiap situs batak kristen kebanyakan critanya ngaco. apalagi di situs ini yg merusak dan mengejek suku minang kabau. kalian batak kristen cuma besar mulut n g punya nyali. dari segi kebudayaan kalian kal;ah dari minang. dari segi nyali kalian kalah. mana ada bela diri kalian. ngaku2 moncak. yg tua2 pun tidak tahu tentang ini. baru akhir2 ini ada yg ngaku dapat ilham trus dibesar2kan n dblag sebagai warisan budaya yg terlupakan. dasar batak kristen. tapi wajar kalian seperti itu karna agama kalian kristen yg menghalalkan segala cara. berdosapun kalian nanti juga bakal dihapus dengan pengakuan dosa ke pastur/ pendeta besoknya bikin lagi. apakah kalian tidak sadar kenapa kalian senang seperti itu? jawabannya karena agama kalian memeng mutlak salah dn kesalahan itu didukung oleh setan sehingga kalian kcanduan untuk menyebarkan fitnah/dosa dimuka bumi ini. coba klu agama kalian itu benar pastinya kalian tidak akan seperti ini. tlg resapi dan carilah kebenaran...

Anonim mengatakan...

satu lagi, kalian batak (batak toba) yang memberi nama kalian batak adalah nomensen (pendeta jerman protestan) kalian aja lh sendiri yg mau dipanggil batak jangan ngajak2 suku karo,pak-pak,mandailing dan dairi dong sebagai batak. mereka aja g ngaku. eh kalian malah ngaku2 n mencaplok mereka juga batk.. g malu tu? jadi tolong untuk kedepan jgn melakukan pengkaburan fakta sebab akan menyebabkan kesalah pengetahuan bagi generasi kita indonesia kedepan. saya menulis ini karena banyak orang2 batak kristin baik itu di situs maupun face book melakukan ini dan sering memfitnah serta ngaku2 terhadap sesuatu yang bukan haknya. dan juga berlagak seolah-olah suku tertinggi yg paling baik di indonesia. tolong jangn begitu. klupun memeng batak suku yg terbaik cukup tunjukkan saja lewat sumbangsih kalian kepada negara, bukan dengan merendahkan suku lain.

Anonim mengatakan...

pengetahuan tentang sejarah itu bagus,namun keabsahannya adalah lebih penting untuk dikemukakan disini,dan itu melibatkan berbagai macam disiplin ilmu,tulisan-tulisan yg bersifat subyektif dan dangkal dalam riset lebih memperlebar kekeliruan tentang apa yang diyakini selama ini,terima kasih untuk penulis atas segala usahanya,dan para komentator dan kritikus atas segala argumennya,saran saya marilah kita membuka pikiran dan hati kita untuk segala hal yang mungkin maupun yang tidak mungkin utk kita pikir dan perbuat,perbedaan adalah hal yang biasa yang telah kita lihat dan rasa selama ini,namun bisakah kita bekerjasama dgn org2 yang memiliki perbedaan dgn kita , bahu-membahu memecahkan segala persoalan dan kerumitan dan kesulitan yang ada? itu hanya bisa terjadi kalau kita semua melandasi sikap dan pola pikir kita atas dasar prinsip ilmu pengetahuan dan memiliki sikap toleran semampu yang kita bisa lakukan,hewan memiliki otak,manusia jg memilikinya,namun manusia diberi kemampuan yang lebih besar dari pd hewan dalam menggunakan otaknya untuk berpikir dan bekerja,ok

Anonim mengatakan...

ngaco ah...

murai on Sab Agt 14, 01:39:00 AM 2010 mengatakan...

semua bangsa satu keturunan,yaitu Adam As,jelas lo pade

Anonim mengatakan...

Justeru itu telah diturunkan nabi akhir zaman peninggalannya hadith dan Quran maka berbanggalah kamu atas apa yang telah tuhan tentukan bagi kamu jangan sekali-kali meremehkan kerna ini memundurkan kitaran pemikiran kita jauh kebelakang dan akan lebih mundur ..kayak apa mau di agung-agungkan bangsa yang ternyata bulan dan matahari mengikut peredarannya mematuhi pejalanan ketentuan yang maha esa ...maka itu tauhid di utamakan maka yang lain akan turut di belakang kalo bepacaran dia awasi supaya tidak gelandangan supaya yang berdua dua itu mudah mudahan bukan isteri kalian ...mudah-mudahan bukan anak dara kalian begitu halus selkali islam memelihara umatnya nah coba kalau di biarin apa akan terjadi nescaya maruah kamu tak terjaga (kecuali yang tidak punya maruah) pasti tidak terkawal keinginana wanita maka kedengaran pula ketidak puasan nya punya situ besar punya sini kecil aku tidak puas aku gak punya uwang dan berbagai-bagai lagi gak usah dimainkan sejarah untuk perbalahan dan perpecahan umat sejarah untuk pemahaman dan pengajaran bagi kamu ayuh fikir apakah alexender yang meletakkan kamu di bumi sumatera sedangkan dia lagi mangkat tidak bisa bertahan... nah siapa yang akan menjemputmu nanti pada waktu ajalmu tiba Alexender ? Ketua Adat ? pembesar-pembesar Yahudi Ayohh coba bilang siapa yang menjemput kamu itu tuhan yang tidak ada dapat digambarkan walau dengan apapun coma boleh dihuraikan oleh mereka yang beriman dan tiada penyekutuan terhadapnya bangkitlah wahai teman-teman masukkanlah iman

Anonim mengatakan...

akala akan berkitar disekeliling otak manakala iman didada punya kekuatan yang ampuh kerna menerima dan memahami mereka yang kufur berlegar sekitar pemikiran yang sempit dan berliku seperti rajah otak manusia akal tidak bisa menjangkau kebesaran Allah ...sedangkan iman itu seluas-luas samudera sebesar-besar alam wahai saudara islamku bangkitlah dan berimanlah kerna panduan kitab Al-Quran itu telah terpelihara sudah lebih satu ribu empat ratusan tahun ayoh kutanyakan siapa ? Siapaaaa? yang memeliharanya isi kandungan dan kebenaranya yang tidak pernah teroba walau satu huruf pun ayoh bilang kerajaan mana yang bertahan selama itu siapa yang menjaminnya ayoh siapa ?? sudah tentu jalan yang lurus itu didalam genggaman tuhan yang esa toh saudaraku dunia bakal kiamat maka sudah pasti tungal tungol timbulnya pemfitnah dan tukang kaco untuk membinasakan iman dan aqidah renungkanlah

Anonim mengatakan...

haduhhhhh........
semua orang udah mulai brantem lg yah????
mudah2an aj semuanya belajar yang rajin biar tamat SD trus IQ nya meningkat jadi bisa mikir yang rasional.
mending kita damai2 aj, dunia lebih indah...
gw punya teman orang cina, bule, negro, melayu, latin, Islam, kristen, katolik, budha, hindu, atheist, yahudi. dan mereka semua baik2 kok, kita saling menghormati agama masing2. kalo memperdebatkan perbedaan ga akan ada habis2nya, karena pada dasarnya ga ada seorang manusiapun yang sama di atas dunia ini, bahkan orang yang kembarpun pasti ada bedanya. bayangkan aj kalo mereka berantem gara2 sedikit perbedaan itu??? bisa pecah kan kedua saudara???
makanya damai aj daaaahhhh, dunia akan jadi lebih indah

Anonim mengatakan...

12 12 2012 - ISRAEL will face its worst nightmare.

[WATCH IT LIVE ON NEWS]

[Be sure to recognize 'Z' image when the nightmare is unleashed]

Anonim mengatakan...

ngapain percaya sama tulisan ini..
kurang kerjaan..

Anonim mengatakan...

haha

Anonim mengatakan...

Gak usah pada ribut, kita tinggal tunggu penelitian Genetik aja, bakal ketahuan turunan mana.

Anonim mengatakan...

ah pada sarap ne...
ngapain bangga jd yahudi...

orng minang ya orang minang..
orang batak ya rang batak...
indonesia ya ttp indonesia...


asal kamalantom xe ko mah..

Anonim mengatakan...

saya menghargai tulisannya, perlu kecerdasan juga untuk membuat tulisan itu..kreatif..
(terlepas dari benar atau salah..)
biar adil:
Minang : pancilok
Batak : Jorok
Jawa : Dendam
Melayu : Pemalas
Palembang : Penipu
Dayak : Bodoh
Sunda : Licik
Aceh : Munafik
dll ..dll
Kebagian semua ?? Puasss..???

iyhan mengatakan...

seburuk apapun hujatan yang kalian berikan pada orang batak, Aq tetap cinta pada kebudayaan batak ^^ peace ^^

Anonim mengatakan...

Batak mah kagak jorok, yang jorok itu Loe, pancilok anjiang..... nulis gak pake otak, pakenya pantat, otaknya jadi bubur tai ya dasar otak miang padang Babi keturunan binatang sih .... he he he...

Anonim mengatakan...

mn nih tsnya

Anonim mengatakan...

untuk menambah saja.. bundo kanduang itu menurut ninik mamak orang minang dia berasal dari arab.. arab mana ga tahu...

Anonim mengatakan...

PEACE...
I love Indonesia
No SARA, We All Indonesian.
Peace...'n PEACE

Anonim mengatakan...

Damailah INDONESIA KU
Hehehehehe....
Balik deh loe sana ke Yahudi, sok ngaku-ngakuin keturunan Yahudi....... Mending tuh Israel ngakuin loe padeeeee....
CINTA INDONESIA.... KITA INDONESIA.
Kalo sdh 100% lahir, makan, berak, beranak, kerja, MakingLove, dll di INDONESIA, loe adalah INDONESIA

Anonim mengatakan...

HANYA ADA 2 SIFAT MANUSIA DI DUNIA INI:
1. SIFAT BAIK
2. SIFAT BATAK

wkwkwkwk...Kalau ketemu ular dan batak, segera getok pake palu bataknya dulu baru ularnya huehehehe...

Anonim mengatakan...

Aku orang Batak....pengagum Jahudi. Apapun pendapat negatif tentang Jahudi....harus diakui orang Jahudi memegang peran penting di dunia ini. Mulai Ilmu Pengetahuan sampai Ekonomi. Indonesia memaki Jahudi...cukup 5 Jahudi seperti Soros mengobrak-abrik ekonomi Indonesia. Kalian Bilang Jahudi memecah belah....lihat semua dunia Arab didunia ini...semua mengaku raja, ternyata menggilas masyarakatnya. Ramai-ramai ke Arab menunaikan ibadah suci...ternyata kaumnya sendiri disiksa, diperkosa dan dibohongi. Jangan berkaca dicermin orang sebelum kau sanggup bercermin pada cerminmu sendiri. Di Indonesia ini ga pernah Batak memecah belah bangsa ini. Coba lihat...Jawa merasa mereka yang harus menjadi Presiden....lalu orang Makasar/Sulawesi Selatan pinginnya mendongkel. Sekarang muncul persaudaraan Palembang. Apakah harus begini Indonesia. Siapapun anda...bangsa apapun yang anda kagumi...silahkan, apalagi itu bisa memotivasi anda untuk lebih maju. Ga perlu menjelek-jelekkan orang lain. Anda yang Padang juga mungkin punya saudara orang Batak, Jawa dll, begitu juga saya. Kalau anda mejelekkan suku lain....mungkin aja anda menjelekkan saudara anda sendiri. Anda menghina Kristen sebagai "kafir"....tunggu dulu. Berapa tahun terakhir ini banyak terjadi bencana di Indonesia, siapa yang paling cepat membantu? Adalah negara-negara yang anda katakan "kafir" itu. Mulai Amerika, Australia dan negara Eropa serta Jepang dan Singapore. Mana negara Arab? Ga kelihatan. Kalaupun ada Turki...itupun karena mereka lebih bermain dengan negara Eropa daripada negara Arab....yang membuat pola pikir mereka beda dari negara Arab/Islam. Walaupun begitu....lupakan semua kelemahan orang...lihat kelebihan orang lain...agar semua kita bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku, bahasa, agama ini bisa maju kedepan membicarakan hal-hal yang besar...daripada hanya sekedar membicarakan hal-hal yang kecil dan hanya menjadi obrolan orang-orang yang lagi mabuk. MERDEKA !!!!!!!!

sutaryo on Min Mar 20, 03:51:00 PM 2011 mengatakan...

Saya tidak paham persis. Tapi yang saya lihat adalah dari struktur pakaian adat orang Minangkabau memang terbilang khas.

Untuk ukuran masyarakat purba, banyaknya balutan kain pada pakaian adat mereka -- di saat mayoritas penghuni nusantara masih, maaf, setengah telanjang-- mengindikasikan satu hal bahwa akar budaya Minang sepertinya memang jauh berbeda dari suku-suku lain di Nusantara.

Kalau Batak, khusus Karo dan Mandailing dan suku2 Melayu lain termasuk Riau, Malaysia, Bugis dan Sriwijaya, saya kira pengaruh budaya dari perantau2 Minang terdahulu sangat kental sekali, selain faktor pembauran dari pendatang2 mancanegara.

Anonim mengatakan...

Batak Is The Beast

Anonim mengatakan...

bener2 orang2 yang tak mengerti sejarah, tak meliki akal, hampir semua artikel anda saduran yang terpotong2 intinya dari artikel luar berbahasa inggris. if don't understand, just shut ur ass up, trust me, ur ass look better than ur mouth. what blasphemeus bitch! son of a whore i guess.!!

Anonim mengatakan...

pantek batak jo yahudi tu mah...
samo se kaduonyo tu mah....

malu lah kalian tu...anjiang,,,anak babi,,,karapai.....setan...batak makan babi..yahudi makan anjiang,,,samo se tu ma....hehhe..'

sutaryo on Min Mei 01, 06:08:00 PM 2011 mengatakan...

Minangkabau Hebrew Identical Words

One of the world's largest matriarchies that survives today, Minangkabau, is troubled with ancestral issues which ironically still remain a mystery. Previous findings on archeology and historical evidence are this far insufficient to solve such a big question mark. Some believe that by genealogy and culture Minangkabau roots from Persians while others believe that they came from Mediterranea...

Read more:
http://surau.net/hebrew/preface.php

Anonim mengatakan...

blog ga bermutu .
yang buat nya sama seperti setan
mau adu domba aja ini anak..
terkutuk lah kau setan..

toni hardianto putra on Sab Mei 14, 11:02:00 PM 2011 mengatakan...

orang minang yang 98% intelektual, saya himbau untuk tidak menanggapi blog2 orang yang ga' sekolah spti ini

salam untuak dunsanak sadonyo

Anonim mengatakan...

bodoh sekali kita ini maki sana maki sini apa untungnya?
jika anda merasa lebih hebat dari yang laen apa untungnya?.. mau jadi jagoan pergi sana ke area perang jd sukarelwan kek ato apalah.
gak penting bgt meperdebatkan hal yang sama" kita tidak tau kepastiannya..
gimana mau maju terlalu gampang dihasut..tanpa sadar kita tetap saja "dijajah" oleh kebodohan.

wake up!! peace..

Anonim mengatakan...

indonesia ya indonesia aja lah, ga usah sok kehilangan identitas gt bro....bego!!!
indonesia itu keturunan pythecanthropus erectus, percaya deh...!!! wakakakkakakak

Anonim mengatakan...

ang mamburuak buruakan orang minang intinyo ko????
kalera ang

Anonim mengatakan...

cabut lah ang dari indonesia lah...... tingga lah ang di mekah biar aman...

Anonim mengatakan...

gilo ang

Anonim mengatakan...

Sebenarnya ini adalah bahasan menarik tentang sejarah, tapi fakta sejarah yang di analisis di sini cenderung dipaksakan. Salah satunya kenapa Minangkabau Matrilinial. Kalau anda tinjau lebih jauh sejarah, bahwa sebelum aditiawarman masuk ke Minangkabau, Minangkabau itu Patrilinial. Terus kenapa tiba-tiba berubah jadi Matrilinial? Semata-mata untuk mempertahankan Minangkabau itu sendiri dari peperangan (Seperti yang anda tahu bahwa Minangkabau adalah kerajaan tanpa tentara). Anda ingat Dara Petak dan Dara Jingga yang dibawah ke kerajaan Majapahit. Anak dari salah satu mereka itu adalah Aditiawarman. Aditiawarman ini setelah dewasa melakukan eksepedisi ke Minang (kasarnya Invasi). Untuk menghalangi peperangan itulah dikatakan bahwa di Minang itu Matrilinial, aditiawarman diangkat sebagai Raja, namun hanya sebagai simbol karena Garis Keturunan menurut Ibu.
-Ingin analisa lain yang lebih lengkap baca di buku Rusli Amran, dari Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang-

Saya kurang suka kalo anda menyimpukan sesuatu berdasarkan kemiripan nama tersebut. Akan lebih baik anda runut kan dulu fakta dan kejadian sejarahnya.

Anonim mengatakan...

Apaan si nii!!!
HE BATAK!!
HE MINANG!!!
situ semua SATU INDONESIA!!!
ngapain ribut2?!!
berita kaya gini cuma sampah!
ngapain minang ma batak malah saling hina??
udah waktunya bersatu!
minang kena gosip kaya gini,,batak belain dong!!
ntar kalo batak yg di serang,,minang juga belain!!!
mana INDONESIA kalian???!!!!

Jeng Iskhan mengatakan...

Saya Keturunan bangsa Mongol, Jeng Iskan. saya suka perang, yaitu maen PB....bodo amat, bah kau keturunan Minang, Batak, Ambon, Papua, Yahudi bahkan Fir'aun sekalipun.

Anonim mengatakan...

Saya yakin, artikel ini memiliki misi tersembunyi untuk mengadu domba suku-suku bangsa di Indonesia. Bahkan bisa jadi artikel ini karangan orang-orang yang bermaksud memecah belah Islam. Mengingat Indonesia merupakan negara Islam terbesar. Bagi yang membaca artikel ini, saya harap jangan terpengaruh, karena buktinya sama sekali tidak valid!

Anonim mengatakan...

kalera paja mah ma adu2 urg karajonyo......paja tuw ndak ba'a d bom tuw.....

Anonim mengatakan...

gantung aja tuwh org yg buat artikel ini....gantung aja d puncak gunung merapi....truz...mayatnya d lempar aja kekawah gunung.....

Anonim mengatakan...

jangan d ributkan lah dari mana asal kita semua...itu hanya sekedar sejarah yg hanya perlu d kenang ...yg perlu banget di pikirkan sekarang yaitu apa yg akan di perbuat k depan nya menyangkut perkehidupan kita selanjutnya....baik itu pribadi maupun berbangsa...apa yg kalian perbuat untuk negri kalian sendiri....kenpa malah asal muasal yg kalian ributkan...JANGAN MAU D ADU DOMBA ORG2 YG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Anonim mengatakan...

aku orang BATAK TOBA ASLI,

aku sangat kecewa dengan teman2 dari tanah batak, bukannya membela jiran mu orang minang, malah kamu buat kacau dan menghina....
kan klen belum tau siapa yg buat komentar "BANGSA BATAK TOBA KETURUNAN ISRAEL YG HILANG" bisa jadi juga yang buat orang batak, melayu, aceh, jawa, sunda, bugis, maluku, bahkan irian...

menanggapi salah satu orang batak yang mengatakan orang minang yang selalu di injak2 orang batak, menurut saya itu sangat BERTOLAK BELAKANG dengan fakta yang ada.. mulai dari zaman sebelum kemerdekaan sampai pada saat ini, kalau menurut aku, orang minang lah yang selalu menguasai atau pun paling di segani..
kita liat saja pada masa sebelum kemerdekaan, orang2 minang dari kaum padri hampir dari separoh wilayah batak yang mereka kuasai. buktinya sampai pada saat ini mulai dari Natal, sibolga sampai ke barus semuanya rata2 dominan berbudaya minang di banding batak... betul kan....?
dan lebih anehnya teman2 aku orang muko2(bengkulu),kerinci(jambi), sampai ke negri 9 di malaysia pun bilang "kami bukan orang padang, tapi kami orang minang, dan kami bangga jadi orang minang"..
dan bagaimana dengan batak..?
mendahiling dan nias yang kita sebut2 bagian dari batak, tidak pernah mengakui bahwa mereka adalah batak... ada apa dengan kita?

dan Bila kita liat pada masa pasca kemerdekaan, mulai dari sang Proklamator beserta founding father bangsa indonesia, pada pasar-pasar kecil sampai yang besar di indonesia bahkan mancanegara, orang minang lah turut berjaya di sana.....

sebagai orang indonesia dan suku yang berdekatan wilayah nya, selain bangga bertano Batak, aku juga bangga dengan orang minang...

HORAS

sutaryo on Sel Nov 29, 12:12:00 AM 2011 mengatakan...

Saya kira, kita perlu membedakan antara Hebrew (Ibrani) dengan Jew (Yahudi). Hebrew berasal dari Eber, moyangnya Nabi Ibrahim AS sementara Yahudi berasal dari Yehuda, salah seorang putra Nabi Yakub AS, atau cucunya Ibrahim. Sebagai pembanding silakan cek Minangkabau - Hebrew Identical Words free online, semoga bermanfaat. Trims.

Anonim mengatakan...

pantek urang batak tu mah...

rifki on Rab Jan 04, 09:40:00 PM 2012 mengatakan...

hehehe.. baaa dek heboh2 se ko.. :D ndak usah di ambil pusing mas bro semua. yang minang manga lo wak ka sakik ati di kecekan dek urang tu, dalam islam yang dilihat itu bukan keturunan dari bangsa mananya tapi seberapa takwa kita pada ajran agama Allah swt.
yang jaleh yang pasti satu kesamaan antara orang minang dan yahudi itu adalah samo2 anak cucu nabi Adam alaihi salam. kalo urusan agama sudah jelas di atur dlm alquran: bagimu agamamu bagi ku agama ku. jadi yg batak dialah inyo makan babi soalnyo ndak ado yg melarang inyo makan babai dalam ajaran agamanyo sedangkan islam ya tentunya tidak boleh makan babi karna sudah di haramkan oleh Allah swt dalam alquran. salam mas bro semua.

Anonim mengatakan...

Kuontoooooooolllllll

senyor mengatakan...

saya orang minang,ingin memberi himbauan pada dunsanak semuanya, jangan terhasut dengan ejekan dari orang yang beraninya cuma mengaku , anggaplah ada yg Mengaku batak terus menghina Minang, tidak usahlah diladeni, bawo galak selah. Ka tamakan wak ko jo adu domba mode ko indak do kan?? ini juga sekalian permintaan maaf untuk orang batak yang merasa tersinggung dengan jawaban rekan2 kami. dan perlu ditekankan,gak ada yang superior antara dua suku ini.

Bak Mancari Jajak Dalam Aia, Sarupo mancari pinjaik dalam lunau.
sibuk sekali mencari asal usul, sudah jelas asal kita dari segumpal darah itu cukup. Lebih baik untuk sekarang ini mencari cara terbaik membangun kampung masing2 kedepannya tanpa mengurangi rasa menghargai daerah lain.

jadi habis ini sudahlah, "bak maadu ujuang pinjaik" nampak dek wak, Saling merasa paling tajam itu gak baik

Anonim mengatakan...

tidak mungkin orang minang berasal dari bangsa yahudi, karna setiap orang minang pasti beragama islam, tapi mungkin saja orang batak adalah orang yahudi, karana sama dengan orang yahudi, sebagian yahudi beragama islam dan sebagian lain beragama kristen, orang batak pun begitu, mereka sebagian bergama islam,dan sebagian lain beragama kristen.

Anonim mengatakan...

minang = islam
batak = islam dan kristen
yahudi = islam dan kristen

Anonim mengatakan...

yang menulis artikel ini adalah antek yahudi dalam misi memecah belah indonesia,melalui permusuhan antara orang minang dan orang batak, KENAPA? KARNA INDONESIA DENGAN PULAU SUMATERANYA ADALAH NEGARA YG MEMELUK UMAT ISLAM TERBANYAK DI DUNIA ( KHUSUSNYA SUMATERA BARAT) sama seperti halnya yahudi ingin menghancurkan orang indonesia dengan menciptakan permusuhan dengan malaysia melalui sepak bola.KENAPA? KARNA INDONESIA DAN SETELAH ITU MALAYSIA, ADALAH NEGARA DENGAN PENGANUT AGAMA ISLAM TERBANYAK DIDUNIA.diamping kita menjadi terpecah bela, orang yahudi mengeruk keuntungan yg begitu besar sbg spekulan judi bola

Anonim mengatakan...

andai kalian tau. apapun yang terjadi di indonesia mengenai agama dan aliran kepercayaan ssungguhnya adalah perbuatan orang yahudi,contoh kasus: munculnya banyak aliran agama islam seperti ahmadiyah, lia angel,sampai ada yg mengaku nabi, mereka sebenarnya adalah orang islam yang berkhianat dan menjadi antek yahudi/israel. perlu untuk dipahami, islam itu sudah pasti agama yang baik, tp orang islam ada yang tidak baik. artinya apa, yang baik itu agama islam, tp dibelahan bumi manapun, pasti ada orang baik dan org yg tdk baik. satu hal lg, al Quran diturunkan untuk menyempurnakan kitab suci sebelumnya, yaitu taurat dan injil. dengann kata lain islam bukan hanya agama untuk satu kaum saja, islama adalah agama untuk seluruh umat dan kaum.

fadhli on Kam Apr 26, 07:02:00 PM 2012 mengatakan...

gw kebetulan punya darah Minang dari bokap, nyokap gw Sunda-jawa. tidak usah lah ribut dgn orang lain hanya karena keturunannya begini keturunannya begitu karena semua manusia apapun suku ato bangsanya itu sama. aku sih ikutin Bhinneka Tunggal Ika dan Al Quran saja yg menyatukan manusia apapun sukunya. Al Quran mengatakan "manusia, baik itu laki2 dan perempuan diciptakan dengan berbagai suku dan bangsa agar saling mengenal".

peace to all, semua agama pasti juga ngajarin kerukunan manusia

cerven22 on Min Mei 13, 09:25:00 PM 2012 mengatakan...

Ini baru cerita benar--binar ngawur, sama sekali tidak ada dasar. Iskandar Zulkarnain dalam tambo Minangkabau hanyalah mitos belaka. Cerita yang dikarang-karang oleh Raja2 Minangkabau dan Raja2 Melayu setelah masuk Islam. Raja Minangkabau/Pagarruyung adalah turunan dari Adityawarman yang nenek moyangnya beragama Budha/Hindu. Yang pasti, andai kata nenek moyangnya datang ke Sumatera/Jawa pada zaman Hindu artinya tidak ada yang namanya Zulkarnain-Zulkarnainan. Karena nama itu adalah nama Islam. Lagi pula cerita mengenai Zukarnain dalam Al Quran banyak yang tidak nyambung dengan Alexander Agung, karena dia seorang Pagan.
Sejak kapan Alexander The Great nyasar sampai ke Cina segala. Route paling Timur Perjalanan Penaklukan dari Alaexander Agung hanya sampai di Pakistan dan bagian Barat dari India jadi sama sekali tidak sampai ke Cina.Jadi tidak pernah terjadi perkawinan antara Alexander Agung dan tentara-tentaranya dengan gadis-gadis 'Timur'. Kalau dengan gadis-gadis Persia ya ada.

Kalau menulis sesuatu jangan kelewat ngawur gitu. Kalau merasa benar, periksakan dulu DNA anda, apa cocok nggak sama Yahudi. Kalau rambut ada ikal dan hidung anda kayak hidung orang Arab, boleh sana ngaku-ngaku Yahudi. Yang pasti dengan test DNA, orang Minang akan terbukti tidak ada kaitannya dengan Yahudi.

Anonim mengatakan...

artikel yang hebat, dahsyat, luar biasa dan entah bagaimana lagi untuk menilainya. intinya aku salut utk artikelnya dan komen2 dibawahnya.

semakin kita berdiam diri maka semakin kita akan bodoh. semakin kita bergerak maka kita semakin mengerti bahwa dunia ini indah, rupa-rupa warnanya dan dunia tidak selebar daun kelor.

dengan adanya pengetahuan ini (entah bnr/slh) smkin mmbwt kita saling mengenal satu sama lainnya dan berujung kepada (mungkin satu kalimat saja) "bahwa kita semua bersaudara"

Anonim mengatakan...

Akhirnya kena adu domba juga Batak Vs Minang.... Dunia menertawakan akan kedangkalan otak kalian

Anonim mengatakan...

ang pakak sadonyo goh... amuah s d ota urang..
paja yang buek artikel ko se acok tingga skola mahhh...

Anonim mengatakan...

paja yg buek artikel ko se ndk tamaik skolah do...ndk cek ka bailia gae paja tu do....

Anonim mengatakan...

yg ngehina org minang jga mulut nya, lau gak krna org minang (hatta)Indonesi gak kan MERDEKA!! kalian aja gak tau sjrah kamseupay ieuuhh

Planet Bumi mengatakan...

Kemarin waktu ngobrol di cafe ada temen ngebahas ini isu. Anyway pas browsing sekarang nemu artikel ini, respect buat yang punya blog.

Cuma klw saya lebih yakin kalau kita tuh keturunan dari surga, nabi Adam (pasti semua orang di muka bumi ini yakin kan?). Artikel di atas seolah dibuat oleh orang minang, apa iya? Seolah mengaku-aku, lalu koment di bawahnya ada dari orang batak berisi pengakuan sama, dan muncul tanggapan kalau orang batak itu suka ikut-ikutan.

Kita mesti mencerdasi bahwa baik-buruk seseorang bukan tergantung 'label' apa yang mereka sandang. Buruk adalah ketiadaan dari kebaikan.

Bila mengenal suatu bangsa, saya cenderung melihat kebaikan orang tersebut apa. Dari sekian banyak komen yang mengatakan orang batak itu nyebalin, bahkan ada teman yang orang batak sendiri bilang begitu, saya pernah membaca artikel yang ditulis oleh Prof Andi Hakim Nasution (nasution: marga gak nih?)di koran tentang asal usul ras manusia dari perspektif genetik. Bahwa ras manusia tertua itu berasal dari Afrika, tempat dimana Hawa turun pertama kali. Penyebaran dan pengaruh lingkungan alamlah yang membuat kita beretnis seperti sekarang ini, ada yang sipit, ada yang hitam, ada yang nyebalin ;). Jadi asal kita itu satu.

Makanya belajar lebih banyak lagi ya anak-anak,terutama eksakta, mudah-mudahan anda akan lebih mengenal siapa anda dan di alam mana anda tinggal. Bila anda mengolah informasi yang sedikit tanpa mencerna dan investigasi yang matang, pandirlah anda.

Saya orang Indonesia, sabodo teuing mau keturunan apa, mau marga caniago atau marga sinaga, karena kita telah diciptakan berbangsa-bangsa makanya harus saling mengenal.

alief galuh on Kam Agt 09, 07:25:00 PM 2012 mengatakan...

minang koto sama piliang keturuna yahudi
bodi sama chaniago yg keturunan melayu.

Udah jelas kan..pada bego ngape...kalian harus bangga.
coba kalau minang keturunan jawa?
MALU BRO,mendingan ga hidup aja ya ngga..

Anonim mengatakan...

harap jangan berkomentar kembali!!! (karena halamannya sudah terlalu panjang, komentar ini adalah akhir dari segala komentar dan yg terakhir minang is the best)

Anonim mengatakan...

Manusia dilahirkan tanpa bisa memilih di tanah mana dan dari bangsa apa dia dilahirkan. Tidak sepatutnya manusia merasa bangga dengan jati diri yang disandang masing-masing. Pada prinsipnya sama tercipta dari satu sel sperma yang membuahi satu sel telur.

Tuanmuda Fikrie on Sen Okt 08, 04:08:00 AM 2012 mengatakan...

Hmm,,
Kenapa y berhub. dgn provokasi dan fitnah laris manis yach.,.,
Tanya kenapa

Ajang perbanyak dosa
Fitnah
Adu domba
Cakap kotor
Saling hina
Penuh kebohongan

Cobalah berpikir positif
Ne hanya nyari sensasi,spy rame
Karena qt paling senang pro kontra

Anonim mengatakan...

YAPAN(YAHUDI PANTEK)

Anonim mengatakan...

CARA BERFIKIR ORANG BATAK BEGO BEGITU DIBILANG SALAH SATU BANGSA YAHUDI.....HAHAHA BATAK NGACO...BATAK MANA ADA JIWA BISNISNYA KAYA YAHUDI

piet joe on Jum Des 28, 10:56:00 PM 2012 mengatakan...

Aku kira bagus, ternyata artikel ini buang2 waktu aku saja

Anonim mengatakan...

Israel itu:Zionis dan Yahudi
Zionis adlh paham
Yahudi adlh agama
Kondisi skrng di Israel: Mayoritas, elit dan penguasa adlh dari paham" zionis ini, paham ini lah yg mengumandangkan perluasan tanah israel dan tdk cuma sebatas itu saja,,,
antara yahudi dan zionis sndiri terjadi perpecahan akibat dari tindak tanduk dari zionis,,,

harry on Kam Jan 03, 02:14:00 PM 2013 mengatakan...

melihat posting,yg bikin ini adalah zionis yahudi.
Ni yg 96,yang anda bikin sekarang adalah friction.
Saya mengenal cara cara yahudi dari tahun 2000.anda tidak berani bilang anda yahudi,dalam al qur'an surat al-baqarah ayat 120.
Anda tidak akan pernah senang dg orang islam.

faezal aldi on Kam Jan 10, 08:46:00 AM 2013 mengatakan...

kalau pun yahudi ....tetap islam...sahabat nabi yang di jAMIN masuk sorga orang yahudi pula....abdullah bin salam......Inna akromakum 'inda allahi atqokum...orang yg paling mulia adalah org yg paling bertaqwa

Anonim mengatakan...

kalian semua ini orang indonesia gak ?
klo kalian orang indonesia
seharusnya kalian menghargai orang minang
kenapa?
karna orang minanglah indonesia ini mardeka
apa kalian tidak tahu sejarah ?
dan apa kalian tidak sekolah ?

ini mag menghina orang minang dengan perkataan bodoh,taik,anjing lah
sebanrnya kalian itu yg bodoh,anjing

sungguh sangat disayangkan pemuda/pemudi indonesia zaman sekarang
gak menghargai sejarah indonesia


fuck buat lu lu yg menghina orang minang

_wong jowo

Anonim mengatakan...

DI PADANG AJING MAKAN TULANG>
DI MEDAN TULANG MAKAN ANJING>
ITULAH PERBEDAAN MINANG DENGAN BATAK

HORASS!!!! BATAK BUJANGNINANG

Anonim mengatakan...

Orang pintar pasti menulusuri siapa silsilah sipenulis, sebelum menaggapi dengan serius artikel ini. Yang jelas sipenulis tidak seorang yahudi yang dia katakan asal yahudi di minang. Dan yang jelas sipenulis bukan malaikat atau jajarannya yang akan selalu benar. Bukan tidak mungkin sipenulis berasal dari antah berantah sehingga mendapatkan informasi yang antah barantah.

Anonim mengatakan...

Orang bijak pasti memilih dan memilah apa yang harus mereka tanggapi dan pikirkan. Menanggapi pernyataan seorang yang ... berarti yang menanggapi itu tidak jauh berbeda dengan si ...

Dalam artikel ada satu objek yang terpojokan.
Hal ini perlu ditelusuri karena kebanyakan dari kata kata dan rangkaian kalimatnya adalah bersifat tekanan atau ketidakstabilan psikologis si penulis karena beberapa efek dari si objek.

Anonim mengatakan...

WOI GILBERT HUTAGALUNG PUKIMAKMU, UDAH JELAS MARGA KAU ITU TOBA, KAU BAWA2 PULA NAMA KARO KESANA. GA ADA ORG KARO K
SEPERTI ANDA. DAN KAMI KARO BUKAN ISRAEL. ANDA ITU BATAK BUKAN KARO. JANGAN MENYERET2 KARO KE SILSILAH BATAK TOBA ISRAELMU ITU

Anonim mengatakan...

WOI GILBERT HUTAGALUNG PUKIMAKMU, UDAH JELAS MARGA KAU ITU TOBA, KAU BAWA2 PULA NAMA KARO KESANA. GA ADA ORG KARO K
SEPERTI ANDA. DAN KAMI KARO BUKAN ISRAEL. ANDA ITU BATAK BUKAN KARO. JANGAN MENYERET2 KARO KE SILSILAH BATAK TOBA ISRAELMU ITU

Anonim mengatakan...

terlalu banyak kepentingan pribadi dan golongan ke negara kita Indonesia ini, penjajahan dalam bentuk baru terus berangsur-angsur membangun opini kita dan generasi penerus, lambat laun opini-opini sesat yang sangat mudah diakses ini menjadi sebuah kebenaran bagi kita. Konsekuensi dari itu semua adalah pecah belahnya persatuan. Sadar atau tidak sadar, generasi kita sedang diputus entah oleh siapa, entah oleh yahudi, entah oleh bangsa kita sendiri, atau entah oleh sesuatu kekuatan yang menginginkan kekayaan kita, kekayaan alam, kekayaan kita berpikir, kekayaan budaya, dan kekayaan sejarah beratus suku bangsa kita yang jelas, untuk mereka exploitasi.

Jika kita terus lalai, maka hal kecil seperti artikel diatas akan semakin memutus generasi kita, dan.... kita akan mengalami tahap kedua dari beberapa tahap program penghancuran bangsa kita. berlanjut, dan terus berlanjut... sampai nanti saya akan membutuhkan PASSPORT untuk pergi bersilaturahmi dengan saudara saya di Medan.

Anonim mengatakan...

SALAH SATU ARTIKEL HOAX YANG PALING LUCU DAN PENUH KESALAHAN DI SANA-SINI.
MASAK YAHUDI DI KATAKAN MENGANUT MATRILINIAL SEPERTI SUKU MINANGKABAU, NGACO BANGET, YAHUDI ITU MENGAMBIL GARIS KETURUNAN DARI LAKI-LAKI.
BARU BACA AWAL NYA AJA DAH KETAUAN INI HOAX. NGAKAK ABIS BACA NYA. KLO MAU BIKIN HOAX YANG KEREN DIKITLAH, JGN KELIATAN BANGET KESALAHANNYA WWKKWKWK

Anonim mengatakan...

nice hoax deh klo gitchu lol

Anonim mengatakan...

intinya paham matreliniel tu menyimpang dari ajaran Al-Quran itu sendiri...

Hmm...so munafik bgt dgn semboyannya:
"Adat Basandi Syara’,Syara’ Basandi Kitabullah"

Anonim mengatakan...

serius....????
Anda suku apa...???

Anonim mengatakan...

SEMUA YANG BERKAKI EMPAT BISA DIMAKAN, KECUALI MEJA DAN KURSI
SEMUA YANG MELATA BISA DIMAKAN, KECUALI PARALON DAN SELANG.

KEEP YOUR FIGHT !!!

Anonim mengatakan...

Batak asu, Nias ok, doggy enak bgt..

Anonim mengatakan...

Makan anjing dan babi, isi perut di penuhi cacing pita. Semoga cerdas...

Anonim mengatakan...

Babi adalah sampah, tapi kok malah di makan?

Anonim mengatakan...

Garis keturunan Yahudi mengambil garis keturunan dari ibu bukan bapak/ayah sama dengan orang padang jg bgt, orang yahudi tidak makan babi orang padang jg tidak, orang yahudi licik orang padang jg, orang yahudi pelit orang padang apa lagi (gak usah ditanya lg udah terkenal pelitnya diseluruh indo). Jadi masuk akal kl padang msh ada ket yahudi.

Anonim mengatakan...

Berhasil di PECAH BELAH nih manusia-manusia GOBLOK, aya sangat yakin kalau sebagian pemberi komentar disini adalah manusia manusia picik, tidak berpendidikan dan berwawasan, himbauan saya ke KALIAN manusi manusia rendah yang tidak pantas hidup di negara TECINTA ini, agar berkaca pada binatang2 yang telah kalian sebutkan apakah kalian lebih baik dari BINATANG2 tersebut? - SALAM GOBLOK untuk semua yang beri komentar.

orang indonesia mengatakan...

salam persatuan untuk semua......

kalo menurut saya,marilah kita sikapi suatu artikel dengan bijaksana.nah..ini kan cuma sebuah ARTIKEL yang membeberkan sejarah asal usul salah satu suku bangsa di indonesia,yang mana unsur KEBENARAN dari artikel ini masih sangat dikeragui.
maka dari itu..saudara2 saya semua yang membaca artikel ini jangan sampai terprovokasi.

semua suku bangsa di indonesia ini sama....punya budaya masing2,punya ciri khas masing2.
kalau menurut saya gak usah saling CACI MAKI hanya gara2 merasa sukunya terpojokkan dalam artikel ini...
lebih baik kita pererat tali persaudaraan antar suku bangsa di indonesia ini.....

note: saya cuma mau kasih saran sama yang punya blog ini,tolong di review lagi artikel anda,kalo bisa tolong kata kata yang anda tulis tidak bersifat provokatif

Anonim mengatakan...

wajar kalo indonesia di jajah 350 tahun ama belanda. Dan 3 tahun(plus) ama jepang. Maksudnya plus itu kita dijajah ampe sekarang ama kendaraan asal jepang. Baca kayak ginian aja langsung pada huru hara. Ngakak ampe tiarap :)))

Anonim mengatakan...

Pertama sekali saya selaku orang Batak/Sumatera sangat prihatin, ternyata hati dan suara Sumatera belum layak memimpin NKRI. Memang paling mudah mengalahkan Sumatera, pancing aja emosi Batak dan Minang pasti Neraka jahanam berkobar. Aku dokter Kristen, sesungguhnya kurang baik makan daging babi terlalu sering untuk kesehatan, apalagi ditinjau dari ajaran Agama leluhur Batak (Parbaringin)dan ajaran Jahudi dan Muslim. Memang bukan makanan yang masuk ke tubuh kita yang membuat haram tetapi yang keluar dari diri kita (misalnya berbohong) Kalian semua benar sebagai manusia yang punya emosi dan harga diri. Penulis bangga pabila dia disebut Jahudi, sebagian pembaca merasa terhina disebut Jahudi karena musuh Bani Arab. Namun sebaiknya coba deh kamu kuliah Anthropolgi ke Harvard atau Cambridge suku Melayu (Proto = Batak, Dayak dan Toraja) maupun (Deutro = Deli, Minang, Jawa, Sunda, Bali, Bugis dll)berasal dari China Selatan. Memang kalau dirunut ke belakang setiap manusia di Bumi ini ketemu dalam pohon keturunan Adam & Hawa. Jadi buat saudara-saudariku suku Minang, yakinkanlah dirimu bahwa Penulis kalaupun benar dia seorang Batak tapi terimalah dia sebagai saudara sebangsa yang pengen belajar Budaya Batak, namun disayangkan seperti Ogung na mabola (Gong pecah)yang selalu memberitahukan kejelekannya. bukan bertabiat orang Pintar nan bijaksana. Batak-batakan kali ! Terima kasih. HORAS NKRI.

Widya Can Can on Kam Okt 17, 09:27:00 PM 2013 mengatakan...

Heran yah, ini orang2 pada serius banget kebakar emosi gara2 baca blog ini...saya ngga setuju sama caci maki buat orang minang, orang batak, yahudi juga caci maki buat yang nulis blog! padahal sudah dijelaskan kalau kebenaran tulisan ini diragukan (hanya bagus buat novel), terus ngapain yang baca malah pada kebakaran jenggot...caci maki sana sini? Saya orang minang, dan menurut yang saya tau dari berbagai info (yg masih sulit dibuktikan, mungkin perlu penelitian DNA dsb), orang minang itu berasal dari berbagai macam bangsa (ada persia, arab, india, indochina, dll), karena itulah tampilan fisiknya juga beraneka ragam.

Anonim mengatakan...

Haah...emang knpa kalau minang kturunan yahudi,,pdhal dari berbagai aspek sangat jauh beda minang jo yahudi,,kami urang minang suku yang damai kawan..gak suka cari cari masalah kayak koa..jan ang usiak2 kahidupan damai kami urang minang...emang ado kami manggaduah ang,malahan sabaliaknyo!jan ang cubo2 manjagoan Harimau lalok lai oii..haah Matiselaah ang njiang...

fauzii amalo on Sel Des 10, 03:58:00 PM 2013 mengatakan...

heheh kayaknya yg coment disini semua nya pada bocah2 dah
batak dan minang jgn mau di adu domba sama jawa

kita satu sumatra jgn mau dbodohin sama jawa yaa

fauzii amalo on Sel Des 10, 03:59:00 PM 2013 mengatakan...

klo memang orng minang itu bodoh atau apalah td yg disebutkan di atas ?
kenapa pendiri republik ini orang minang ?
klo tidak tau silakan baca sejarah sekolah lg sana

hahhaha

nofri yandi on Sel Des 24, 10:48:00 PM 2013 mengatakan...

JIKA ANDA TIDAK MENGERTI DENGAN SILSILAH DAN ASAL MUASAL KEBDAYAAN MNANGKABAU SEBAIKNYA ANDA JANGAN BERKOMENTAR DALAM ARTIKEL INI,
ARTIKEL INI JELAS SALAH DAN SANGAT GAMBLANG DARI PENGURAIAN KATA KATANYA. SEAKAN AKAN FAKTA YANG DI TERANGKAN PADA PARAGRAF PERTAMA SANGAT BERTENTANGAN DENGAN PARAGRAF BERIKUTNYA.
MUNGKIN PEMILIK BLOG INI TENGAH IKUT PROGRAM PTC UNTUK MENGHASILKAN UANG DENGAN MELAKUKAN BIDAH TERHADAP SUKU SUKU LAIN.

Anonim mengatakan...

n

Anonim mengatakan...

s

Anonim mengatakan...

Hadapilah dg senyuman orang yg memutarbalikan fakta, tersenyum atas kebodohan mereka yang tak paham keadaan sebenarnya, Bahwa kemuliaan orang Minang karena merupakan keturunan langsung dari Raja Alexander Nan Agung seorang raja besar dan ahli ibadah. Membuat banyak orang yang iri dan dengki terhadap masyarakat Minang. Minangkabau adalah di pilih oleh Allah SWT sbg penganut ajatran islam yg taat sebagai mana raja Alexander Zulkarnain penanut islam yang taat. Seharusnya kita bangga terhadap Minangkabau sebagai salah satu masyarakat terkemuka di Indonesia, kita bisa lebih dihargai di mata dunia karena minangnya adalah keturunan nabi-nabi penyebar ajaran Islam yang telah dimulai sejak Adam AS terus berproses mengikuti perkembangan jaman dan sempurna di ajaran Nabi Besar Muhammad SAW yang diutus oleh Alah SWT.

Disamping kepintaran otak dan kemajuan dagangnya menyaingi Cina, yang tak bisa dipungkri lagi. Sejarah mencatat 40% pendiri bangsa Inodonesia adalahah tojkoh Minagkabau. hingga sbagagai pewaris bangsa melayu.
Apalgi persembahan yang kurang dari minangkabau untuk dunia, sebuha sikap dan suri tauladan yang patut diontoh. dan bisa dibanggakan pada masyarakat dunia.

Anonim mengatakan...

kalau kita benar adalah keturunan bangsa yahudi mestinya kita bangga.karena adalah bangsa pilihan tuhan.kita tidak usah menjadi pembantu rumah tangga di arab atau malaysia yang dianggap lebih rendah kedudukannya dari kita.mari kita banyak belajar dan rajin bagaimana menyuburkan sayuran di tanah yang gersang,membuat robot laiknya manusia dan lebih hebat lagi dari pada itu o.k

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda, atau tamba informasi anda jika ada.

 

Chat With Girls

Sumber Dana

Term of Use

Semua bebas di copy paste tanpa syarat dan ketentuan apapun, semua artikel tidak perlu anda percaya anggap saja dongeng mitos atau apapun itu menurut anda. Karena jika anda percaya kehidupan anda akan berubah, perkumpulan rahasia or secret societies akan terus memburu anda dan berkata semua ini hanya kebohongan.
Copyright © 2004-2009 by Bisnis Manado