Selasa, Juni 23, 2009

BANGSO BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG

untuk tulisan features Pesta Danau Toba
Orin Basuki/m02
Pesta Rakyat Danau Toba (PRDT) II yang dibuka di Open Stage Parapat, Simalungun, Minggu (30/6), kali ini dimeriahkan oleh defile warga dari lima subetnis Batak yang ada di sekitar Danau Toba. Salah satunya adalah Batak Toba yang diwakili oleh tetua adat Toba Samosir ini, lengkap dengan segala atribut tradisionalnya. Ini cuma kiriman dari salah satu pengunjung dan saya copy paste

Edisi - Revisi
Batak - Israeli)
Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat,
negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari
dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama
Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini
disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.
Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel.


Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas
kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai
sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan
bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan
dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi
lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan.


Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa
Romawi. Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara
Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun
banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain,
terserak diseluruh dunia.


Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan
orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke
negerinya, dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak
pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur. Demikian juga
dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa
perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan
hidup.


Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian
kehilangan identitas mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok
penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina,
tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk
Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak
mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah
Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan
sepuluh suku Israel yang hilang yang telah kawin campur dengan
penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.
Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di
negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam.
Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup
di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti
Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir
tebal, rambut keriting, dll.


Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut
Beta Israel, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu
memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang
merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Israel perantauan.
Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari
mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan
transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya
mengapa ada Israel hitam.


Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-
perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita
tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya
mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang
dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era
Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak
yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu,
dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang
konon ada disana.


Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan
bahwa etnik Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel
kuno yang hilang? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak Toba
sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang
memberikan perhatian terhadap hal ini.


Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra),
adalah petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang,
pergi mengembara. Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan
sikap dan tindakannya yang khas, yaitu terbuka, keras dan apa-adanya.
Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD),
sebab mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA
diantara bangsa-bangsa.


Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di
Hindia yang berdekatan dengan India. Sumatera juga merupakan salah
satu pulau di Lautan Samudera Hindia.


Bandingkan Yesaya 11:11: Pada waktu Tuhan akan mengangkut pula
tangaNya untuk menebus sisa-sisa umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD)
yang tertinggal di Asyur, dan di Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan
di Elam, di Sinear, di Hamat dan
di Pulau-pulau di Laut.


Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta
dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi,
guru besar di UI (Universitas In 782 donesia), bahwa tradisi etnik
Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.
Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan
tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam
Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama,
dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar
Alkitab.


Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah
keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi
karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka
bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang
Melayu.
Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel
dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk
pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke
pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin.
Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria.
Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga
dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai
orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon kekurangan itu
terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan
menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam
ke perut bumi.


Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel
bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik
Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.
Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat
untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat memberi
bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku
yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman
untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur
sejarah dan spiritual.


Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel
kuno adalah sebagai berikut:
1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)
Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui
garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang
tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya
dianggap na lilu - tidak tahu asal-usul - yang merupakan cacat
kepribadian yang besar.
Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang
sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian
Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka
yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang
ditelusuri dari pihak bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud
dan pihak ibuNya (Maria).


Catatan:
MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah
(patrilineal) .Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis
keturunan selalu dihubungkan dengan anak laki laki. Seorang ayah
merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak laki-laki yang
meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini,
dan sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu.
Menurut buku “Leluhur Marga Marga Batak”, jumlah seluruh Marga Batak
sebanyak 416, termasuk marga suku Nias.


Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echols
adalah CLAN, yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain,
Marga bias berarti Warga, dari bahasa India (Sansekerta,
kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga Tampubolon,
berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan KAUM
LEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.


TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah.
Dengan tarombo seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila
orang Batak berkenalan pertama kali, biasanya mereka saling tanya
Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk saling mengetahui
apakah mereka saling “mardongan sabutuha” (semarga) dengan
panggilan “ampara” atau “marhula-hula” dengan
panggilan “lae/tulang” . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah
ia harus memanggil “Namboru” (adik perempuan
ayah/bibi), “Amangboru/Makela” ,(suami dari adik ayah/Om), “Bapatua/
Amanganggi/ Amanguda” (abang/adik ayah), “Ito/boto” (kakak/adik) ,
PARIBAN atau BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang
dapat kita jadikan istri, dst.


2). Perkawinan yang ber-pariban
Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak,
tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan
untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup
report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini
tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam
bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni
tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan
yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau
anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.
Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-
isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah
perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah
terjalin dengan perkawinan.


Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub
menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel.
Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu
dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel
kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan
perkawinan seperti itu.


3). Pola alam semesta
Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua
ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua
toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola
yang sama.


4). Kredibilitas
Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern,
setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah
tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang
tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang
pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang
diberi janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja
sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat
penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan
pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga
demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar
sebagai jaminan janji (Kej. 38).


5). Hierarki dalam pertalian semarga
Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-
laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan
terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan
perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis
keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari
Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang
(bandingkan dengan Rut 1:11).


Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan
saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah
tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu
kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam ini
diringkaskan dalam ungkapan orang Batak : “Mardakka do salohot,
marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.
Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan
Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas
ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis
silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia
mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami
Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika
ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya,
mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang
paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri. Ya, mardakka do
salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).


6). Vulgarisme
Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-
beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah:
son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini.
Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan
serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.
Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang
spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut
sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk
dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang
dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah
serapahnya:, , Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege,
hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira
begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak
kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.


Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol
kehancuran seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa
dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme
seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya
serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis
sama dengan sumpah serapah orang Batak).


7). Nuh dan bukit Ararat
Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar
yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur
ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah
tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab.
Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku
Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan
kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit
Pusuk Buhit.


Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli
Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah
puncak gunung. Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada
bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput
gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar
mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya
setelah bambunya meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk
Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang
mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.
Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena
setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi
berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk
pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi
Pusuk Buhit.


8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)
Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-
belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang
terkait. Alasan ini sangat praktis.


Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari
kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah
lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering
alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat
mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.
Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah
sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir
ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam
Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang
belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh
seorang nabi).


9). Peratap/Ratapan
Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota
keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka
menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan
menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung.
Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair
kematian dan syair kesedihan hati.
Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka
mangandung ad 676 alah satu bentuk seni yang menuntut keahlian.
Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan
sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yang
pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan
kehadirannya pada setiap ada kematian.
Di desa-desa, terutama di daerah leluhur - Tapanuli - tidak
mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga
dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat
setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung
hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan
sangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati
memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar,
sekedar menunjukkan rasa terima kasih.


Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian
si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap
adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga
dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik
yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.


Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-
andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan”
Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah
meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah
tentang mendiang familinya itu.


Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika
Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar
para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru berkali-kali mencatat kata -kata ratapan, meratap, peratap.
Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel
kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati
bukan pada acara kematian.


10). Hierarki pada tubuh
Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi
martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai
permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah.
Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak
kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada
seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah
telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak
kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh
seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.
Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu
diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa
Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap
dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang
lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap
dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.


11). Tangan kanan dan sisi kanan
Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat
kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kali
berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena
terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak
tercatat aktivitas sisi `kanan’ yang melambangkan penghormatan atau
kehormatan.


Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang
menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca
Kejadian 48). Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan
hierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8,
Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.


12). Anak sulung
Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan
bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan
berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika
ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan
mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh
anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu
martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu
adalah si anak sulung. Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar,
memberi karisma dan wibawa. Karisma dan wibawa, itulah profil yang
melekat pada anak sulung.


Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi
tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku
Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah
anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22,
34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9,
Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan
18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)


13). Gender
Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan
silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik
orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama
terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak
perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam
Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali
jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu
Yesus). Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan
karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-
nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.
Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa,
tetapi anak laki-laki, red.


13). Kemenyan BATAK TOBA
Ada cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera
Utara. Salah satu persembahan yang dibawa tiga majuz atau
cendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang baru dilahirkan di
Betlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupa
kemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewat
cerita turun-temurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itu
dibawa dari Pelabuhan Barus, yang dulu pernah menjadi pelabuhan
besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita itu semakin
bergulir mengingat sebagian besar penduduk Tapanuli beragama Kristen
dan Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus.
Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari cerita
itu bisa terlihat bahwa sampai sekarang pun getah harum bernama
kemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut haminjon, itu begitu erat
dengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan dan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan Bupati
Tapanuli Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangat
menyejahterakan masyarakat Tapanuli.


Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. “Nenek saya
pedagang kemenyan,” tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936
neneknya sudah mempunyai mobil untuk mengangkut kemenyan dari
Tapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu kilogram kemenyan
sama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petani
dan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satu
gram emas. Satu kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16
kilogram) beras. Selain cerita tentang persembahan dari timur untuk
Nabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di Tapanuli.
Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah ada
ratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.


14). Pemberian Nama Bayi yang Lahir Tujuh Hari
Di dalam tradisi Parmalim - Agama Leluhur Batak Kuno, setiap anak
bayi yang lahir selama tujuh hari harus di bawa ke Pancur untuk
Permandian dan sekaligus pemberian nama. Permandian bayi yang sudah
tujuh hari itu diserahkan ke Imam Parmalim. Setelah itu diberi nama
dengan diadakannya Pesta Martutu Aek.


Memang tidak ada sunat, tetapi beberapa suku Israel seperti Bene
Menashe di India dan Suku Chiang Min pun melakukan hal yang sama.
Karena apa? Karena mereka sudah melalui generasi ke generasi,
asimilasi, masuknya unsur-unsur lokal dan sebagainya, seperti nama-
nama dewa-dewi sesembahan lokal dimana mereka tinggal. Seperti
itulah, tetapi identitas keaslian mereka sebagai keturunan Israel
masih kelihatan. Seperti budaya, adat, Agama -Kepercayaan
Monotheisme (meskipun masuknya paham lokal setempat), dan beberapa
kebiasaan yang berbeda dengan suku - suku yang lainnya.


15). Monoteisme Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim
Hamalimon – Parmalim – Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba
Parmalim, kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur
batak. Kata Malim berasal dari bahasa Arab yang terdapat di kitab-
kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata Muallim.
Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang
menjadi pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang
ke dalam pengertian; orang-orang saleh berpakaian sorban putih.
Parmalim merupakan agama monotheis asli Bangso Batak Toba. Parmalim
sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.
TUHAN menurut Hamalimon –Parmalim – Ugamo Malim
Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang
Besar, red). Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak
bermula dan tidak berujung. Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu
wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia tidak bermula dan
tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha
Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh
dari alam ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa
mengampuni. Kuasa kasih dan kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat
Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan Ugamo Malim.


Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan
Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan
membeli rempah-rempah hingga ke Ophir. Ophir patut diduga adalah
Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk
kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama
asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu
Mulajadi Na Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).


Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia
yakni Iran, yang menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu
diperkirakan datang sekira tahun 600an Masehi dan mendirikan gereja
pertama di Desa Pancuran, Barus.


Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9,
diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420
talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau.
Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-
Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s.
berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-
Na fiha). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati
Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir
itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat
pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis
Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang
Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-
15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di
sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.


Secara “teologis” bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganut
paham monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena
tujuan akhir semua doa mereka tetap diarahkan kepada debata Mulajadi
Nabolon (Tuhan Pencipta langit dan bumi). Ini hal yang luar biasa
uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak
menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno
yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan
kurun waktu ribuan tahun.


Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual)
Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta
memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat
melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.
Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7
aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan
tersebut adalah :
1. Martutuaek (kelahiran)
2. Pasahat Tondi (kematian)
3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan
Simarimbulubosi)
7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)
Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim” harus
menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati dan
mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh
berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya. Diluar
hal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan daging
babi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta darah.
Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannya
dalam kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapat
kehidupan roh suci nan kekal.-Kata bijak Ugamo Malim
Secara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan Ugamo
Malim atau lebih dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turun
temurun, seperti yang dikatakan Raja Marnakkok Naipospos selaku Ulu
Punguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar di Desa Hutatinggi
Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.
Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malim
layak menjadi sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaran
aliran ini juga terdapat nilai-nilai religius yang bertujuan menata
pola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik sesama maupun
kepada Pencipta.


Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan,
ajaran Parmalim menuntut manusia agar hidup dalam kesucian,”
jelasnya kemudian menerangkan secara detail asal-muasal kata
Parmalim yang berasal dari kata “malim”.
Malim berarti suci dan hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkan
Oppu Mulajadi Nabolon
atau Debata (Tuhan pencipta langit dan bumi). “Maka, Parmalim dengan
demikian merupakan orang-orang mengutamakan kesucian dalam
hidupnya,” jelas Marnangkok. Yang kami puja tak lain adalah Oppu
Mula Jadi Na Bolon bukan”begu” (roh jahat),” katanya.
“Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadap
Parmalim.” Marnangkok kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolon
adalah Tuhan pencipta alam semesta yang tak berwujud, sehingga Ia
mengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya (parhiteon), yakni
Raja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi.
Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon)
serta jasa-jasanya yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomi
Bangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri berarti ditakdirkan untuk hidup
menderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup sama miskin
seperti rakyatnya.


Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja dan
utusan-utusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepada
Debata. Ugamo Malim diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaran
Kristen dan Islam masuk ke daerah itu. Hidup dalam kepasrahan.
Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak Parmalim
yang mengatakan: “Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so
diakkui Debata pangalahon ta.” (Tidakklah begitu berarti pengakuan
semua bangsa terhadap kita, dibandingkan pengakuan Tuhan terhadap
perilaku kita).


Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atau
Tua-Tua Batak Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi para
raja. Padahal Singa tidak ada di Tapanuli, yang ada hanyalah
Harimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya Suku
Yehuda yang dijuluki Singa Yehudah.
Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, Pemimpin
Parmalim, ” Untuk apa
pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhan sendiri tidak mengakui
perbuatan kita di dunia ini?” Nampaknya, perjuangan Ugamo Parmalim
sudah berujung pada kepasrahan. Dalam kepasrahan ini tentu saja
masih ada harapan. Tapi, harapan itu bukanlah berasal dari dunia,
melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon. Dalam harapan itu, ada pula
ketaatan untuk selalu mempertahankan hidup suci.
Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, “Berilah
kepada kami
penghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia ini
dan berilah kejernihan dalam pikiran kami.” Mereka yakin Debata
hanya akan memberkati orang yang menangis. Nah, dalam kepasrahan
yang berpengharapan inilah mereka hidup. Dalam keterasingan itu juga
mereka menyerahkan hidupnya pada “kemaliman” (kesucian). “Parmalim
adalah mereka yang menangis dan meratap,” katanya.
Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan
larangan. Selain mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah
Ugamo Malim), juga terdapat berbagai kewajiban lainnya seperti
Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu. Dalam
menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau
melakukan kegiatan apapun. Atau melakukan ucapan syukur dilakukan
umat Parmalim setiap hari Sabtu.
Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: “Samisara itu
hari ketujuh bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu,
supaya berlaku untuk selamanya.
Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisa
bingung. Makanya kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu.”
Kewajiban lain di antaranya adalah Martutu Aek, yakni pemandian bayi
yang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat Tondi yaitu ritual
sebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan Pangkaroan
Hatutubu ni Tuhan.


Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di
antaranya adalah larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan
seperti yang lazim bagi umat Kristen. Memakan daging babi atau darah
dianggap tidak malim (suci) di hadapan Debata. Padahal dalam ajaran
Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan pujian kepada
Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan
pelean (persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia
dapat bersatu. Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan
hingga 12 keturunan. Itu pun secara roh.


Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual
besar Ugamo Parmalim yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap
tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu seperti Parningotan
Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha Lima),
yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli.
Yang kedua diadakan secara besar-besaran pada acara ini para
Parmalim menyembelih kurban kerbau atau lembu. “Ini merupakan tanda
syukur kami kepada Debata yang telah memberikan kehidupan,” kata
Marnangkok.


Catatan: Dalam Kitab Paramalim, yakni Tumbang Holing, terdapat kisah
manusia pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa
digoda si ular. Hal itu dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim
itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh
sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis
Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan
Batak Toba dan Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung
mendekati simbol-simbol agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang,
sorban berwarna putih serta stempel kerajaan. Jika dihubungkan
cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah-
rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah
tentang Raja (Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari
Ophir (Barus) di Tapanuli, diperkirakan jejak agama monotheisme
Israel terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan Parmalim –
Hamlimon – Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.
Bahkan, Istilah Anak Ni Raja, dalam bahasa BATAK, yang berarti Anak Raja mengacu kepada Si Raja Batak sebagai keturunanRaja Shalomo (Yang terkenal Kebijaksanannya atau Berhikmat), anak dari Raja Israel yang terkenal, Raja Daud (Terkenal Kepahlawanannya dan Ketakwaannya).
Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk
membeberkan semua, termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak
jumlahnya. Jika data yang diatas itu saja dibawa kepada ahli
statistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain
yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa
Israel kuno dengan bukti autentik tertulis dalam Alkitab, informasi
sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga sekarang, serta
kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang
lebih 3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku
Batak Toba bukan keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa
jadi lebih.


Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku atau
bangsa atau budaya tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesan
seolah-olah menonjolkan superioritas suatu budaya tertentu, hal itu
semata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatu
etnis atau Bangso Batak Toba. Keberadaan unsur asing dalam
kebudayaan suatu bangsa adalah sebuah kewajaran. Penyerapan unsur
asing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti menunjukkan
inferioritas kebudayaan yang menyerapnya.


Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasi
positif dengan banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkan
oleh komunitas budaya bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksi
suatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbal
balik, tidak pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahami
sebagai upaya menampilkan kemungkinan terjadinya pertukaran nilai
budaya dalam rentang waktu beberapa abad antara Timur dengan Barat.
Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontak
dengan Barus, Tapanuli dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India,
Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu milenium sebelumnya,
hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad sebelum
masehi).

65 Comment:

alvatarz on Jum Jul 10, 05:05:00 PM 2009 mengatakan...

Pada Tahun 1986 diadakan Renovasi BATU HOBON.
RENOVASI bekerja sama dengan Pemda Tapanuli Utara.

RENOVASI BATU HOBON dilakukan sekumpulan manusia sesat pemuja setan untuk mencuri benda-benda pusaka yang ada di Situs Batu Hobon, terutama keris pusaka Nyi RORO KIDUL yang melegenda yang merupakan putri Raja Tea Tea Bulan.

Mereka kesal dan kecewa tidak medapatkan keris itu, lalu menyuruh setiap orang yang datang ke Batu Hobon, baik untuk berobat ataupun Meminta harta dan kekuasaan melemparkan telur dan jeruk Purut untuk menguatkan pagar gaib mereka agar tidak ada satu manusiapun yang bisa membuka BATU HOBON .

Coba saudara bayangkan ”’betapa jorok dan bau Batu Hobon itu akibat Puluhan Ribu Telor Yang dilempar ke atasnya dan jadi Busuk ‘”‘
…Coba Kepala Saudara atau Rumah Saudara yang dibuat Begitu Bayangkan Joroknya @@@@.

Saya Sangat Sedih Ketika Melihatnya , Lebih Sedih Lagi Melihat Poparan dari Batu Hobon Yaitu Marga-marga Pasaribu, Malau, Limbong, dlll membiarkan dan mendukung kejorokan tersebut, padahal marga-marga itu yang mengaku aku selama ini sebagai pemilik batu Hobon.

Ya Tuhan Maafkan mereka atas kesalahan dan Kebodohan Mereka.

Saudara –Saudara Yang merasa PoParan dari Batu Hobon Sadarlah Akan Tipu daya Iblis.

Sembahlah TUHAN ALLAH Saja Pakai logika kamu.
Apakah Opung-opung Kamu sehina Itu ?

Sadarlah…………. Opung-Opung Kamu Yang dari Batu HOBON adalah Orang baik Yang diberkati Tuhan . Jaga , bersihkan dan Rawat Batu Hobon. Karena itu adalah Makam Mereka. Jangan Pernah membawa Jeruk Purut atau Telor, karena itulah Yang paling dibenci Opung-opung yang dari Batu Hobon.

Tanyakan kepada manusia sesat pencuri itu, dimana Batyu Hobon yanmg berwarna Hitam sebesar gendongan tangan orang dewasa???????????????

Yang saudara-saudara lihat saat ini hanyalah Semen jorok belaka dan BUKAN BATU HOBON. BATU HOBON TIDAK DISITU LAGI

Lihatlah Patung-patung setan yang berdiri di Pusuk BUHIT.
Lihatlah patung tertinggi seorang laki-laki beristrikan monyet dan kucing ( itukah leluhur kamu??? apapakh benar kamu mau dibilang keturunan monyet dan kucing????)

Tidak ada opung orang batak berwujud BABI. Itu wujut setan yang menyamar-nyamar.

Sadarlah wahai bangsaku, bangsa Batak Jangan percaya kepada dukun-dukun ataupun manusia yang mengaku aku roh kudus ada padanya karena mereka semua pengikut IBLIS. Mereka sudah bersatu mulai Upacara Penghancuran BATU HOBON 1086 kemudian Upacara pengusiran Nyi Roro Kidul Tahun 1998 di pantai selatan Pulau jawa.

Bagaimana mungkin roh Kudus bersatu dan melakukan upacara, sembahyang bersama dukun-dukun padahal mereka mengkotbahkan dukun-dukun itu adalah berhala dari setannnnn???????????
Tetapi FAKTANYA Telah terjadi.

HMMMM……………………..
Jadi , kalau mereka telah bersatu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
terus yang jadi setannya siapa????

Anonim mengatakan...

YANG PUNYA NIH BLOG ANEH, NGAIT2IN BANGSA INI AMA YAHUDI. BATAK DIBILANG YAHUDI, PADANG DIBILANG YAHUDI, SKALIAN AJA ACEH ITU YAHUDI. BODOHNYA GAK KIRA2...MAU COPY PASTE DAN KETIK SEBANYAK APA PUN BIAR KELIATAN INTELEK JG PERCUMA, ISINYA CUMA HASUTAN. GOBLOKNYA GAK KIRA2...

Anonim mengatakan...

Salah atau benar wallahualam,.. biarpun yahudi asal hati tak punya dengki.. karena tidak ada yang salah dengan bangsa2 selain watak setan...

Anonim mengatakan...

saya sebagai orang minang menyarankan anda untuk juga membaca silsilah suku minang secara lengkap dan mencari narasumber yang benar-benar berkompeten dalam hal itu, sebab mengaitkan beberapa hal yang memiliki kesamaan tidak menjamin kebenaran. bacalah juga tentang sejarah berdirinya kerajaan-kerajaan di indonesia (dalam hal ini tentunya kerajaan pagaruyung), siapa itu datuk tumanggung dan perpatih nan sabatang? merekalah "tetua" dari 2 suku awal yang ada di minangkabau, yang pada perkembangannya dipecah dalam beberapa suku (turunan dari dua suku besar tersebut).

madd on Sel Apr 13, 01:44:00 AM 2010 mengatakan...

semua manusia harus bersalah di dunia ini, inilah gunanya sebuah blog yang membuat kita semakin terpacu untuk bertukar informasi.

dinginkan kepala kalian... tenang! semua pasti terpecahkan asal kia mau belajar dan tetaplah berpegang teguh pada tauhid!

Anonim mengatakan...

sebagai orang Batak, saya hanya menyayangkan tulisan ini yang tidak bersadarkan penelitian ilmiah. tulisan ini hanya dari mulut ke mulut yang kemudian dikemas seolah-olah menjadi fakta sejarah. mengenai budaya Batak yang mirip2 dengan Yahudi memang benar, tetapi kalau penulis blog ini meninjau ke daerah Indonesia lain seperti Jawa, papua, kalimantan maka hampir dapat ditarik kesimpulan budaya yg anda sebutkan di atas adalah budaya umum. Tuhannya Parmalim anda samakan dengan Tuhan Alkitab juga adalah pernyataan kacau. mengenai pemindahan tulang belulang Yusuf itu lebih diakibatkan karena pemindahan ke tempat leluhur sedangkan dalam Batak adalah mengumpulkan keluarga yg serumpun. dan yg lebih penting, Batak adalah bagian dari Proto Melayu Tua, sedangkan mengenai suku Nias, mereka adalah suku tersendiri yg terpisah dari Batak..Jadi NIAS bukan Batak..saya juga bingung tentang Orang Majus dari Timur, apakah anda menyebut bahwa mereka Israel???klo ia maka anda salah, coba baca Alkitab versi King James maka disana akan disebutkan jelas siapa mereka.
Jadi sebagai sesama orang Batak marilah kita membangun budaya yang tidak mengada-ada...
pengertian Batak itu menurut kamus besar karangan atau versi siapa??
klo anda menyebut Batak sebagai akibat air bah, memang ada orang yg hidup selain kluarga Nuh???alkitab mengatakan tidak ada yg luput..jadi tolong koreksi lagi tulisan anda lae/ito...jangan terlalu mengagung-agungkan suku kita sendiri, bangga boleh, tapi jangan menjadi bersikap kultus.
buatlah tulisan yang benar2 teruji untuk membangun budaya cinta Batak..kalau generasi muda membaca blog anda dan meyakini sebagai sebuah kebenaran, maka sangat ironis karena mereka akan kehilangan jati diri, kehilangan identitas, kalau mau berdiskusi melalui blog buatlah tulisan yang lebih berkualitas

Anonim mengatakan...

tes

Suara Bawah Tanah on Kam Sep 23, 03:01:00 PM 2010 mengatakan...

Saya orang Sunda...basis penelitiannya dari mana tuh...kalau Batak Toba itu Bangsa Israel yg hilang, harus dibuktikan secara arkeo-antropologis.....posting ini baru sekedar asumsi alias andai-andai belaka...tak lebih...tanpa data, tanpa metode...tak guna pula berhipotesa...tidak perlu ditanggapi lagi

Anonim mengatakan...

Horas..Sesama suku batak saya berpesan kpd lae/ito tolonglah kaji ulang lg ttg naskah anda jgn memamerkan copy paste dr pengunjung blog anda..kasihan ntar naskah anda dibaca oleh seseorang yg belum begitu mengerti ttg sejarah batak jadi sipembaca tersebut maen percaya aja dgn naskahmu yg tdk jelas dan bnyk rancunya kawan..ggt aja lah kawan mending hapus aja naskahmu diblogmu ini atau lebih baik ganti aja tanya jawab ttg tarombo kita tu lebih baik n banyak jg kok yg blm mengerti ttg marga batak.gmn kawan bisa dipertimbangkan saran saya ini.horas

Anonim mengatakan...

BATAK IS BATAK!!!
Coba cari sejarah bangsa Batak yang lainnya.
Bangsa Batak sudah ada di sumatera sejak 3000 tahun yang lalu.
Bangsa BATAK bukan keturunan Israel/Jahudi.
Kemungkinan besar bangsa batak masih satu rumpun dengan bangsa Mizo/Mizoram dari perbatasan India dan Burma.
Kesamaan tradisinya antara bangsa Batak dengan Mizo lebih dekat di bandingkan dengan Israel.
Semoga memberikan pencerahan.

Patuan Naraja on Sel Jan 25, 02:16:00 PM 2011 mengatakan...

Tenang...jangan marah-marah kpd penulis Blog ini. Dia (siapapun dia) sudah mengorbankan energi, pikiran, tenaga, bahkan materi untuk menampilkan tulisannya.Katakanlah dia sedang berhipotesis, anda yang tidak setuju, tinggal mematahkannya hipotesisnya, tentu dengan data, bukan dengan MULUT! Semua orang mudah mencaci maki suatu pendapat, tapi rata-rata bantahan hanya pakai MULUT! Kalau anda-anda para komentatormerasa intelek, tunjukkanlah pakai DATA! Bukan pakai MULUT!
Contohnya, kalau si penulis postingan ini mengatakan bahwa "jeruk berasal dari batu", maka anda tinggal membuktikan bahwa "jeruk bukan dari batu", tapi membantahnya pakai DATA, bukan MULUT! Bahkan sekalipun si penulis postingan ini memulai hipotesisnya tanpa teori atau data, anda patahkanlah pakai DATA, bukan MULUT!

Ah, MULUT!

Achmad Fadillah on Jum Feb 18, 12:52:00 AM 2011 mengatakan...

Ini cuma opini, hanya orang bodoh yg berkata ini fakta dan orang yang lebih bodoh lagi yang marah karena opini bodoh

Ichsan TFQ mengatakan...

YG KALIAN BICARAKAN hanya 'KETURUNAN' (baca: HINA) bukan 'KESHOLEHAN' (baca:MULIA)..BAHWA SURGA ITU BUKAN DITURUNKAN DARI YAHUDI ATAUPUN NABI2 YAHUDI, MELAINKAN KE SHOLEHAN DALAM BERIBADAH PADA ALLAH.

Daun Biru mengatakan...

Lho, bukankah semua nabi itu dari yahudi? (Kecuali yg katanya 'terakhir' itu).
Soalnya, mereka ada dalam perjanjian lama juga...

gokbe impola bakara on Sab Agt 27, 05:36:00 PM 2011 mengatakan...

menurut hemat saya,kita tidak usah terlalu berlebihan menanggapi tulisan dalam blog ini,apalagi harus pakai umpatan,atau ejekan buat penulis.Saya justru sebaliknya,memberi apresiasi buat penulis,walaupun buat saya, tulisan ini hanya dongeng belaka,sama kualitasnya dengan dongeng2 rakya,sprt;asal mula danau toba,dll.tapi sebagai orang awam,saya bisa tau ternyata ada beberapa kesamaan antara kultur Yahudi dan Batak,tapi tidak akan merubah opini saya,Yahudi tetap Yahudi,dan Batak tetap Batak.Marilah kita saling menghargai,dan memberikan pendapat tanpa harus pakai umpatan,ejekan.Sekali lagi Terimakasih buat penulis..horassss RSV Nainggolan

Anonim mengatakan...

sabar2 cepet bgt ngamuk.

Anonim mengatakan...

kelihatan yang marah2 itu yg bodoh.
biarkan pnulis berkreasi itu hak dia.
anda siapa memangnya?
cuma bisa brkata2 tapi tidak bisa memberikan bukti yg konkret.
klo brkata kata tukang becak juga bisa.
anda lebih rendah derajat dari tukang becak donk??
blm tentu anda bisa menulis sperti dia bserta pemikirannya hrs dihargai.

Anonim mengatakan...

Horas bah,
klo mnurut saya Batak y Batak.
tidak bisa disamakan dengan Jahudi.
klo pun ada kesamaan banyak juga suku2 yg memiliki kesamaan tapi bkn di Indonesia.
Selamat berkreasi bwt penulis n trs smangat.
yg pnting anda tidak merugikan siapa2 cuma org bodoh yg brkoar2 smentara dia blm tentu bisa sperti anda. Batak itu memang cerdas dari LAHIR.

Anonim mengatakan...

Sisingamangaraja itu bukan Singa yang meraja. Sisinga di situ asal katanya dari Sinha, bukan Singa. Sinha itu borrowing words dari bahasa India, artinya "Lelaki Suci".

Anonim mengatakan...

woi tolol, jangan samakan orng batak dengan jahudi sialan,
kau terlalu tolol membuat opini. dari ras aja udah jauh beda anjing.
jahudi itu ras semit sedangkan batak ras melanoid
kalau masalah kesamaan sifat itu hal biasa

Anonim mengatakan...

orang batak itu memang keturunan israel.. coba jalan2 dulu ke youtube "the lost tribe of israel" bahkan seluruh marga2 batak sudah di ukir di sebuah tugu di Yerusalem...

Anonim mengatakan...

sebenarnya kalo kita mau mencermati,meneliti dan mempercayai isi alkitab.. maka besar kemungkinan kita meyakini juga batak keturunan israel.. bahkan penulis blog ini mempercayai isi alkitab sebagai dasar dan data untuk pembuktiannya.... coba anda pikirkan sekali lagi,alkitabkan sudah jelas menceritakan memang ada 10 suku israel yang merantau kearah timur dari yerusalam.. sy kira gak salah kalo ada para pakar atau pendeta atau ahli2 sejarah yang mengarahkan salah satu keturunan israel yang hilang adalah suku batak.. para peneliti israel dan pemerintah israel telah mengakui suku mizoram di india adalah bagian dari keluarga mereka.. pakean tradisional suku mizo sangat mirip dengan ulos batak... adanya motiv bintang daud(lambang kerajaan atau negara israel)di olos batak.. sy kira ini jga kode alam..

Anonim mengatakan...

bahkan agen mozad yang direkrut israel dari indonesia adalah orang batak.. apakah mereka sebodoh itu mereka memilih orang batak.. saya kira tidak.. pasti mereka memiliki alasan2 tertentu.. percayalah ikatan batin orang batak dgn orang israel itu tinggi.. sama seperti ikatan batin abang dengan adiknya.. bagi orang batak rasakan sendiri kalo gak percaya.. jarang kalian ada yang benci dengan israell.. yang ada adalah cinta israel..

Anonim mengatakan...

mengenai sejarah batak kemungkinan besar dimulai sejak dari tahun 1000 M atau tahun 1200 M. sampai saat ini kita masih mengakui bahwa orang batak berasal dari oppung i.. si Raja Batak.. dan menurut beberapa sumber siraja batak beserta keluarga dan rombongannya berasal dari perbatasan burma india mandah melalui pesisir pantai thailand dan berlabuh di daerah sibolga atau mungkin barus...

Anonim mengatakan...

salah satu persamaan israel kuno dengan suku batak adalah sama2 bisa menciptakan kitab suci.. orang2 israel menciptakan alkitab melalui roh kudus... sedangkan orang batak menulis buku tumbaga holing melalui oppung mula jadi nabolon...

An mengatakan...

Bukankah negara kita mempunyai undang-undang dasar yang membebaskan setiap orang untuk mengeluarkan pendapat. Inilah pendapat penulis, mari kita hargai. Tidak perlua kita emosi bahkan sampai mencaci-maki, mengeluarkan kata-kata kotor dan menghujat. Gbua

Anonim mengatakan...

hargai karya penulis...
anda kurang setuju dengan ulasan penulis, maka sanggah lah denga ulasan anda yg disertai data...
perbedaan pendapat itu hal yg baik untuk kemajuan bersama...

Anonim mengatakan...

Sebelum membaca tulisan ini, saya sudah lebih dahulu memikirkan topik ini. Saya berangkat dari pembacaan Perjanjian Lama yang saya lakukan secara pribadi. Dalam tradisi Perjanjian Lama, jika Anda merupakan pembaca yang kritis, Anda akan menemukan memang banyak sekali persamaan tradisi antara orang Yahudi dengan yang ada di suku Batak. Contohnya sudah disebutkan diatas, namun kiranya tidak salah jika saya tambahkan lagi: Di budaya Batak, keperawanan seorang gadis merupakan harta yang berharga dan sangat penting. Seorang wanita yang pada akhirnya ketahuan tidak perawan lagi oleh suaminya, dapat dipulangkan ke rumah orantuanya. Tradisi seperti itu merupakan tradisi di bangsa Yahudi. Masih banyak contoh lainnya yang dapat kita ajukan, namun... saya sendiri sangat mendukung bahwa kita janganlah terburu-buru berkesimpulan bahwa ada bangsa Batak merupakan suku Yahudi yang terhilang. Perlu ada kajian ilmiah yang kritis!

Pada akhirnya, jika terbukti suku Batak adalah suku Yahudi yang hilang... wah saya pribadi justru sangat bangga!

Horas!

hesperonesia on Kam Mar 22, 09:24:00 PM 2012 mengatakan...

ada yang mengganjal sedikit saja yaitu;
1. batak merupakan salah satu budaya megalitilkum terakhir yang masih bertahan di dunia, sementara Israel bukan.
2. leluhur kita adalah bangsa maritim dan agrikultur dan tidak satupun leluhur kita, baik oral maupun tulisan, yang mengindikasikan mengembara di wilayah gurun pasir dengan simbol domba, keledai, atau kambing (Logikanya saja ,siapa yang mau hidup di wilayah tersebut?).
3. Dalam tradisi Israel dan Batak, umum di gunakan wewangian seperti cendana, gaharu, kayu manis, dan sejenisnya. Kita bisa mengambilnya dari pekarangan rumah kita, sementara Israel??

sepertinya .. israel justru sebagai suku yang hilang ..

http://hesperonesia.wordpress.com/

Anonim mengatakan...

Sayang sekali,si orang Batak yg disebut tinggal di Israel tsb kurang dikenal sepak terjangnya di percakapan acara2 adat Batak.Biasanya sepak terjang selevel demikian akan jadi perbincangan hangat dan akan pasti ada dukungan dari para tetua adat Batak tuk menghimpun informasi sebagai pertimbangan untuk pemerintah Israel

Anonim mengatakan...

pengarang postingan tu da jago deh,
klo aku guru dia da buat dia nilai 9 dehtanpa koma,, tapi klo nilai sepuluh akan kuberikan jika dia menyikapi koment2 yang banyak apalgi koment yang berbau ejekan, artinya pengarang lebih mantap lagi klo dia menyikapi koment dengan kepala dingin,
horas batak....

Anonim mengatakan...

lebih aneh lagi tuh yang ikut campurkan binatang dalam pembahasan ne,,,napaen binatang ikut campurdisini...
lmang yang dibut postingan tu da bagus, tapi cobalah tulang dicari pakta yang relevan dan lebih logis lagi. Aku setuju ma pedapat klo ada generasi muda nanti yang baca kan dia jadi tidak memandang batak tu bagaimana, artiannya postingan tu ditelaah lagi lah tulang agartidak berdampak pada generasi muda yang belum mengetahui apa itu batak...
PEACE,,,,
horas bangso batak,,,,

Anonim mengatakan...

kenapa semua pada maki ni tulisan nya..? juga bilang bodoh, tolol, dlll segudang kata yang tak sedap didengar. alangkah baiknya kita baca tulisan ini dari awal dan ahir, lalu ambil positifnya aja.jika ne penulis bodoh, aku nytakin bangat dia ga bisa buat blog. intiya sekarang ialah... bagaimana kita menyikapi informasi yang beredar jangan asal kecam, hina, dan merasa WOW GITU.

Anonim mengatakan...

emank bnsa btak keturunan yahudi,god/

Carlos Immanuel on Sen Jul 23, 01:57:00 PM 2012 mengatakan...

saya juga merasa sebagian besar orang batak sangat jarang ada yang membenci Israel.. termasuk saya juga begitu..

Anonim mengatakan...

ga ada gunanya diperdebatkan...banggalah sebagai orang batak dan disyukuri...bagi yg non batak juga syukurilah sukunya juga...keturunan ataupun bukan keturunan yahudi pun syukuri juga...HORAS sude!!!

Anonim mengatakan...

bro Batak senang makan Babi... di negara jahudi bahkan barang siapa memelihara babi aja sudah sah utk ditembak mati....

Anonim mengatakan...







































































































































































































































































































ahhhh tah artikel pa ne,,, urus diri sndiri z lahh,,,,,




Anonim mengatakan...

kita hargai tulisan ini, jangan jadi hujat menghujat. percaya atau tidak itu hak kita tapi jangan jadi saling mencela.

Anonim mengatakan...

woiii... alvatarz... kalau kau ngomong pikirkan dulu pake otak mu.. jangan pake dengkulmu... kayak manusia paling suci aja kau kutengok didunia ini... kalau kayak muka babi atau monyet 0ppung-oppung kami dulu kenapa rupanya..? percuma aja kau sekolah... penah tidak kau pelajari tentang manusia purba..? ya seperti itulah oppung-oppung kami zaman dulu.. malu kau ya punya nenek moyang manusia purba..? mungkin saja oppung-oppung si alvatarz ini mirip mirip bintang film kurasa...

Anonim mengatakan...

sebenarnya, minang juga sama klo masalah nikahnya mas bro, kn itu ajaran islam yang dianut. Cuman orang batak sebagian besar kristen. Mungkin nyangkutnya ya kebudaya arab/israel itu sendiri kali ya, hehehe..

dheo tobing mengatakan...

disini kita mencari asl muasal leluhur kita BANGSO BATAK bukan jd perdebatan, ttapi perbedaan pendapat sebab PERBEDAAN itu INDAH bro, bisa saling memberi dan saling menerima, klu opung kita ditanya dr mana asal bangso batak??? jawabnya pasti "mapultak sian bonani bambu" apa itu kita terima dengan akal sehat..!! justru itu kita cari asal muasal kita sebenarnya, apa salahnya..(jauhkan dari SARA ntar dimanfaatkan org yg berkepentingan bro.. OK..!!! salam HORASSSS) BANGSO BATAK bangso ki bangso na JOGI..

SD Advent Parsaoran Batuganda on Rab Nov 21, 06:31:00 PM 2012 mengatakan...

sAYA Sangat setuju dengan artikel ini.
mantap...kalo demikian bangga dong saya sebagai orang batak yang sekarang lagi berperang melawan Palestina yang makin ancur,...kwkwkwkwkwk.
mantap....!!

Anonim mengatakan...

besok sukubetwai , dan suku2 yang lainngaku yahudi juga menatablahhhhhhhhhhhhh jangan2 rykers juga yahudi

Israel mengatakan...

Asal ngomong kau,,, kau agama apa sich???? Tuhan yesus mengusir setan dan memindahinnya ke babi, atas permintaan setan tersebut!!! Itu ajalah dulu kau pikir2 ya,,, sebelum kau yang ditembak mati

rankce_cs on Kam Nov 29, 09:30:00 PM 2012 mengatakan...

cukuplah yg kmu anudt itu yg kmu percaya'in.toh jg kita ini anak tuhan,,,

yahwa mengatakan...

kaitkan aja semua manusia dengan Adam, selesailah barang tu...

yahwa mengatakan...

israel, tuhan yesus atau isa almasih anaknya maryam ?

joshua sinaga mengatakan...

apapun ceritanya....batak is the best dech .. saya bangga menjadi orang batak...horas horas horas bangsa batak...

Anonim mengatakan...

jauh sebelum agama masuk ke tanah batak budaya batak terbilang hampir sama dengan budaya Isarel. tapi sebaiknya kita teliti aja dulu dengan ilmiah, soalnya Pemerintah israel juga masih menolak tanggapan ini, karena belum akurat untuk dipercaya, lain halnya Ethiopya sudah mengumpulkan data secara ilmiah baru bisa diakui Pemerinrath Israel.

Anonim mengatakan...

Bisa jadi juga....
Contoh lainnya adalah Suku ARYA juga keturunan yahudi....INGAT...jangan mengecap YAHUDi itu PENYEMBAH SETAN....anda terlalu lama lihat2 berita INDONESIA...telusuri Web Luar...

Anonim mengatakan...

Berbanggalah jika disebut keturunan Israel...
sebab Israel adalah bangsa pilihan Allah...
jangan anggap israel itu penyembah setan
ITU HANYA CAKAP2 ORANG INDONESIA yang menilai Israel bangsa kejam..
Ras Arya ialah Ras paling unggul didunia juga keturunan israel,,,jadi jgn tersinggung lae kalo di bilang kturunan israel....

ismail malau mengatakan...

aku bangga jd orang batak....
aku cinta israel.......
peace man......

Anonim mengatakan...

baguslh.......
aq jg senang.

hrs on Sab Mei 18, 06:25:00 PM 2013 mengatakan...

tulisan yang menarik,
trims
salam

Eko Dama on Min Mei 26, 09:43:00 AM 2013 mengatakan...

Nias itu bukan Batak Bro. atau karena Nias juga punya marga? Minang juga punya marga..

Anonim mengatakan...

bagus,batak memang sangat mirip dgn suku mizo. semoga anda jg mau mencari tahu suku mizoram. Suku Mizoram sudah diakui secara resmi dan sah oleh Pemerintah Israel sbg YAHUDI MIZO.

Anonim mengatakan...

bagus,batak memang sangat mirip dgn suku mizo. semoga anda jg mau mencari tahu suku mizoram. Suku Mizoram sudah diakui secara resmi dan sah oleh Pemerintah Israel sbg YAHUDI MIZO.

Anonim mengatakan...

Klo ada org diluar suku batak yg komen harap diteliti komennya..hargai pendapat, jgn bocah..lo udah gedek pada maki2 disini

kemenangan israel on Sen Jun 03, 08:43:00 PM 2013 mengatakan...

Berbahagialah bagi mereka yang terpilih menjadi umat pilihan Tuhan.Bangsa Israel.

Anonim mengatakan...

kesamaan Batak dengan Israel adalah sama sama bangsa tegar tengkuk kalau Israel suka membunuhg nabi nabi .... level Batak adalah membunuhg misionaris

Anonim mengatakan...

SAMA2 KERAS KEPALA

Anonim mengatakan...

ada yg mendukung, ada yg membantah.
mendukung apa ruginya....
membantah apa untungnya....
menghina jelas salah, mana ada setan menghina setan yg ada setan suka menghina kbenaran, jd buat anda yg suka menghina tdk diragukan lg anda sekutu setan yg sesungguhnya.

buat penulis, terimakasih banyak saya sampaikan, paling tdk berkat tulisan anda wawasan saya sedikit bertambah.

Anonim mengatakan...

anjeng kali artikelnya

Anonim mengatakan...

Indonesia tdk punya hubungan diplomatik dgn Israel,tentu byk org2 yg anti Israel.apbila ada pembahasan mengenai israel,tentu byk org2 yg keterbelakangan mental akan mencercanya.Pdhal kalau di ingat2 dalam sejarah,kita dijajah belanda,portugis,jepang tp kenapa yg dimusuhi tuh Israel??? itu aja udah aneh kan.Secara logika manusia aja itu aneh,kecuali logika manusia yg mentalnya terbelakang.Monyet aja tau klau ketemu singa akan takut dan tetap akan memusuhinya.Itu binatang lho,tau mana yg dari dulu dpt menjadi ancaman dan menerkamnya.Setauku israel tdk pernah menyerang indonesia,atau membuat sesuatu yg pantas membuat rakyat kita sakit hati,eh malah dimusuhi.Rusia,china tuh negara komunis,malah jd "teman".Nggk masuk logika kan?????Byk org2 kita yg keterbelakangan mental bilang israel tuh negara jahat,negara laknat,negara pembunuh,dll.Pdhal itu hanya cerita dari cerita,istilahnya gosip yg kita sendiri blm pernah mengalaminya.Ini membuktikan rendahnya cara berpikir.Karena mudahnya kita dipengaruhi,hingga kita jadi seperti skrg ini.Negara kaya akan alamnya,kaya budayanya,kaya akan penduduknya,tp dikuasai oleh bangsa asing.Lihatlah sekelilingmu ada berapa prodak buatan indonesia?????Air minum aja dikuasai bangsa asing.Hahaa...sungguh tragis bukan.kita nggk sadar klau bangsa2 lain ingin kita tetap bodoh,terpecah2,dan tdk bersatu agar mrk dengan mudahnya menjajah kita.Lihat minyak kita,siapa yg kuasai,lihat kendaraan yg paling byk di indonesia buatan mana.Lihat pekerja kita di negara lain,rata2 jd pembantu kan.Lihat org asing di negara kita,rata2 jd Raja,dan kita budaknya.hahaa......tetap belum sadar.Ya kelewat goblok deh lu.

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar anda, atau tamba informasi anda jika ada.

 

Chat With Girls

Sumber Dana

Term of Use

Semua bebas di copy paste tanpa syarat dan ketentuan apapun, semua artikel tidak perlu anda percaya anggap saja dongeng mitos atau apapun itu menurut anda. Karena jika anda percaya kehidupan anda akan berubah, perkumpulan rahasia or secret societies akan terus memburu anda dan berkata semua ini hanya kebohongan.
Copyright © 2004-2009 by Bisnis Manado